Aktif Berorganisasi Tak Hambat Prestasi Nadya, Mahasiswi Bidikmisi Universitas Riau

Program Kerja Bidikmisi Menginspirasi kembali hadir dengan menyuguhkan cerita yang lebih inspiratif dari sebelumnya. Kali ini Formadiksi UM berhasil mewawancarai salah satu mahasiswi penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dari Universitas Riau yaitu Nadya Hari Pratiwi. Mahasiswi jurusan Pendidikan Fisika angkatan 2015 ini memiliki segudang prestasi dari perlombaan di tingkat Kecamatan sampai tingkat Nasional. Mulai dari MTQ sampai dalam bidang public speaking. Dari semua prestasi tersebut, ia lebih antusias dan tertarik ketika mengikuti MTQ. “Semuanya terbaik kok karena setiap prestasi yang kita dapatkan itu pasti ada usaha di belakangnya, tapi kakak lebih cinta dengan MTQ,” ucap Nadya.

Jiwa kompetitif Nadya sudah muncul sejak kecil. Pada waktu SD, ia sudah mengikuti berbagai perlombaan meskipun belum sampai ke Tingkat Nasional karena rumahnya yang berada di desa. “Jadi, waktu SD suka ikut Pramuka dan pernah mengikuti Jambore di Provinsi Kepulauan Riau serta pernah ikut Olimpiade Biologi,” jelasnya. Di SMP ia pernah ikut lomba debat, pidato, puisi, dan sebagainya. Ia juga suka mengikuti penyuluhan seperti penyuluhan tentang narkoba, penyuluhan pemuda anti seks, dan lain-lain. Pada waktu itu, ia juga sempat kalah di beberapa perlombaan yang pernah diikutinya. Kalau SMA, ia sudah mengikuti lomba di tingkat Nasional yaitu lomba debat dalam bahasa Inggris dan menjadi best speaker. Pada saat kelas 1 SMA, ia baru pertama kalinya mengikuti LKTI di tingkat kecamatan dan menjadi juara I.

Nadya menuturkan bahwa waktu SMA ia selalu berfikir kalau kuliah inginnya cepat lulus, tidak mau berorganisasi. Pemikiran tersebut perlahan-lahan menghilang ketika sudah menjadi mahasiswa bidikmisi. “Belajar nulis juga semenjak kuliah, apalagi penerima bidikmisi. Sayang dong sudah ngabisin uang negara tapi kita nggak berbuat apa-apa untuk negara. Akhirnya kakak mencoba buat ikut kegiatan dan aktif di kampus,” ucap Nadya. Beberapa prestasi yang ia dapatkan semenjak awal kuliah sampai saat ini yaitu Juara 1 Lomba Debat pada Acara Fish Festival 2016 yang diselenggarakan oleh HMJ MSP Faperika Universitas Riau, Juara II Lomba Debat Pendidikan se-Riau yang diselenggarakan oleh BEM FKIP Universitas Riau pada Mei 2016, Juara III Debat Kebangsaan Gelora Peradaban Tingkat Nasional dalam acara Gelora Peradaban UR Expo, Pekanbaru pada 22-25 November 2017, dan masih banyak lagi. Ia juga pernah menjadi Duta Pendidikan FKIP Universitas Riau 2017.

Rintangan demi rintangan pasti pernah Nadya alami. Ia pun menceritakan semua rintangan yang harus ia lalui. “Dulu ketika awal mengikuti lomba debat, kakak sering mengalami demam panggung. Kakak juga pernah meninggalkan perkuliahan. Saat lomba, kakak harus belajar lebih ekstra sekalian buat pertahankan Bidikmisi. Rintangan lainnya yaitu terkait dengan permasalahan dana. Saya harus bersaing dengan mahasiswa lainnya dalam pengajuan proposal ke Universitas agar mendapatkan dana,” ungkap Nadya. Ia juga bercerita kalau living cost belum cair, ia tidak merasa kebingungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya karena sudah membiasakan diri untuk berhemat. Pada awalnya, orang tuanya juga kurang mendukung atas semua yang dilakukannya, karena semua itu akan mengalihkan fokusnya dalam belajar. Tapi, akhirnya orang tuanya juga mendukung selama kegiatan tersebut bermanfaat.
Di akhir wawancara, Nadya memberikan tips yang sudah mengantarkannya menjadi orang yang sukses seperti saat ini. “Tipsnya yaitu Dream, Plan, and Do. Selain itu harus dibarengi dengan latihan dan percaya diri,” ucapnya. Ia berpesan pada semua mahasiswa bidikmisi, bahwa jangan tetap bertahan di zona nyaman, sesekali keluarlah dari zona itu. Banyak sekali hal di luar sana yang bermanfaat. Jangan takut untuk mulai berprestasi. Kegagalan itu awal dari keberhasilan. “Bidikmisi itu bukan hanya untuk orang yang kesulitan dalam dana, tetapi juga menuntut kita untuk berprestasi. Gunakanlah uang tersebut sebaik mungkin dan berhematlah, jangan hanya menuntut hak tetapi harus menjalankan kewajiban juga, jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya. (Syari’atud Diniah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *