LTLC 2021 Hadirkan Agenda Baru! Yuk, Daftarkan Dirimu Sekarang!

Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) telah membuka pendaftaran kegiatan Little Talk Little Care (LTLC) Tahun 2021 pada Kamis (10/6/2021). Kegiatan LTLC Tahun 2021 ini merupakan kegiatan LTLC kedua yang dilaksanakan secara online seperti tahun sebelumnya. Kegiatan ini diharapkan bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa penerima Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah UM Kampus II. Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Annisa Tisna Mufidah, selaku Ketua Pelaksana LTLC Tahun 2021 pada Minggu (6/6/2021). Yuk, Selengkapnya >>

Bully

Bully Karya : Alvi Nur Jannah Awan cerah yang suram Hawa sekejap mencekam Angin dingin menyentuh badan Menusuk relung teramat dalam Tangan bergetar Jiwa meronta-ronta inginkan kebebasan Kaki dipasung jeruji kehormatan Kepala hilang mahkota Badan bukan milik pribadi Rasa sakit menghujam badan Perlakuan bagaikan setan Persetan dengan kemanusiaan Raga seakan mati rasa Batin menerawang jauh kepiluan Mata banjir harapan yang tak berwujud Dendam terpatri dalam jiwa Keadilan, apakah itu ada? Kehidupan terasa neraka Tolong…. Duniaku roboh

Selamat Tinggal

Selamat Tinggal Oleh: Umi Masruro Terpanggil ragaku dalam tepi yang sunyi Menebar sepi dalam indahnya pelangi Rapuh hati dalam kian perpisahan Tertinggal kecewa sedalam lautan Terdengar isak-isak tangis Sebab terjebak janji manis Ratapan nan pilu bergejolak, menebas lara yang berteriak Dulu, yang sempat singgah, hingga kini telah berubah Apa arti dari kehancuran, selain kebersamaan berakhir perpisahan

LKTIEN 2021 Hadir dengan Konsep Baru, Persiapkan Karya Terbaikmu!

Formadiksi UM News – Tahun ini, Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) kembali menghadirkan inovasi dengan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Esai Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah Tingkat Nasional (LKTIEN) Tahun 2021 yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ajang ini merupakan salah satu program kerja yang dinaungi oleh Divisi Keilmuan dan Pengabdian (KP). Kegiatan ini sendiri ditujukan bagi mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah di seluruh kampus di Indonesia. Setelah Reporter Formadiksi UM News melakukan wawancara pada Jumat Selengkapnya >>

Rayakan Satu Dekade, Formadiksi UM Jalin Silaturahmi secara Daring

Formadiksi UM News – Satu dekade bukanlah waktu yang singkat bagi perjalanan suatu organisasi, tak terkecuali dengan Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM). Dengan segala lika-liku, hambatan, maupun pencapaian yang ada sejak awal berdiri hingga sekarang, Formadiksi UM kini telah berhasil mencapai usianya yang ke-10. Untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Formadiksi UM menggelar serangkaian acara yang dilakukan secara dalam jaringan (daring) pada Minggu, (30/5/2021). Meski perayaan dilakukan secara daring, tetapi tidak menyurutkan semangat peserta dalam menyambut Selengkapnya >>

Dapatkah Mengembalikan Ronanya?

Dapatkah Mengembalikan Ronanya?Oleh: Raihanita Ika Puspayanti Ibu Pertiwi,dapatkah kita menilik kembali?Kala rahimmu melahirkan jiwa membara layaknya apiKala anakmu lahir oleh jiwa pendekar tanpa rasa gentarMelantangkan satu kata penuh makna bernama,Pancasila! Lantang menggema,menggetarkan setiap jiwa sejak kelahirannyaDisambut sukacita dan penuh harap setiap perjalanan hidupnya Pancasila,tersisip akan setiap impian negeri,kokoh berdiri sebagai fondasi,terlahir sebagai ideologi,pedoman bagi setiap jiwa pribumi Ibu Pertiwi,namun kini, anakmu tak segagah duluRonanya kian samar meredupDiucap tanpa tahu makna,dihafal tanpa diamalkan Ibu Pertiwi,Dapatkah kami mengembalikan rona anakmu?Mengembalikan getaran pada Selengkapnya >>

Lima Namun Bermakna

Lima namun Bermakna Oleh: Dedi Candra Hadirnya membawa lega Merengkuh setiap jiwa yang lama Terpasung derita Lahirnya mengubah negeri Timbul kagum akan kokohnya Berdiri menjadi ideologi Cukup lima! Namun penuh akan makna Cukup lima! Namun mampu mengepakkan sayapnya Merangkul banyak jiwa Cukup lima! Alasan kita bertahan, dengan puing-puing asa. Namun, dekatkah kita dengannya? Atau hanya tahu sekadar aksara? Setiap warsa, aku, kamu, kita, mereka, mengenang kelahirannya Mengenang akan histori yang terangkum, dalam sejarah lama Akhirnya, apakah hanya sekadar menjadi peringatan Selengkapnya >>