Final Lkti Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional, Totalitas Finalis Dalam Memaparkan Inovasinya

Malang – Jumat (24/08) pelaksanaan final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional Tahun 2018 Formadiksi UM yang bertempat di Aula Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional, Wakil Ketua Formadiksi UM, dan Ibu Heny selaku perwakilan dari Bapak Subur Hariono, Pendamping Teknis Formadiksi UM. Sambutan-sambutan yang disampaikan ditujukan untuk menyemangati 15 finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang akan bertanding. Sebelum laga presentasi dimulai, acara dilanjutkan dengan sajian Tari Bapang yang diiringi dengan narasi penjelasan tentang makna dari tarian tersebut guna memperkenalkan kebudayaan khas dari Kota Malang. Rangkaian acara pembukaan berlangsung dengan tertib dan lancar. Selama acara final seluruh peserta terlihat begitu antusias dan totalitas dalam memaparkan gagasan dan inovasinya. Hal ini sejalan dengan pendapat Ibu Heny Kusdiyanti, selaku salah satu Dewan Juri LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional,
“Saya banyak menemukan kesungguhan dari mahasiswa, artinya disini ada totalitas.”

Tak hanya membahas mengenai kesungguhan yang diperlihatkan 15 finalis kepada beliau. Ibu Heny, juga menjelaskan tentang sistem penilaian LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional yang berpedoman pada sistem penilaian yang diberikan panitia LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional. Selain itu beliau dan jajaran tim juri juga memiliki pedoman penilaian sendiri yang meliputi proposal, presentasi, dan tingkat plagiasi.
“Untuk sistem penilaiannya saya mengikuti pedoman yang diberikan panitia. Tetapi penilaian dari tim juri sendiri didasarkan pada tiga hal yaitu proposal, presentasi, dan tingkat plagiasi. Tetapi yang paling penting adalah yakinkan saya kalau itu benar-benar produkmu,” tutur Ibu Heny.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa terdapat satu tim yang sempurna tidak melakukan plagiarisme yang bisa saja tim tersebut menjadi juara utamanya,
“rata-rata yang sempurna tidak melakukan plagiarisme baru kami temukan satu tim yang itu nantinya bisa menjadi calon juaranya.”

Suksesnya serangkaian acara LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional ini tidak lepas dari kerja keras para panitia yang terlibat di dalamnya. Persiapan matang yang telah dilaksanakan jauh-jauh hari mulai dari submit abstrak hingga final ini mampu diperlihatkan panitia saat acara final berlangsung. Sehingga keberhasilan serangkaian acara lomba ini menumbuhkan harapan agar kendala yang mungkin terjadi pada tahun ini tidak terjadi lagi di tahun depan dan LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional tahun depan bisa lebih baik lagi.

“LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional tahun depan (diharapkan) lebih lancar dan bisa menjadi ajang bagi mahasiswa Bidikmisi seluruh Indonesia untuk tetap berkarya,” harap Lucky Meidianti selaku Sie Lomba.
Bagi para finalis, acara final LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional ini memberikan kesan yang berharga karena ada banyak ilmu baru, pengalaman baru dan hal-hal baru lain yang bisa didapatkannya. Selain itu ada beberapa finalis yang mengatakan jika perasaannya sangat bahagia karena pertama kali mengikuti LKTI tingkat Nasional. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu finalis yang berasal dari Universitas Hasanuddin, Makassar.
“Karena kami baru pertama kali mengikuti acara ini kami merasa senang dapat pengalaman baru dan bisa belajar dari peserta lain,” ujar Annisa Fitri.

Penulis : Ghina ‘Ufairoh Hanifah dan Inka Anla Ritama
Editor : Khusnul Khotimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *