Untukmu Negeriku, Indonesia

Untukmu Negeriku, Indonesia Karya: Firda Imroatus Solekah Kala itu, Negeriku berada pada posisi yang sulit Semua rakyat bersatu ‘tuk membela negeri Perjuangan tiada henti terus dilalui Air mata kehilangan tak henti menghiasi setiap hari Semua ini dilakukan hanya untukmu Negeriku Kini, Negeriku telah mendapatkan kemerdekaannya kembali Kemerdekaan yang telah lama dinanti-nanti Semua ini karena perjuangan pahlawan negeri Yang berjuang untuk membela ibu kita pertiwi Dirgahayu Indonesiaku, Teruslah kibarkan bendera merah putihmu Dan teruslah kumandangkan lagu kebangsaanmu

Tahukah Kamu Fakta Di Balik Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia?

Tahukah Kamu Fakta Di Balik Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia? Oleh: Anggi Icha Larasati Tepat 76 tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus tahun 1945 hari di mana Indonesia resmi menyatakan kemerdekaannya. Hal ini ditandai dengan adanya pembacaan teks Proklamasi oleh Ir. Soekarno di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Seperti yang telah diketahui, untuk sampai pada titik tersebut para pahlawan mengerahkan seluruh waktu, tenaga, dan perjuangannya untuk melawan para penjajah khususnya Jepang saat itu. Namun, sudah tahukah kamu bahwa di Selengkapnya >>

Pesan Untukmu, Praja Muda Karana!

Pesan Untukmu, Praja Muda Karana! Oleh: Wanda Luthfianita Sari 14 Agustus, selalu ada semangat yang membara Percikan api yang tak pernah padam dalam dirinya Ya, mereka para praja muda karana! Mereka yang rindu lapangan hijau nan luas sebagai alas Lambang tunas kelapa sebagai identitas Langit yang membiru indah sebagai atap, dan Bumi perkemahan sebagai tempat ternyaman untuk pulang Wahai para praja muda karana! Bolehkah aku memanggilmu pohon kelapa? Kenapa? Apakah masih ada pertanyaan itu dalam dirimu? Ya, itu menyiratkan doa Selengkapnya >>

Bagaimana Bisa?

 Bagaimana Bisa? Oleh: Annisa Tisna Mufidah Nahla tersenyum ketika mengunjungi kembali SMA-nya. Sudah 3 tahun ia berada jauh di perantauan untuk melanjutkan pendidikannya selepas lulus menjadi siswa berprestasi. Kini ia kembali datang ke sekolah bukan sebagai siswa, melainkan menjadi pembicara dalam webinar pramuka.  “Karena di sini, kita bertemu dan berpisah kembali,” Lamunan Nahla membawanya mengingat masa itu. *** Badan Nahla terasa lemas tak berdaya. Sudah dari tadi ia berlari untuk menuju sekolah barunya. Sesekali ia memperlambat larinya untuk mengatur nafas Selengkapnya >>

Remaja

Remaja Oleh: Aisyah Dea Lestari Remaja Sungguh indah masa mudanya Masa di mana senang senangnya Selalu menampakkan wajah ceria Semangatmu sungguh membara Bermain, belajar, bahkan berkarya Cita-citamu setinggi angkasa Wahai remaja Sedang apa kau di sana? Hadirmu sangat berharga Kau sibuk bermain atau berkarya? Jadilah generasi penerus bangsa Teruslah berkarya Buat bangsa bangga

Adalah Saya

Adalah Saya Oleh: Zidni Akbarorrizki Adalah saya kaum mudawan Merenung dalam angan Tentang realita kehidupan Sering kali diremehkan Dianggap tak berpengalaman Dicap berdasar status pendidikan Namun jarang diberi kesempatan Adalah saya kaum mudawan Semangat menggebu banyak angan Tuntutan untuk banyak berperan Tidak dilirik bila tanpa tujuan Adalah saya kaum mudawan Memikul masa depan, pembawa perubahan Melangkah di atas jalanan, memikul beban Mengais angan tak bertuan Demi meraih sebuah pencerahan Inilah kami kaum mudawan Masihkah ada yang memedulikan?

Memahami Hidup

Memahami Hidup Oleh: Mutiara El Hikmah Jalanan tampak lengang Beberapa hal perlahan menghilang Duduklah sejenak menikmati Hingga kauberada di lain dimensi Semesta beroperasi sesuai instruksi Kauikut menjadi saksi Banyak peristiwa telah terjadi Tak sadarkah itu isyarat Ilahi? Dunia dalam dekapan manusia Yang angkuh nan serakah harta Entah, mengapa kaumenjadi penonton setia Melupa, seakan tidak tahu apa-apa Kini ruang waktu kembali Kehidupan masih berjalan hingga detik ini Akhirnya kau pun memahami Hidup layak tuk disyukuri Paciran, April 2021