Cara Jitu Menulis Opini, Simak Rahasianya dari Sang Juara!

Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) merupakan organisasi independen yang menyatukan, menampung, mengembangkan, dan menyalurkan potensi serta aspirasi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Negeri Malang (UM). Salah satu program kerja dari Formadiksi UM yaitu Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah Tingkat Nasional (OPCN) Tahun 2021 yang mengusung tema “Asah Kreativitas dan Kreasi Menulis Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah, Bangkitkan Semangat Berprestasi Wujud Kontribusi untuk Negeri”.

Teman-teman pembaca pasti sudah menyimak dua tips dan trik sebelumnya yang membahas mengenai tips dan trik menulis puisi serta cerpen, untuk itu dalam artikel ini kami akan memaparkan tips dan trik menulis opini. Opini merupakan suatu pandangan, keputusan, atau taksiran yang terbentuk dalam pikiran mengenai suatu persoalan tertentu. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai menulis opini yang baik dan benar, pada Kamis (8/7/2021) Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Supri Alvin, salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2017, sekaligus penyandang gelar sebagai Juara 2 Kategori Opini dalam Lomba Cipta OPCN Tahun 2020. Penasaran? Check it out!

Berawal dari mengikuti organisasi hingga tertarik untuk menulis opini.

Jadi, sebelum ini saya sebenarnya sudah sering menulis karena saya tergabung dalam Pers Mahasiswa. Pada tahun 2019, saya merupakan Pimpinan Umum Pers Mahasiswa Suara USU dan pada tahun 2020, saya sebagai Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Pers Mahasiswa Suara USU. Dari lembaga pers ini saya mulai tertarik dalam menulis khususnya menulis opini, tetapi dalam hal kompetisi hanya beberapa kali saya ikuti. Kenapa begitu? Karena di Pers Mahasiswa itu kami sangat mengejar deadline ya, mengejar kehangatan topik headline begitu, jadi waktu habis di Pers Mahasiswa dan jarang sekali ikut lomba. Bahkan, untuk mendalami menulis opini ini saya juga ikut dalam kelas redaktur TEMPO, jadi TEMPO Institute itu membuka kelas redaktur dengan tema Menulis Opini Menembus Majalah Redaksi. Saya ikut kelas tersebut dari TEMPO Institute. Nah, itulah bentuk keseriusan saya dalam menulis opini.

Kemalasan membaca akan menjadi kendala dalam menulis opini.

Kendala dalam menulis opini itu sebenarnya terlihat dari kita banyak membaca atau tidak karena dalam menulis opini itu kita akan menuangkan gagasan-gagasan, buah pikiran terhadap suatu isu. Nah, jika kita banyak membaca, maka akan mudah dan luwes kita menanggapi serta membuat gagasan terhadap suatu isu, tetapi jika kita sedikit membaca, maka kita akan kesulitan. Selain itu, kita juga tidak begitu paham bagaimana menulis dengan baik dan bagaimana bacaan yang dekat dengan pembaca. Jadi, untuk teman-teman yang ingin melanjutkan atau ingin serius dalam hal menulis khususnya menulis opini, banyaklah membaca karena semakin banyak buku yang kita baca, semakin banyak ide dan gagasan kita dalam suatu hal.

Referensi terdahulu dapat dijadikan acuan dalam menulis opini.

Bagaimana caranya? Selama ini, saya kebetulan tipe otak sensing ya! Yaitu tipe otak peniru. Kalau dalam langkah saya belajar itu metodenya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Jadi ketika saya menulis, saya itu melihat contoh-contoh terdahulu. Contoh-contoh yang sudah ada, yang telah publish, bagaimana tulisannya, kemudian saya membuat tulisan dengan pedomannya hal tersebut atau bacaan yang sudah ada terdahulu. Jadi, metodenya itu amati, tiru, modifikasi. Sebenarnya bukan hanya dalam hal menulis saja, tetapi dalam hal desain atau apapun itu, metode ATM ini sangat membantu sekali.

Peserta dari 35 kampus dan panitia sigap menjadi kesan tersendiri dalam Lomba Cipta OPCN Tahun 2020.

Sebagai kesan dalam OPCN tahun lalu, sangat senang, ya. Pesertanya aktif dan kalau tidak salah ada 35 kampus se-Indonesia yang ikut berpartisipasi. (Dan) panitianya juga sigap, fast respon ketika ada pertanyaan yang ingin ditanyakan dan kurang jelas.

Harapan untuk Lomba Cipta OPCN Tahun 2021

Terakhir, harapan untuk OPCN kali ini, diharapkan lebih banyak peserta yang ikut, mudah-mudahan bisa sampai tembus 100 universitas atau kampus dan pesertanya sampai seribu karena semakin banyak saingan maka semakin berkualitaslah hasil juara yang diterbitkan.

Demikian liputan Reporter Formadiksi UM News dengan Supri Alvin, Juara 2 Kategori Opini dalam Lomba Cipta OPCN Tahun 2020. Semoga bermanfaat dan memotivasi teman-teman untuk mengikuti dan mengirimkan karya terbaiknya, khususnya dalam menulis opini pada Lomba Cipta OPCN Tahun 2021. Pastinya banyak manfaat yang akan teman-teman dapatkan nantinya. Nah, tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan karya teman-teman melalui link berikut: http://formadiksi.um.ac.id/pendaftaran-lomba-opcn-2021/! Untuk informasi selanjutnya silakan cek panduan berikut ini: http://formadiksi.um.ac.id/panduan-opcn-2021/.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

KIP Kuliah! Generasi Muda Semangat Berprestasi!

Reporter          : Firda Imroatus Solekah

Editor              : Afifa Masfufa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *