Aksi Mahasiswa Bidikmisi: Kolaborasi Social Project, Asah Kepedulian terhadap Sesama

Aksi Mahasiswa Bidikmisi:

Kolaborasi Social Project, Asah Kepedulian terhadap Sesama

 

Formadiksi UM News — Saat ini, Indonesia sedang menghadapi pandemi Corona Virus Disease yang muncul pada akhir 2019 lalu, atau yang sering disebut dengan Covid-19. Di tengah banyaknya pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyebarkan hoaks, tak dapat dipungkiri bahwa banyak pula pihak yang tergerak untuk membantu sesama, khususnya membantu mereka yang berada di garda terdepan dalam melawan Covid-19, termasuk Ari Gunawan. Ari Gunawan merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2017. Kali ini, Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Ari. Ari yang juga merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi UM mencoba membagikan ceritanya dalam membantu sesama sekaligus melawan Covid-19. Penasaran dengan cerita Ari? Simak liputannya berikut ini!

 

Awal Mula Cerita

 

“Awalnya, teman saya dari Jurusan Tata Boga mengunggah sebuah status WhatsApp. Status tersebut berisi ajakan untuk mendukung terjaminnya asupan makanan bagi tenaga kesehatan di Malang karena waktu itu (pertengahan Maret) jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah. Akhirnya, dari situ saya berinisiatif untuk mengajak teman saya berkolaborasi bersama dengan beberapa network, khususnya organisasi yang bergerak di bidang sosial seperti  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang, Pemuda Nusa Foundation, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan organisasi sejenisnya,” tutur Ari mengawali ceritanya.

 

Setelah berjalan sekitar 3—4 hari, gerakan yang memiliki akun Instagram dengan username @kolaborasisocialproject tersebut, mendapat undangan dari pihak Universitas Negeri Malang (UM). Ari dan teman-temannya diundang untuk melaksanakan rapat, bersama Satgas Covid-19 UM dengan agenda utama: merumuskan satu project bersama. Hal tersebut dikarenakan pihak UM menilai bahwa gerakan yang dilakukan Ari dan teman-temannya berpotensi besar untuk membantu lingkup masyarakat yang lebih luas. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan berupa kolaborasi antara UM dengan Kolaborasi Social Project dalam skala yang lebih besar. Bukan hanya memenuhi asupan makanan bagi tenaga kesehatan tetapi juga mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako) dan Alat Pelindung Diri (APD).

 

Hasil Kolaborasi

 

“Saat ini, kolaborasi tersebut sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Pada minggu pertama, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar seratus empat puluh juta rupiah. Kami arahkan dana tersebut untuk pembelian sembako dan APD. Kami berharap bisa meng-cover semua yang terdampak karena kolaborasi social project ini memang menjadi bentuk kepedulian kami terkhusus untuk mereka yang ada di garda terdepan dalam melawan Covid-19,” sambung Ari yang juga merupakan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UM 2019 dan 2020.

 

Semangat Ari dalam membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 juga semakin bertambah ketika dirinya mengetahui bahwa UM mengeluarkan kebijakan berupa pemotongan gaji pegawai UM untuk kemudian dialihkan menjadi donasi bagi gerakan Kolaborasi Social Project. Hasilnya tak tanggung-tanggung, selama satu bulan kemarin, gerakan tersebut sudah memberikan 1.700 porsi nasi bagi 22 rumah sakit di Kota Malang bersama dengan 2.500 buah APD, dan lebih dari 110 APD dalam bentuk box serta 2.000 piece multivitamin. Selain itu, 980 paket sembako juga sudah didistribusikan kepada masyarakat dan sedang menunggu 600 paket tambahan dengan total 1.500 paket sembako. Ari menjelaskan bahwa satu paket sembako memiliki budget sebesar seratus ribu rupiah dan berisikan 5 kilo gram beras, 1 liter minyak goreng, 10 butir telur, 10 bungkus mie instan, serta sejumlah masker. Kini, beragam bantuan tersebut telah menjangkau beberapa rumah sakit di kota dan kabupaten lain di wilayah Jawa Timur seperti Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Jombang, dan Kota Gresik.

