Bully

Bully Karya : Alvi Nur Jannah Awan cerah yang suram Hawa sekejap mencekam Angin dingin menyentuh badan Menusuk relung teramat dalam Tangan bergetar Jiwa meronta-ronta inginkan kebebasan Kaki dipasung jeruji kehormatan Kepala hilang mahkota Badan bukan milik pribadi Rasa sakit menghujam badan Perlakuan bagaikan setan Persetan dengan kemanusiaan Raga seakan mati rasa Batin menerawang jauh kepiluan Mata banjir harapan yang tak berwujud Dendam terpatri dalam jiwa Keadilan, apakah itu ada? Kehidupan terasa neraka Tolong…. Duniaku roboh

Selamat Tinggal

Selamat Tinggal Oleh: Umi Masruro Terpanggil ragaku dalam tepi yang sunyi Menebar sepi dalam indahnya pelangi Rapuh hati dalam kian perpisahan Tertinggal kecewa sedalam lautan Terdengar isak-isak tangis Sebab terjebak janji manis Ratapan nan pilu bergejolak, menebas lara yang berteriak Dulu, yang sempat singgah, hingga kini telah berubah Apa arti dari kehancuran, selain kebersamaan berakhir perpisahan

Selamat Natal

Selamat Natal Karya: Andi Ghalib Rahmat Jati.   Bulan yang dinanti telah tiba Nuansa hijau, merah, dan emas sudah ada di mana-mana Orang-orang pun mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta Kue-kue yang lezat dan rencana liburan Tak lupa kado terindah untuk semua Di Hari Natal yang bahagia Di antara gempita yang menggegap Ijinkan aku mengucapkan selamat padamu wahai sahabatku Natal datang untukmu dan juga untukku Selamat Hari Natal, teman-temanku.

Malam Natal

Malam Natal Oleh: Widya Dewi   Sore berganti senja, senja berganti malam Malam semakin larut, larut akan kasih sayang Memperdengarkan sepi yang panjang Meringkuk dalam belaian malam   Samar-samar terdengar suara pujian Dentang lonceng gereja bersahutan Menyanyi suci di malam sepi Tuhan hadir bagi insani   Terangnya pohon natal Seiring lampu gemerlap berpancar Menemani diri ‘tuk terus berpikir Serukan kedamaian di malam ini   Berayun hati bergetar bernyanyi Mari kita membuka diri Tuhan isilah hati kami Lindungilah dan berkati kami Selengkapnya >>

Ibu

Secercah embun pagi menghiasi dinding jendelaku. Secercah harapan muncul ketika sang fajar menampakkan senyumnya. Ku lewati pagi ini dengan senyum ceria dan penuh semangat. Doaku pagi ini, “Semoga aku melewati hal baik hari ini. Melewati jalan yang sudah terbentang ke depan. Harapan akan mimpi baru kembali muncul.” “Ibu, selamat pagi. Apakah dirimu baik-baik saja?” ucapku sambil melihat foto ibuku. Begitu banyak jasa yang telah kau berikan. Maafkan aku belum bisa membalas jasamu. Senyummu yang indah memecah kesedihanku. Melihat kenangan indah Selengkapnya >>