Apa itu Pusat Layanan Advokesma Formadiksi UM?

Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM)  melalui Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) mempersembahkan program kerja Pusat Layanan Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa Bidikmisi UM yang hadir untuk membantu menyelesaikan masalah mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah UM angkatan 2020.  Program kerja ini dimulai pada 8 Februari 2020 sampai akhir kepengurusan Formadiksi UM tahun 2020.

Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Dima Syafa’a Nabila, penanggung jawab program kerja Pusat Layanan Advokesma Formadiksi UM pada Kamis (16/4/2020) untuk mengetahui latar belakang, tujuan, dan sistem layanan program kerja ini. Yuk, simak liputannya!

Mahasiswa rantau penerima Bidikmisi yang memiliki masalah sulit untuk mencari solusi dan penyelesaiannya merupakan latar belakang dari program kerja ini.

“Latar belakang dari program kerja ini adalah mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan penerima KIP Kuliah UM angkatan 2020 yang berasal dari daerah yang berbeda-beda dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda juga. Hal ini terkadang membuat teman-teman Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan penerima KIP Kuliah UM angkatan 2020 memiliki permasalahan yang berbeda-beda dalam dunia perkuliahan. Sebagai seorang mahasiswa rantau yang memiliki masalah bahkan sulit untuk mencari solusi dan penyelesaiannya,” jelas Dima Syafa’a Nabila.

Pusat Layanan Advoksma bertujuan untuk menyelesaikan masalah di bidang akademik, nonakademik, dan finansial.

“Formadiksi UM mempersembahkan Pusat Layanan Advokesma ini untuk membantu menyelesaikan masalah mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM angkatan 2020 di bidang akademik, nonakademik, dan finansial. Di bidang akademik yaitu berhubungan dengan akademiknya maupun yang berhubungan dengan kebidikmisian dan KIP Kuliah. Di bidang nonakademik yaitu membantu menyelesaikan permasalahan di luar masalah akademik mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM angkatan 2020 yang berhubungan dengan keberlangsungan kuliahnya dan membantu menyelesaikan permasalahan mahasiswa baru penerima KIP Kuliah UM angkatan 2020 mengenai tempat tinggal. Di bidang finansial yaitu membantu permasalahan keuangan mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM angkatan 2020 yang sangat penting dan mendesak yaitu berupa peminjaman dari dana Donasi 1%,” ungkap Dima.

Kegiatan Pusat Layanan Advokesma berbentuk layanan advokasi, melakukan bimbingan berkala, mendirikan stan pada saat penerimaan mahasiswa baru UM, dan melakukan pengawasan kepada mahasiswa yang meminjam dana dari Donasi 1%

“Bentuk kegiatan Pusat Layanan Advokesma adalah layanan advokasi kepada mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM angkatan 2020. Setelah permasalahan tersebut terselesaikan dengan solusi yang telah diberikan akan dimasukkan ke dalam database permasalahan mahasiswa penerima Bidikmisi UM dan KIP Kuliah UM. Kami juga mencantumkan contact person ke dalam setiap postingan Divisi Advokesma. Setiap dua bulan sekali akan membagikan informasi di Grup WhatsApp, Instagram, dan media sosial lainnya,” jelas Dima tentang alur layanan program kerja ini.

“Mengingatkan kepada seluruh teman-teman apabila temannya yang sedang menerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi atau KIP Kuliah dan mendapat permasalahan dimohon melaporkan ke Formadiksi UM agar dapat membantu setiap permasalahannya. Selain itu, Pusat Layanan Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa juga melakukan bimbingan secara berkala bagi mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM yang mendapat IP di bawah 3,00. Untuk membantu dan memudahkan mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2020 mendapatkan informasi kebidikmisian dan KIP Kuliah, Pusat Layanan Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa juga mendirikan stan pada saat pendaftaran ulang mahasiswa baru UM angkatan 2020. Dalam bidang finansial, melakukan pengawasan secara berkala bagi mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2016–2019 dan KIP Kuliah UM angkatan 2020 yang meminjam dana dari Donasi 1%,” tambah Dima.

Segala permasalahan mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM dijaga kerahasiaannya.

“Kami akan menerima segala curhatan tentang permasalahan akademik, nonakademik, dan finansial. Tetap terbuka dengan kami, kami akan menjaga kerahasiaannya. Tidak perlu sungkan-sungkan untuk meminta bantuan dari kami, karena program kerja ini hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang teman-teman alami yaitu mahasiswa penerima Bidikmisi UM dan KIP Kuliah UM,” pesan Dima kepada teman-teman Bidikmisi UM.

Nah, itu tadi hasil liputan Reporter Formadiksi UM News dengan Dima Syafa’a Nabila selaku penanggung jawab program kerja Pusat Layanan Advokesma ini. Semoga bermanfaat untuk menginformasikan kepada mahasiswa penerima Bidikmisi UM dan KIP Kuliah UM agar dapat menyelesaikan setiap kendala yang dialami. Pusat layanan Advokesma ini dapat teman-teman akses melalui link http://formadiksi.um.ac.id/pusat-layanan-advokasi-dan-kesejahteraan-mahasiswa/. Teman-teman juga bisa menghubungi langsung melalui WhatsApp atas nama Dima Syafa’a Nabila (082138141479) dan Alin Septiana (083114389067).

Kami siap menampung permasalahan teman-teman, memberikan solusi, dan menjaga kerahasiaan masalah tersebut.

Reporter          : Indra Setiawan

Editor              : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *