Bidikmisi Menginspirasi: Ari Founder KerabaTani, Studi Cepat dengan Segudang Prestasi

Bidikmisi Menginspirasi: Ari Founder KerabaTani, Studi Cepat dengan Segudang Prestasi

Formadiksi UM News –Ari Gunawan, salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 2017, program studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran (PADP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang berhasil mengukir segudang prestasi bahkan hingga ke Negeri Gingseng atau Korea. Diiringi rentetan prestasinya, ia juga berhasil menyelesaikan studi dengan cepat dan tepat yakni selama 3,5 tahun.

Nah, penasaran dengan kisah inspirasi dari seorang Ari Gunawan? Yuk, simak hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News pada Minggu (20/12/2020) dan Rabu (23/12/2020)!

Awal mula Ari memutuskan untuk memilih UM dan diterima sebagai penerima Bidikmisi

“Berkesan, sangat berkesan. Karena dahulu awalnya saya tidak ingin masuk UM. Awalnya ingin masuk Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN), akhirnya tidak keterima di tahap-tahap terakhir. Lalu juga daftar ke Universitas Gadjah Mada (UGM), dan UGM juga menolak saya dahulu. Kemudian dari guru Bimbingan Konseling (BK) disarankan untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ke UM. Akhirnya diterima serta Bidikmisi, itu jadi poin bagi hidup saya dapat grow up dan berhusnuzan karena saya yakin Allah pasti memberikan sesuatu yang lebih baik lagi.”

Berani memulai bisnis sendiri pertama kali di Malang

“Sembari menunggu waktu kuliah, saya berbisnis wirausaha sendiri saat pertama kali di Malang. Tidak punya siapa-siapa tetapi memberanikan diri untuk berbisnis di bidang digital waktu itu. Itu yang paling berkesan, sebelum masuk kuliah. Sehabis itu saya sah diterima sebagai penerima Bidikmisi. Semangat, karena saya tahu mahasiswa penerima Bidikmisi banyak yang berprestasi. Termasuk dari kalangan kurang mampu juga, termasuk saya waktu itu. Tetapi tetap semangat untuk membangun keluarga dan semangat berbisnis, dari situ dapat lebih semangat karena Bidikmisi.”

Mencoba belajar dari banyak mengikuti kompetisi

“Dari ilmu saya yang sedikit ini, saya banyak belajar dan ikut banyak kompetisi. Pertama kali ikut lomba di UGM, waktu masih mahasiswa baru yaitu pada bulan September sebulan pasca masuk kuliah yaitu Lomba Esai Nasional masih masuk 5 besar tingkat nasional. Kemudian mengikuti Debat Formadiksi UM dan mendapatkan Juara 2 se-UM. Musabaqah Tilawatil Quran UM mendapatkan Juara 2 se-UM. Lalu mengikuti Lomba Essay Nasional AFS “3 Tahun Pemerintahan Jokowi dan mendapatkan Juara 1. Lanjut di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yaitu mendapatkan Juara 2 Lomba Essay National Islamic Sociology Fair.”

Belum berhasil dan terus mencoba untuk kembali berprestasi

“Setelah itu berusaha ikut lomba lagi, tetapi belum berhasil sampai akhir semester 1. Awal semester 2 belum berhasil juga. Hingga bulan April tahun 2018 akhir semester 2, berhasil masuk 50 terbaik peserta sebagai Delegasi Universitas Negeri Malang Agen Toleransi Nusantara National Toraja Youth Camp dan berangkat ke Toraja, Toraja Youth Camp nama event-nya. Selama di Toraja saya juga mengikuti lomba yang diwakilkan teman saya di UM dan meraih Juara 3 National Call for Paper Tax Digital Community. Seminggu berselang, mengikuti lomba di Universitas Brawijaya (UB) di Creativity Business Competition, Kita menggugurkan 250 tim dan peringkat 4 terbaik se-Indonesia di bawah UI, IPB, dan UB dan mendapatkan kategori Juara Favorit.”

Mendapat kesempatan untuk belajar di Malaysia, Singapura, dan Thailand

“Kemudian tim saya berhasil meraih Champion Start Up Selected Taiwan Cultural Creative Camp dan berangkat ke Taiwan selama satu setengah bulan. Kita meraih Juara 2 Lomba Esay International Future Leader League yang berhadiah riset ke Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sekitar bulan Juli tahun 2018 meraih Best 40 Start Up of The Year Bank Indonesia Institute. Lalu meraih Juara 1 Desain Aplikasi Komputer Al-Quran MTQ Mahasiswa Regional Jawa Timur V. (Dan) setelah itu fokus di KerabaTani, membangun  start up. Mewakili Formadiksi UM pada ajang esai dan meraih Best Poster Bidikmisi Scholarship Community Essay Nasional. Kemudian meraih Juara 1 Essay Nasional Psychology Intelectual di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UIN Sunan Ampel Surabaya). Pada awal tahun 2019 meraih Juara 1 MTQ Mahasiswa Nasional Desain Aplikasi Komputer Al-Quran (yang dilaksanakan di) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. (Dan) UM merupakan juara umum (ajang MTQ tersebut).”

Berhasil menggapai prestasi di kancah internasional

“Lalu mendapat dana untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan dapat dana dari kementrian yakni Pendanaan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi – CPPBT, USD 15.500 untuk membangun start up. Pada bulan Februari, Maret, hingga April mengikuti Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), akhirnya mendapatkan urutan ke-3. Pada PIMNAS 32 dapat 2 medali perunggu pada kategori poster dan kategori presentasi PKM-T. Kemudian kita meraih Winner Korea Start Up Grand Challenge Global Audition, dan mendapatkan hadiah sebesar USD 10.500 sekitar bulan Agustus awal, yang merupakan 40 terbaik dunia dari 1600 tim dan dari 90 negara yang diselenggarakan di Korea. Pada bulan April  tahun 2020 ini berhasil meraih urutan ke-2 Mawapres UM. Lalu di bulan Agustus ini berhasil meraih Juara 3 Kompetisi Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) di bidang riset dan teknologi dan Juara 1 KMI (Kewirausahan Mahasiswa Indonesia) di bidang teknologi.”

Perjalanan KerabaTani hingga ke Korea

KerabaTani merupakan alat yang berhasil diciptakan Ari bersama tim. Ari mengungkap perjalanan prestasinya melalui KerabaTani sebagai berikut.

“Mulai dari riset ide butuh waktu sekitar selama 1 tahun, mulai dari ideating benar-benar ide kosongan bulan Januari 2018. Lalu kita belajar banyak di Inkubasi Bisnis UM. Pada bulan April, Mei, dan Juni kita ikutkan lomba dan menang yakni di Taiwan dan juga di Malaysia, Singapura, dan Thailand dari Bank Indonesia. Pada 2018 akhir kita melakukan evaluasi. Nah, tahap ide selesai dan membuat produk. Di awal tahun 2019 mendapatkan pendanaan dari produk yang telah dibuat, yakni mendapatkan dana dari Kemenristekdikti sekitar USD 15.000 dari PIMNAS dan Korea. Seleksi di Korea ini dimulai pada bulan April, tahapan seleksi berupa pendaftaran berkas, presentasi, dan Global Audition. Jumlah peserta pendaftar pada tahun ini mencapai 1.667 start up dengan total 97 Negara dari seluruh dunia, dan untuk berhasil lolos mengikuti program maka proses seleksi dari tingkat nasional melalui berkas dan presentasi, setelah itu pemeringkatan secara internasional melalui Global Audition Winners. Setiap tahun hanya diambil 40 tim terbaik dari seluruh dunia untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan inkubasi 3.5 bulan dan co-working space di Startup Campus Korea, dan total pendanaan USD 10.500.”

Tidak berhenti sampai di situ, KerabaTani tetap memberikan inovasi

“Tahun 2020 dapat beberapa project pemerintah di bidang riset untuk pengembangan alat pertanian melalui Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) dan riset Covid-19 bahan pangan. Di tingkat mahasiswa terdapat beberapa penghargaan di tahun ini juga KBMK di bidang komersialisasi riset dan teknologi juara 3 dan KMI event kewirausahaan nomor 1 di Indonesia, dapat Juara 1 di bidang teknologi dan dapat pendanaan KMI. Ini merupakan perjalanan singkat KerabaTani hingga Korea.”

Berhasil menyelesaikan studi S1 hanya selama 3,5 Tahun

“Perasaannya cukup senang dan cukup bangga. Sambil berprestasi sedikit-sedikit tetap fokus dengan studi saya, dan akhirnya dapat menyelesaikan studi bahkan 3,5 tahun. Karena saya sudah planning goals/tujuan saya, bahwa saya lulus cepat dan berprestasi. Itu benar-benar tidak ke-distrack dan tidak terganggu ketika berprestasi sambil menyelesaikan studi. Saya memulai mengerjakan skripsi pada semester 4 dengan membuat produk, mulai menulis skripsi di semester 5, semester 6 saya menyelesaikan, dan semester 7 awal saya mendapatkan dosen pendamping. Setelah itu, saya langsung mengajukan proposal sayayang sudah saya selesaikan. Alhamdulillah saya lulus dan melaksanakan ujian proposal, serta melaksankan ujian skripsi yang diuji langsung oleh 2 profesor dan 1 doktor. Karena saya juga mengikuti banyak lomba, salah satunya lomba karya tulis. Nah, di situ saya dapat belajar untuk menyusun dan menulis skripsi yang baik, serta adanya network juga membantu dalam berbagai aspek.”

Fokus dan mengendalikan diri melalui tantangan

“Tantangan pasti ada, stretch out-nya juga lumayan. Karena senang dan dinikmati, akhirnya dapat fokus ke diri sendiri juga. Kesulitannya adalah belum punya goals yang tetap dan susah untuk mengendalikan diri. Di sini saya mendapatkan pelajaran, saat berproses. Setelah itu ketika kita handle stress-nya, ketika kita handle apa yang hanya kita bisa kendalikan, dan ketika kita fokus kepada diri kita sendiri. Insyaallah dapat dilalui.”

Tentukan tujuan atau goals yang ingin dicapai

“Untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah, tentukan tujuanmu dari sekarang, sejak mahasiswa baru ataupun yang sudah semester sekian tidak apa-apa, tetap tujuan karirnya apa. Tentukan passion atau ikigai-nya apa. Membuat target 5 hingga 10 tahun ke depan, baru break down yang 2 tahun pertama dibuat per bulan sehingga target hidup dan kuliah teman-teman bisa diarahkan ke tujuan hidup teman-teman. Tentunya dapat diimbangi capaian tersebut dengan berprestasi.”

Buat definisi berprestasi untuk memacu diri agar berprestasi

“Selalu buat definisi berprestasi khusus dari teman-teman sendiri juga. Kalau saya, berprestasi walaupun ada beberapa prestasi yang saya dapatkan dan bukan merupakan tujuan akhir saya. Tujuan akhir saya makna berprestasi bagi diri saya sendiri adalah bermanfaat untuk orang lain. Entah saya bermanfaat untuk memberikan inspirasi, bisa memberikan manfaat dari produk yang saya hasilkan. Karena makna berprestasi adalah ketika kita dapat bermanfaat bagi orang lain dan saya mengambil satu prinsip hidup dari salah satu Ditjen Belmawa yang bilang ‘Jika belajar adalah ibadah, maka prestasi adalah ibadah’.”

Nah, demikian sobat hasil liputan mengenai kisah dan apa saja prestasi yang berhasil Ari Gunawan gapai. Sangat menginspirasi bukan? Semoga dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kita untuk berprestasi di kancah universitas, regional, nasional, dan internasional ya, sobat! Tak lupa menginspirasi kita agar dapat lulus dengan cepat dan tepat.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter          : Ayu Anggraeni Wulansari

Editor              : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *