Empat Hari Mengabdi FUN #7: Tumbuhkan Rasa Kekeluargaan dan Eratkan Tali Silahturahmi Antarwarga

MALANG, Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang telah melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat, Formadiksi Untuk Negeri yang ke-7 (FUN #7) yang dilaksanakan di Dusun Mulyoasri, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/12/2019) dan rangkaian kegiatan akan dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 12-15 Desember 2019. Kegiatan FUN #7 ini disambut hangat oleh warga setempat. Selama empat hari kegiatan FUN #7 berlangsung menjadikan sebuah pengalaman dan proses belajar, juga sebagai media untuk memperkenalkan Universitas Negeri Malang sebagai civitas akademika yang mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu di bidang pendidikan dan pengabdian baik bagi para volunter maupun warga setempat.

Di hari kedua FUN #7 terdapat kegiatan-kegiatan yang dapat mengimplementasikan bidang pendidikan dan pengabdian, diantaranya kegiatan JAM (Jika Aku Menjadi) dimana para volunter diharapkan dapat merasakan bagaimana mata pencaharian warga desa setempat. Misalnya berkunjung dan membantu pekerjaan petani sayur, peternak kambing, petani salak, dsb. Selain itu terdapat sosialisasi pentingnya dunia pendidikan dan manajemen organisasi yang diikuti oleh pemuda desa setempat, dan bimbingan belajar, mengaji, menari, serta beberapa lomba seperti lomba tartil dan mewarnai yang diikuti oleh anak-anak di desa Mulyoasri ini.

Pada Sabtu (14/12/2019), kegiatan FUN #7 diawali dengan pembukaan Sosialisasi Pengolahan Kopi yang dihadiri oleh Bapak Lasimin selaku Sekretaris Desa Mulyoasri, Bapak Purwanto selaku Kepala Dusun Mulyoasri, Kelompok Gabungan Tani (GAPOKTAN), ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), dan Perangkat Desa Mulyoasri. Kegiatan ini dibuka dengan adanya sambutan oleh Bapak Subur Hariono, selaku Pembina Teknis Formadiksi UM.

“Formadiksi UM iku kelompok mahasiswa penerima Bidikmisi atau biasa ne bahasa sing penak iku beasiswa bantuan pemerintah yang dikhususkan untuk anak-anak pintar dan mampu dalam bidang akademis. Kalau ada anak atau siswa yang berpotensi dan memiliki kemampuan lebih, monggo bisa mendaftar sebagai mahasiswa Bidikmisi, anak-anak Bidikmisi iku sekolah (dengan) SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) atau dalam perkuliahan disebut UKT (Uang Kuliah Tunggal) nya gratis dan ditanggung pemerintah sampai lulus. Tidak cuma itu saja, pemerintah juga memperhatikan uang kebutuhan dengan memberikan uang saku atau sangu oleh negara,” ungkap Pak Subur dalam sambutan di kegiatan FUN #7. Tidak hanya itu, pada sambutan tersebut beliau juga menyampaikan paparan Program Kerja FUN #7 yang mana bertujuan sebagai media proses belajar bermasyarakat, dan bergaul dengan warga, “Harapannya agar saling mengerti situasi di desa, juga dapat mengembangkan kemampuan serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kehidupan bermasyarakat,” tambah beliau menutup sambutan pada FUN #7.

Sosialisasi Pengolahan Kopi

Kopi merupakan potensi besar yang menjadi produk unggulan di Desa Mulyoasri. Sebanyak 5000 petani Desa Mulyoasri menanam bibit kopi arabika, namun dalam pengolahannya petani kopi di Desa Mulyoasri masih tergolong rendah untuk mengetahui pengolahan hingga menjadi kopi bubuk berkualitas yang dipasarkan di Kecamatan Dampit. Petani kopi di Desa Mulyoasri hanya menjual produk biji kopi mentah yang belum digiling dan menjadi produk kopi bubuk. Tidak hanya itu pembibitan pun dilakukan secara massal tanpa ketentuan pemetikan biji kopi yang telah dapat dipanen, sehingga produk dijual dengan harga kualitas rendah. Sosialisasi pengolahan kopi ini mendatangkan pemateri, Bapak Mustakhim, S.Pd.I. selaku petani kopi yang memiliki kedai kopi di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

“Kopi memiliki penikmat yang sangat banyak. Dari kawula muda hingga tua kopi menjadi minuman yang sangat disukai. Bukan hanya sekadar kenikmatan cita rasanya, namun aromanya pun menjadi ciri khas pada setiap jenis kopi. Pengolahan kopi dimulai dari cara memetik buah kopi sudah matang, biasanya kulitnya berwarna merah. Nah biasanya bapak ibu ketika memetik buah kopi tidak melihat dari warna kulit kopinya ya? Asal memetik saja kan? Padahal kulit kopi yang warnanya masih hijau itu tandanya belum matang atau masih mentah,” Jelas beliau ketika memberikan materi mengenai pengolahan kopi.

Dengan mendatangkan pemateri yang cakap dibidangnya diharapkan sosialisasi pengolahan kopi ini dapat memberikan keberlanjutan pengolahan kopi yang menjadi potensi sumber daya alam di Desa Mulyoasri.

Program Bimbingan Belajar, Mengaji, dan Latihan Menari

Sebanyak ± 30 orang anak-anak yang berada di bangku sekolah dasar memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah dan membutuhkan fasilitas pengajaran di semua mata pelajaran yang ada di sekolah. Kegiatan program bimbingan belajar yang dilaksanakan di FUN #7 telah dilakukan oleh volunter yang ahli di bidangnya masing-masing. Kegiatan yang dilakukan meliputi bimbingan belajar pengetahuan umum, pendidikan religi yaitu dengan mengaji, hingga pelatihan menari. Pada puncak kegiatannya terdapat malam pentas seni yang dihadirkan dengan penampilan tarian anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini disambut baik dengan adanya pemberian hadiah hasil kerajinan tangan kotak pensil dan kotak tabungan sebagai apresiasi tarian yang ditampilkan.

“Seneng mbak, lucu dan bagus kotak pensilnya,” ungkap Ita, salah satu anak sekolah dasar saat bermain dengan salah satu volunter yang memberikan kerajinan tangan kotak pensil hasil pengolahan bank sampah.

Pembagian Sembako

Pembagian sembako oleh Panitia FUN #7 yang berkoordinasi dengan Kepala Desa. Kepala Desa  Mulyoasri menyerahkan daftar RT yang memerlukan bantuan sembako kemudian dilakukan survei oleh volunter di beberapa ketua RT. Selanjutnya daftar warga yang memerlukan bantuan berupa sembako divalidasi oleh panitia FUN #7 bersama volunter dengan menyurvei rumah warga dan melakukan kegiatan JAM (Jika Aku Menjadi).

Kegiatan ini didukung oleh Rumah Zakat yang merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infaq, sedekah dan wakaf dan menjadi salah satu pihak sponsor dalam kegiatan FUN #7 kali ini serta bantuan dana dari kemahasiswaan UM.

Dengan susunan acara yang telah dilakukan dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan membawa keberlanjutan serta dampak positif bagi warga setempat.

“Terimakasih untuk teman-teman dari UM, sudah berpartisipasi dengan perkembangan di desa kami, semoga ini nanti bisa menjadikan kebermanfaatan bagi kita semua, bagi mas-mas, mbak-mbak, dan masyarakat desa semua,” ungkap Bapak Lasimin selaku Sekretaris Desa Mulyoasri saat diwawancarai oleh Tim Reporter Formadiksi UM News.

 

Reporter          : Siti Khoirunnisa

Editor              : Nadya Erawati dan Chantika Putri

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *