Berlaga di Bidang Inovasi Digital, Tim Fatih Project Juarai LIDM 2020

Formadiksi UM News — Berani mencoba adalah modal pertama yang harus dimiliki jika ingin menorehkan sebuah prestasi. Hal itulah yang dilakukan oleh Adang Sutrisno, mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM), angkatan 2019, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Tak disangka, ketika pertama kali memutuskan untuk mengikuti lomba, Adang berhasil memenangkan perlombaan. Tentu saja ia tidak sendiri. Ia tergabung di dalam sebuah tim bernama Fatih Project yang beranggotakan dua rekannya dan satu orang rekan sesama mahasiswa penerima Bidikmisi UM bernama Siti Khairunnisa, mahasiswa angkatan 2017, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada Sabtu (5/9/2020), Reporter Formadiksi UM News sudah mewawancarai Adang dan Siti Khairunnisa untuk mengetahui cerita lengkapnya. Penasaran dengan lomba yang diikuti oleh Adang dan Siti Khairunnisa sebagai Tim Fatih Project? Simak liputannya, berikut ini!
“Lomba Inovasi Digital Mahasiswa atau yang umumnya disingkat menjadi LIDM ini merupakan lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahun ini, Universitas Negeri Yogyakarta menjadi tuan rumah perlombaan,” ucap Adang mengawali wawancara.
Meskipun dilaksanakan secara daring, antusiasme peserta untuk berkompetisi dalam LIDM 2020 tetaplah tinggi. Ketika banyak peserta yang gugur di babak penyisihan, Tim Fatih Project tetap bertahan. Akhirnya, babak final LIDM 2020 yang dilaksanakan pada 5 September 2020 lalu, menyatakan Tim Fatih Project sebagai juara 1 dalam Divisi 1 Inovasi Teknologi Digital Pendidikan dengan perolehan nilai sebanyak 1.780 poin.
“Jujur, saya tidak menyangka bisa menjadi juara 1. Selama berkuliah di UM, LIDM 2020 menjadi lomba pertama yang saya ikuti, itupun berawal dari ajakan kakak tingkat di perkuliahan. Saya senang sekali bisa mendapat pengalaman sekaligus langsung memperoleh kemenangan di dalam lomba, alhamdulillah. Terima kasih terutama kepada kedua orang tua saya, kepada Tim Fatih Project, dan teman-teman yang sudah mendukung saya,” tutur Adang.
Hal senada juga diungkapkan oleh Siti Khairunnisa.
“Saya bersyukur karena ini merupakan suatu tanggung jawab dan kepercayaan yang diamanahkan kepada kami, Tim Fatih Project dan saya sebagai koordinator tim untuk melanjutkan perjuangan ini hingga memberikan manfaat kepada masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Siti Khairunnisa menjelaskan ide inovasi digital yang ia dan timnya usung pada LIDM 2020.
“Pada LIDM 2020 kali ini, ide yang kami usung adalah aplikasi “Al-Fatih, Al Qur’an for Life Sciences” Media Pembelajaran Sains Qur’ani. Hadir untuk memberikan pemahaman dan penafsiran yang bersangkutan dengan Al-Qur’an dan isinya serta berfungsi sebagai Al-Fatih (pembuka) kebenaran, dan mubayyin (pemberi penjelasan) lewat penjelasan arti dan kandungan Al-Qur’an, khususnya ayat-ayat Al Qur’an tentang sains yang tidak dapat dipahami atau memiliki arti samar serta bersifat abstrak sehingga pemaknaannya dapat dipahami secara utuh dan menyeluruh, dapat digunakan untuk menyikapi fenomena sains yang saat ini sedang terjadi, dan memberikan solusi atas permasalahan yang ada,” ucapnya.
Selain itu, keunikan dari inovasi aplikasi ini juga tidak kalah menarik.
“Al-Fatih, Al Qur’an for Life Sciences” merupakan aplikasi pembelajaran sains yang berbasis android mobile. Menyajikan ayat-ayat dalam surah Al-Qur’an yang disertai dengan 3 metode tafsir, yaitu tahlili, ijmali, dan maudhu’i. Tidak hanya itu, Al-Qur’an Al Fatih ini juga dilengkapi dengan menu pencarian ayat-ayat sains sesuai dengan kebutuhan topik yang dibahas.
Integrasi data dan materi yang disajikan dalam bentuk android mobile tentu memudahkan user (sasaran mitra kami yaitu siswa madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar islam terpadu) dalam membantu melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi yang memiliki banyak kendala, mulai dari akses media hingga penyajian materi,” jelas Siti Khairunnisa.
Meskipun berhasil mengecap manisnya perlombaan dengan keluar sebagai juara, baik Adang maupun Siti Khairunnisa tidak memungkiri adanya kendala yang sempat muncul ketika mengikuti perlombaan.
“Saya pribadi merasa terkendala di waktu karena ada kesibukan berorganisasi di samping mengikuti lomba, sehingga saya harus pandai membagi waktu antara mengerjakan program kerja organisasi dan mengikuti lomba. Meskipun begitu, saya tetap di-support oleh anggota tim yang lain dan saya berterima kasih akan hal itu, terutama kepada Mbak Nisa yang telah mengajak saya untuk mengikuti lomba (LIDM) ini,” tutur Adang.
“Kendala? Ada tentunya. Namun, alhamdulillah semua dapat kami atasi di internal tim kami,” tutur Siti Khairunnisa.
Siti Khairunnisa mengakui bahwa kendala yang berhasil diatasi oleh ia dan timnya adalah juga karena peran dan bantuan dari berbagai pihak.
“Semua hasil yang kami peroleh tentunya tidak luput dari peran besar semua pihak yang berada di belakang kami. Mulai dari super tim Al Fatih, kemudian tentor kami yaitu Bapak Dr. Sentot Khusairi, M.Si selaku dosen pembimbing, Ustadz Dr. Yusuf Hanafi, M.Fil.I. yang banyak memberi masukan, mitra sasaran kami, jurusan kimia, dan juga dukungan mulai dari Bapak Ir. Nurul Hamid, selaku Kepala Sub Bagian Kemahasiswan dan Alumni, sampai Bapak Subur Hariono, S.Pd selaku Kepala Bagian Tata Usaha FMIPA UM, serta pihak Universitas Negeri Malang,” sebutnya.
Terakhir, Siti Khairunnisa menitipkan pesan untuk seluruh Mahasiswa Bidikmisi, khususnya mahasiswa penerima Bidikmisi UM agar terus berprestasi.
“Libatkan segala sesuatunya karena Allah. Sungguh tiada daya dan upaya apapun jerih payah yang kita lakukan jika tidak diniatkan karena-Nya dan jika sudah berusaha maka pasrahkan segala keputusan pada Allah Yang Maha Mengetahui Segala Yang Terbaik bagi hamba-Nya,” tutup Siti Khairunnisa.

Reporter: Syani Yemima Syahrul
Editor: Chantika Putri Ana

One thought on “Berlaga di Bidang Inovasi Digital, Tim Fatih Project Juarai LIDM 2020”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *