Persepsi Siswa Terhadap Mata Pelajaran Ppkn di Sekolah Menengah Kejuruan (Studi Deskriptif Kualitatif Kelas X SMKN 4 Malang)

Ifana Ade Pratiwi, Putri Khusnul Khotimah, Diky Romadoni Saputra, Sarti, Meidi Saputra Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang No. 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia meidi.saputra.fis@um.ac.id     1. Abstrak Sekolah Menengah Kejuruan atau yang sering disebut dengan SMK merupakan sekolah yang secara umum berorientasi pada penyiapan kompetensi siswa di dunia kerja. Oleh karenanya, sering timbul adanya prasangka bahwa mata pelajaran yang tidak berorientasi di dunia kerja menjadi mata pelajaran yang dinomorduakan oleh siswa SMK, termasuk di dalamnya mata pelajaran PPKn. Adanya Selengkapnya >>

Suratan Sederhana Hati Yang Tengah Hampa 

Oleh: Ribka Ravika Sari   Hampa  Ada hati kosong yang terluka  Telah tergores acap kali oleh ketidakpastian Kini seorang insan tengah lemah  Hilang rasa untuk percaya    Tanpa bebat  Bak kerongkongan mati rasa akan tersedak Alur hidup seakan terhenti dengan ribuan luka yang akan terjadi kelak    Terlalu hebat  Tak mampu mengurai tangis bengis akan tak terbendungnya  Luka batiniah terkadang kepahitan menguras lalu mengikat    Terlalu perih  Benalu penuh racun datang silih berganti  Tak biarkan korbannya bisa berdalih  Akankah bisa Selengkapnya >>

Mewujudkan Budaya Srawung Pada Masa Golden Age di Era Gempuran Teknologi yang Semakin Maju

Mewujudkan Budaya Srawung Pada Masa Golden Age di Era Gempuran Teknologi Digital yang Semakin Maju   Salah satu hal yang saat ini tidak terlepas dari kehidupan manusia adalah teknologi. Teknologi merupakan alat yang dapat berguna untuk membantu kehidupan manusia dengan cara mengurangi ketidakpastian dalam sebab dan akibat ketika mencapai suatu hal yang dikerjakan (Roger, 1983). Teknologi ini hadir dan berfungsi untuk mencapai efisiensi terhadap kegiatan manusia (Jacques Ellul, 1967). Dengan kemudahan yang ditawarkannya tersebut, tidak ayal banyak orang menggunakan teknologi. Selengkapnya >>

KELAM

KELAM Buah pena: Risma Nurfatmawanda Lentera tak bernyawa Menggulung hati yang nestapa Terbungkam sunyi di lamunan Entah apakah yang terpikirkan Sebatas fiksi sejauh angan Rinai kalbu kutahan Akara aksa tak tercapai Menghancurkan tabir impian Jauh….. Logika diam tak berpacu Terbius dalam semu Tenggelam dalam kelam Langkah….. Cahaya kasat yang begitu samar Temaram menepi terhampar Naungan harapan berpijar Syair….. Sejuta rekaan yang terlampir Dalam rangkuman asa yang terukir Baswara mendekat hadir Yakin….. Semakin ku lari semakin jauh Ku dekati agar tak Selengkapnya >>

Nabastala di Tanah yang Sama

Nabastala di Tanah yang Sama Oleh: Adistya Eka Sis Ardiansyah   Gelabah jika tak sejalan Meronta-ronta bila tak seiman Tercabik-cabik saat tak sepemikiran Gelagapan mengetahui tak setujuan Padahal keegoisan semata yang kau kejar   Di tanah yang sama, perjuangan dahulu kala buah perbedaan yang sepakat searah. Hanya secuil perbedaan, tak menolehkan visi kemerdekaan nabastala yang diidamkan. Namun dewasa ini, emosinya begitu meledak, tak henti mencaci dengan dalih persatuan. Bukankah cenderung mengarah ke rusak, retak nan terpecah?   Pada bangsa kau Selengkapnya >>

Demi Kami

Demi Kami Oleh: Adistya Eka Sis Ardiansyah   Hiruk pikuk tanah ibu pertiwi Para petinggi tak kunjung sadar diri Sedang orang kecil sibuk menadah mencari Nasib yang dulu dijanji-janji   Katamu negeri ini banyak kekayaan Tapi mengapa kau yang meraup semuanya Bukankah kami juga bagian dari perjuangan Sehingga tabu bila kau asingkan begitu saja   Kaum ber-uang makin tak kenal belas kasih Kaum bawah makin tak bisa menahan perih Yang kau injak juga tanah kami Yang kami inginkan sekedar harga Selengkapnya >>

Buruh!

Buruh! Oleh: Gita Aprilia   Kerjamu sepanjang waktu Berkontribusi penuh waktu Hingga tak menentu titik jenuhmu   Buruh! Begitu besar pengorbananmu Begitu besar perjuanganmu Begitu besar dampakmu Pada kehidupan ini   Buruh! Besar harapan untukmu Harapan keadilan untukmu Untuk hidupmu Untuk keluargamu Untuk semua pengorbananmu   Buruh! Perjuangkan hak-hakmu Suarakan aspirasimu Demi keadilan untukmu Sebaik-baiknya keadilan untukmu   Buruh! Buruh! Buruh!