Akhir untuk Awal yang Baru

Malang – Setelah tiga hari melalui proses persidangan yang panjang yakni 15-17 Januari 2019 Musyawarah Tahunan Formadiksi Universitas Negeri Malang ke-5 (Mustafordium V) telah usai. Dengan ini usai pula masa jabatan Ade Setyawan Pratama sebagai Ketua Formadiksi UM 2018 beserta jajaran Pengurus Formadiksi UM periode 2018. Bukan hanya sebuah momentum untuk mempertanggungjawabkan kegiatan selama satu tahun kepengurusan, melainkan juga menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga (AD/ART) Formadiksi UM sekaligus menentukan siapa wajah baru yang akan meneruskan perjuangan Formadiksi UM sebagai organisasi kebidikmisian ke depannya.

Alih-alih menjadi momen yang ditakuti karena harus mempertanggungjawabkan kesalahan yang diperbuat, Mustafordium V justru menjadi ajang membanggakan prestasi yang diraih selama satu tahun kepengurusan.

Senada dengan hal tersebut, Ade mengatakan, “Arti Mustafordium V bukanlah momen untuk takut pada kesalahan masa lalu melainkan sebuah momentum membanggakan apa yang telah kita kerjakan selama satu tahun,” terangnya saat menyampaikan pertanggungjawabannya.

Dari delapan divisi yang ada di Formadiksi UM, hanya dua divisi saja yang laporan pertanggungjawabannya diterima dengan revisi.

“Saya sangat senang karena apabila melihat rancangan strategis target saya lima divisi dari delapan divisi LPJ-nya diterima tanpa syarat. Namun ternyata enam divisi LPJ-nya diterima tanpa syarat, ini merupakan sebuah prestasi bagi saya,” kata Ade saat diwawancarai Tim Reporter Formadiksi UM News.

Pemilihan Ketua Formadiksi UM periode 2019 dilaksanakan pada Rabu malam (16/1/2019). Proses pemilihannya dilakukan berdasarkan AD/ART. Ada beberapa tahapan dalam pemilihannya, yang pertama yaitu tahap seleksi. Di tahap ini menghasilkan 5 orang yang akan maju ke tahap selanjutnya yaitu tahap usulan. Dari tahap ini akhirnya menyisakan 3 calon yaitu Nadiyatul Falah, Nadia Risky Putri Auliya Mustofa, dan Riduwan Prasetya. Pada tahap ketiga yaitu tahap prapemilihan, salah satu pendukung dari masing-masing calon melakukan kampanye selama lima menit. Setelah itu, barulah ketiga calon yang berorasi di depan peserta Mustafordium V selama lima menit. Kemudian dilanjutkan tanya jawab calon dengan peserta masing-masing lima menit juga. Tahap terakhir yaitu tahap pemilihan. Di tahap ini ketua terpilih dipilih melalui musyawarah mufakat. Dalam proses ini banyak pertimbangan yang disampaikan hingga akhirnya menghasilkan keputusan bahwa yang menjadi Ketua Formadiksi UM 2019 yaitu Riduwan Prasetya. Semua peserta memberikan ucapan selamat dan doa kepadanya.

Riduwan tidak menyangka bahwa dirinya terpilih menjadi Ketua Formadiksi UM 2019. “Alhamdulillah, awalnya saya tidak menyangka bahwa saya yang akan diberikan amanah. Tentunya saya berterima kasih kepada semua pihak,” tutur Riduwan. Dia sudah memiliki rencana yang akan dilakukan pada kepengurusan periode 2019. “Tentunya kita akan membentuk pengurus Formadiksi UM 2019 dulu dan menyusun agenda untuk satu periode ke depan,” ujar Riduwan.

Ade Setyawan Pratama yang tidak lain merupakan Ketua Formadiksi UM 2018 memberikan pandangannya kepada Ketua Formadiksi UM yang baru.

“Saya mengenal Mas Riduwan sejak dia masih mendaftar sebagai calon anggota Divisi Keilmuan dan Pengabdian. Mas Riduwan adalah seseorang yang memiliki komitmen yang tinggi dan insan yang realistis. Saya percaya bahwa dengan terpilihnya Riduwan mampu menjaga dan meningkatkan apa yang kami hasilkan,” tutur Ade. (Alfitrah Bachtiar dan Syari’atud Diniah )

One thought on “Akhir untuk Awal yang Baru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *