Bidikmisi Menginspirasi: Oval Pratama, Yakini ‘Anything is Possible’

Dalam Bidikmisi Menginspirasi kali ini, Reporter Bidikmisi Menginspirasi berhasil mewawancarai Oval Pratama, Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2017 Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah yang merupakan Ketua Umum Himadiksi (Himpunan Mahasiswa Bidikmisi) Universitas Tadulako.

Mahasiswa asli Palu yang lahir pada 5 November 1999 ini mengaku sudah tertarik di dunia debat sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) karena ia berhasil meraih juara Debat Bahasa Indonesia di tingkat provinsi. Saat memasuki dunia perkuliahan, Oval (sapaanya) juga tetap menekuni bidang debat dan merambah ke bidang kepenulisan. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi-prestasinya di kompetisi debat maupun kepenulisan tingkat regional hingga nasional.

“Prestasi yang paling mengesankan bagi saya adalah menjadi 5 penulis puisi terbaik dari 4.131 penulis se-Indonesia, menjadi Best Speaker dalam Kontestasi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2019, dan menjadi Perwakilan Regional Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat dalam Kontestasi Debat Konstitusi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tingkat Nasional 2019,” ucap Oval Pratama.

Ia membagikan sebuah cerita menarik dari sekian banyak perjuangannya untuk memberikan prestasi terbaik di dunia debat. Ia bercerita pengalamannya mengikuti seleksi debat konstitusi pertamanya saat memasuki perkuliahan.

“Saat itu ada informasi yang tersebar terkait dengan seleksi debat konstitusi, tanpa berfikir panjang saya langsung mengikuti seleksinya dan hanya sampai pada final,” ungkapnya.

“Sebenarnya saya tidak terpilih pada seleksi untuk berangkat final ke Malang. Rasa kecewapun kembali menghiasi, namun rasa syukur masih menakhodahi diri saya. Dengan kekuatan Allahu Akbar, salah satu tim yang masuk final mengundurkan diri dan ditunjuklah saya sebagai pengganti untuk berangkat final ke Malang. Semenjak itu, saya mulai rajin mengikuti lomba-lomba yang lain di bidang debat dan ditambah bidang kepenulisan. Alhamdulillah sudah memberikan kontribusi prestasi untuk Universitas Tadulako,” tambahnya.

Oval mengambil pembelajaran dari apa yang ia alami diatas ‘jika rasa syukur dan ikhlas kita masih besar dalam diri, maka semua akan baik-baik saja’.

“Sejak kejadian itulah saya banyak mengambil pembelajaran yang pada intinya satu hal yang perlu saya sampaikan, ‘jika rasa syukur dan ikhlas kita masih besar dalam diri, maka insya Allah semua akan baik-baik saja’. Sebab dengan modal ikhlas dan terus bersyukur itulah saya terus mendapatkan kebahagiaan selama berkuliah hingga saat ini,” ujarnya.

Motivasi diri yang selalu ia percaya yaitu ‘anything is possible’, percaya tidak ada yang tidak mungkin jika semua itu diiringi dengan doa.

“Cara saya memotivasi diri saya sih seperti ini, saya menganggap saya itu pemenang. Saya percaya dengan kalimat ‘anything is possible’ dan selalu saya tanamkan di dalam diri. Jika tiba suatu saat saya berada di titik yang paling rendah bahkan putus asa, saya selalu ingat wajah orang tua saya. Saya percaya tidak ada yang tidak mungkin jika semua itu diiringi dengan doa. Semua juga akan sia-sia jika tanpa doa,” jelas Oval.

Pesan Oval kepada seluruh Mahasiswa Bidikmisi yaitu hutang tersebesar adalah membahagiakan orang tua, teruslah berprestasi agar orang tua senantiasa tersenyum bahagia.

“Saya hanya berpesan kepada seluruh Mahasiswa Bidikmisi bahwa teruslah ingat apa hutang terbesarmu dengan menyandang gelar mahasiswa itu. Apa hutang terbesar itu? Ialah membahagiakan kedua orang tua. Jika kita mengingat itu, pasti kita akan terus berbuat hal-hal yang membuat mereka tersenyum. Yakin dan percayalah kamu akan terus mengukir prestasi. Sebelum terlambat, maka berprestasilah! Mari lahirkan senyum di wajah mereka!” tutupnya.

Reporter          : Nadya Erawati

Editor              : Ayuneng Indah Molani dan Mangesti Tiara Lestari

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *