DI BALIK SERUAN BERHARAP PERUBAHAN

Berada di bawah teriknya mentari

Tak lelah terus mengais rezeki

Sembah sujud kupanjatkan setiap hari

Demi rupiah yang terkumpul

Untuk keluarga kecil yang kuhidupi

 

Terhampar di seluruh jagat

Buruh, buruh, dan buruh…

Julukan banyak orang katanya

Tak peduli panas dan hujan

Sisa bongkahan secuil pun dikumpulkan

 

Katanya, buruh siap ditempatkan di mana saja

Katanya, buruh siap menghabiskan seluruh tenaganya

Menyelesaikan target

Siap mengabdi, siap banting tulang

Seakan membunuh dirinya sendiri

 

Keringat yang sudah menyatu dengan mesin berderu

Siapa peduli, yang penting aku hidup!”

Kau hidup, sedangkan yang berjuang?”

Memang mudah untuk goyah dan terkoyak

Tapi, apakah ini adil?

 

Nasib berkata lain

Kala asa melahirkan jasa

Namun jasa dan usaha seakan mengkhianati

Mereka memilih untuk melahap jerih payah murni

Dan, ku akui kau berhasil membunuh nalurimu sendiri

 

Sewindu sudah aku terperas

Dari banyaknya keringat bercucuran

Dari kulit yang terbakar

Dari tidur tak pernah nyenyak

Dari hidup yang kerap terombang-ambing

 

Kami tidak gila hormat

Karena kami sadar kami tidak begitu hebat

Namun kami hanya ingin menjauh

Dari lingkungan yang tak bermoral

Dari penindasan dan pemerasan

Oleh kaum tak berperasaan

 

Oleh: Tisya Aulia Yulianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *