Seperti Janin dengan Tali Pusarnya

Seperti Janin dengan Tali Pusarnya Oleh: Chaula Intan Charir Pada jam-jam kapal merapat Mataku akan merindu pemandangan ini Tentang ombak dan terumbu karang Kala tangan kita mendayung kelam lautan Adakalanya gelombang mengoyak raga Menghunus hingga nafas terperangah Merayap tak ingin kembali ke tanah Pada ujung sekawan duka itulah Kujumpai selengkung senyummu Menjelma perahu─Memungut aku Jemarimu memagari purnama Mengajak tangan-tangan lain beradu doa Merapal mantra dan bertanya: “Berapa banyak cahaya yang kaupunya?” “Cukup satu jika kita bersama” Ungkap mulutku yang telah Selengkapnya >>

Hadiah untuk Mira

HADIAH UNTUK MIRA Oleh: Agnes Tiara Sabila Senja perlahan bergulung, berganti menjadi benda bercahaya yang menjadi penerang bumi ini, setidaknya itu yang pernah kubaca dulu. Aku merasa beruntung sekali karena dipertemukan dengan orang baik yang penuh dengan kasih sayang, perlakukan baik, bahkan perhatian yang mereka berikan tanpa memandang aku ini siapa.  Sudah dua hari sebelum malam perayaan natal, tapi tetap saja sosok itu belum memberikan aku kabar. Ya, sosok itu adalah orang yang aku panggil ibu sejak dua tahun lalu. Selengkapnya >>

Gelora Juang Pahlawan

Gelora Juang Pahlawan Oleh: Lisa Julkarnain Putri Sengsara serta kehausan Tersiksa serta kelaparan Langkah lengah lawan penjajah Setakat berkoar! Indonesia Merdeka! Tak lupa… Darah juangmu tiada terhenti Luka jiwamu menganga tiada terobati Keyakinanmu kuat rela mati Hingga bertunas memori untuk negeri Yang tak pernah bisa untuk diganti Kini… T’lah kautinggalkan kenangan sejarah tak terlupakan Terbit cerita pijakan bagi kami pembela bangsa Sebagai penerus perjuanganmu wahai pahlawanku Terima kasih terucap Untukmu pahlawanku تسوق ماست اند هاربر السعودية أونلاين مع تخفيضات 25 Selengkapnya >>

Sekelebat Riwayat Aki

Sekelebat Riwayat Aki Oleh: Chaula Intan Charir Pada padang rumput yang bermetafora, menjadi tabung asap raksasa, menjadi ratusan rumah berjajar, atau balok-balok yang beradu tinggi Seorang aki-aki menatapnya ringkih “Sayangku, dulu aku pernah gagah sekali,” katanya Namun tetap saja, semua yang hidup, pastilah dipaksa meminum waktu Kulitnya belum lupa pada tetes-tetes darah, yang menjadi warna keberanian kota Juga tentang peluh dan tangis, yang tertumpah bertakung jadi lautan. “Sayangku, tunai sudah janji baktiku.” Dengan teguh ia yakin Kelak anak-anak akan bersenandung Selengkapnya >>

Sebuah Renungan

Sebuah Renungan Oleh: Elsa Fatmasari Indonesia sedang berbangga hari ini, mengenang jasa pahlawannya yang siap mati membela negeri. Indonesia sedang berbangga hari ini, mengenang sebuah momen yang sangat berarti, yang mengubah wajah indonesia hari ini menjadi lebih berseri. Ya, hari ini kita bersama-sama memperingati, sebuah peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan bumi pertiwi. Peristiwa ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Sebuah pertanyaan kemudian menyeruak di dalam benak Sang Ibu, “sudahkah anak bangsaku tahu tentang peristiwa yang terjadi 93 tahun yang lalu?”. Selengkapnya >>

Memaknai Peristiwa Sumpah Pemuda

Memaknai Peristiwa Sumpah Pemuda Oleh: Dimas Putra Ilham Surya Nugroho Peristiwa yang terjadi pada tanggal 27-28 Oktober silam, seluruh perwakilan pemuda di tanah air berkumpul dan berikrar. Saat itu, para pemuda Indonesia hadir dalam Kongres Pemuda kedua di Jakarta yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Pada penutupan kongres kedua ini dibacakan rumusan hasil kongres yang disebut “Sumpah Pemuda”. Tanggal 28 Oktober menjadi catatan sejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia, karena para pemuda mempertaruhkan semua jiwa raga untuk bangsa Indonesia Selengkapnya >>

Rasulullah, Tauladan Seluruh Umat

Rasulullah, Tauladan Seluruh Umat Oleh: Iin Fadilatus Sholicha Saat waktu itu tiba Di malam yang penuh gemerlap bintang Di zaman yang penuh dengan kesesatan Engkau datang dengan membawa cahaya Seluruh penghuni semesta merekahkan senyumnya Menyambut kehadiranmu melalui lantunan syair nan indah Engkau menyambut mereka dengan suka cita Membawa secercah harapan Untuk mereka yang kehilangan arah Menuntun mereka kembali Menuju jalan pulang yang seharusnya Tak peduli banyaknya cacian dan rintangan yang ada Kesabaran serta keikhlasan selalu kautanamkan Demi Firman Tuhan Demi Selengkapnya >>