 

Sumber Motivasi

 

“Ketika saya membuka Instagram, saya melihat postingan teman saya yang merupakan mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menjadi pelopor gerakan bernama Nutrisi Garda Terdepan. Menariknya, gerakan tersebut diliput oleh salah satu stasiun televisi nasional. Oleh karena itulah, saya sangat termotivasi dan ingin pula membuat suatu gerakan yang membantu masyarakat di tengah situasi seperti sekarang ini. Nah, ketika itu didorong pula dengan motivasi dari status WhatsApp yang diunggah oleh teman saya dan yang sebelumnya telah saya ceritakan di awal. Selama apa yang kita lakukan dapat memberikan dampak yang bermanfaat bagi sesama, kenapa tidak bukan?” ungkapnya.

 

Tips Melawan Covid-19

 

Pemberian bantuan berupa sembako dan APD bukanlah satu-satunya cara dalam melawan Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Ari lewat tips melawan Covid-19 berikut ini:

  1. Pentingnya pemberian edukasi

Tidak semua kalangan masyarakat mendapatkan edukasi seputar Covid-19. Hal ini memunculkan bahaya tersendiri bagi mereka yang tidak mendapat edukasi tetapi tetap harus berkegiatan di luar rumah atau tidak dapat turut serta untuk work from home (bekerja dari rumah). Oleh sebab itu, selain bantuan dalam bentuk material, edukasi menjadi salah satu hal yang penting dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi. Mulailah mengedukasi orang-orang di sekitar kita terkait hal-hal sederhana seperti pentingnya penggunaan APD dan hand sanitizer. Langkah tersebut tentu akan sangat bermanfaat.

  1. Terjun ke lapangan

Peran pemerintah memang senantiasa perlu diperhatikan, bahkan dikritik. Tak jarang, kritik tersebut berasal dari kalangan mahasiswa. Akan tetapi, ada hal nyata yang dapat kita lakukan untuk lebih efektif dalam membantu masyarakat melawan Covid-19. Tentu hal tersebut lebih dari sekadar kritik kepada pemerintah. Ketika kita turun ke lingkungan masyarakat dan berinteraksi langsung dengan mereka maka kita dapat mengetahui dan memastikan apa yang masyarakat butuhkan.

  1. Membantu sesuai passion

Salah satu yang mempengaruhi tindakan kita adalah passion. Setiap orang pasti memiliki passion yang berbeda-beda. Contohnya, di Kota Malang terdapat organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang yang membuka kesempatan bagi mereka yang ingin menjadi relawan. Bagi teman-teman yang memiliki jiwa sosial, mungkin akan tertarik untuk ikut bergabung. Contoh lainnya, teman-teman membuat pedoman pembelajaran secara daring (online) selama masa pandemi, dan lain sebagainya. Intinya, apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi banyak orang dan sesuai dengan passion atau minat kita.

 

Pesan untuk Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM dan Masyarakat

 

“Bagi teman-teman yang bisa untuk tetap berada di rumah, saya mohon agar tetap berada di rumah. Tidak keluar rumah jika memang tidak ada hal yang penting atau mendesak. Ingat, tetap di rumah merupakan salah satu bentuk perjuangan kita untuk bersama-sama melawan Covid-19. Bagi teman-teman yang tetap harus menjalankan kegiatan di luar rumah demi menafkahi keluarga dan lain sebagainya, saya minta tolong agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, hand sanitizer, dan sejenisnya. (Dan) yang paling utama adalah jangan takut untuk memeriksakan diri ke rumah sakit apabila mengalami gangguan kesehatan atau mungkin merasakan gejala sakit yang serupa dengan gejala Covid-19. Ingat, semuanya adalah untuk kesehatan kita bersama. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita semua selalu dalam lindungan-Nya,” tutup Ari Gunawan.

 

Nah, itu tadi cerita Ari Gunawan mengenai pengalamannya dalam melawan Covid-19 sekaligus membantu masyarakat di tengah masa pandemi. Teman-teman juga dapat membantu Ari dan pemerintah Indonesia dalam gerakan melawan Covid-19 melalui berbagai cara sederhana seperti yang sudah disampaikan Ari lewat tips yang ia berikan. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap berada di rumah ya!

 

Bidikmisi! Berprestasi tiada henti!

 

Reporter         : Syani Yemima Syahrul

Editor             : Chantika Putri Ana

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *