Formadiksi UM Selenggarakan Pengabdian Masyarakat, Tuai Tanggapan Baik Masyarakat Setempat

Formadiksi UM Selenggarakan Pengabdian Masyarakat, Tuai Tanggapan Baik Masyarakat Setempat

Formadiksi UM News Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) tengah melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat, Formadiksi UM Untuk Negeri yang ke-8 (FUN #8) yang diikuti oleh 22 volunter dari berbagai daerah sesuai tempat tinggal masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pada Senin (7/12/2020), Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancarai Muhamad Fiqran Nurfan Pamungkas selaku Ketua Formadiksi UM dan dua Volunter FUN #8, yakni Maslakhatu Nurul Ummah, volunter asal Dusun Gayaman, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto serta Diky Romadoni Saputra, volunter asal Dusun Karangrejo Selatan, Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan ekonomi.

“Alhamdulillah meskipun kita pertama kali mengadakan kegiatan ini tanpa menginap ataupun yang lain (di daerah volunter masing-masing), namun volunter sangat bersemangat sekali untuk mengabdikan dirinya pada lingkungannya. Beragam kegiatan yang dilakukan oleh volunter dari mulai bidang pendidikan, keagamaan, sosial, dan ekonomi. (Yang) terpenting kita fasilitasi apa yang ingin dilakukan oleh volunter,” jelas Fiqran.

Output-nya diharapkan volunter dapat lebih mengenal warga dan kampungnya, dalam hal ini mengabdikan diri pada lingkungan asal setelah beberapa tahun menempuh pendidikan di luar kota. Terlebih volunter dapat merasakan di kala hidup sendiri di suatu saat nanti dan merasakan sendiri jika hidup tidak selalu berkelompok, adakalanya kita memilih jalan dengan cara masing-masing,” tambah Fiqran.

Pengalaman Volunter FUN #8 selama pengabdian.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan volunter dalam kegiatan ini, di antaranya Bidikmisi Mengajar yang merupakan kegiatan mengajar anak-anak sekitar tempat tinggal, Jika Aku Menjadi (JAM) yakni kegiatan membantu kegiatan masyarakat sekitar, dan Bidikmisi Peduli berupa kegiatan memberikan bantuan sosial (bansos) terhadap warga sekitar yang kurang mampu, serta aksi peduli lainnya di bidang kesehatan, layanan publik, ekonomi, maupun lingkungan desa.

Maslakhatu dan Diky mengungkapkan pengalamannya saat melaksanakan rangkaian kegiatan FUN #8.

“Sangat senang sekali dan suatu kebangaan tersendiri di kala saya bersama anggota volunter bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat terlebih di waktu pandemi seperti saat ini. Berbekal background kami yang berasal dari kampus yang bernapaskan pendidikan, kami mulai menerapkan ilmu yang kami peroleh di bangku perkuliahan dengan mengadakan bimbingan belajar kepada adik-adik dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Di samping itu, mengingat masa pandemi mengakibatkan turunnya pendapatan masyarakat, kami berupaya untuk memberikan bansos sembako kepada salah satu warga yang benar-benar membutuhkan dengan sasaran seorang nenek janda yang karena sudah sepuh dan tidak mampu menjalankan kegiatan sehari hari. Selain itu, kami juga menyapa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menerapkan skill design, kami berhasil membuatkan logo pada produk guna menarik minat pembeli serta tak lupa kami juga membantu proses packing sebelum penjualan dilakukan,” papar Diky.

“Melalui kegiatan ini banyak sekali pengalaman yang tidak saya lupakan mulai dari mendengarkan keluh kesah anak-anak desa yang tengah menempuh pendidikan di tengah pandemi Covid 19 ini. Senyum tawa mereka yang berbaur dengan hangatnya lingkungan desa. Setidaknya bagi saya ini adalah upaya yang memiliki manfaat besar. Secara tidak langsung juga saya bisa menyumbangkan ide maupun pikiran yang tengah saya kembangkan dan menerapkan langsung kepada masyarakat yang mana hal ini menjadi tolok ukur dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat. Dengan demikian pengalaman yang saya dapatkan tidak bisa ditukar dengan apapun. Pengalaman saya bahkan ketika kegiatan JAM saat itu saya tengah membantu sasaran saya (masyarakat) untuk menjual makanan kepada konsumen dan waktu itu hujan deras turut mengiringi mau tidak mau saya harus kehujanan. Dalam batin saya sangat bersyukur dan hal ini membuat saya untuk menjadi pribadi pantang putus asa dan senantiasa bersyukur,” imbuh Maslakhatu.

Mendapat tanggapan baik dari masyarakat setempat.

“Secara umum, masyarakat sangat welcome dengan kedatangan kami, di samping itu tokoh setempat menyampaikan apresiasi pada Universitas Negeri Malang pada umumnya dan Formadiksi UM pada khususnya yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Di samping itu tokoh setempat juga menyampaikan wejangan kepada kami bahwa sebenarnya kemajuan dan kemakmuran setiap desa itu tergantung pada anak mudanya terlebih para intelektual muda yang ke depannya diharapkan mampu membangun desa untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan,” ungkap Diky ketika ditanyai tentang tanggapan masyarakat.

Pendapat dari Volunter FUN #8 selama pengabdian

“Mereka sangat antusias menyambut saya. Jujur saja saya selama pengabdian hanya seorang diri dan pengambilan foto maupun video hanya ditemani oleh tripod milik saya. Tapi semua itu bukan penghalang untuk melakukan aksi kecil ini dari rumah, semua saya niatkan untuk ibadah dan kembali lagi yakni menjadi pribadi yang berguna untuk sesama. Semangat dan antusias mereka adalah langkah awal saya untuk lebih dekat dan mengenal mereka lebih dalam lagi. Sebenarnya saya juga memiliki rumah belajar juga yang muridnya total ada 22 anak. Telah berdiri sejak tahun 2014 waktu itu saya masih kelas 8 SMP semangat saya dalam dunia pendidikan ternyata membuahkan hasil. Namun ketika saya kuliah saya terpaksa menutup rumah belajar saya ini. (Dan) di tengah pandemi seperti ini saya bisa berkegiatan lagi. Dengan menginspirasi mereka, memotivasi mereka, dan mendidik mereka dengan cinta dan kasih sayang. (Dan) dalam kegiatan FUN kemarin luar biasa senangnya mereka semua saya atas namakan Formadiksi UM. (Sehingga) mereka menyampaikan terima kasih banyak karena sudah memberikan alat tulis untuk merekam belajar,” ungkap Maslakhatu.

Maslakhatu juga membagikan pesan mulia saat diwawancarai oleh Reporter Formadiksi UM News.

“Lakukan semua dengan ikhlas pasti Allah akan mencukupi apa yang kita butuhkan. Jangan lupa lakukan dengan Maksimal agar hasil yang didapat juga optimal untuk kehidupan. (Dan) kepuasan batin tidak akan sedikitpun bisa diukur dengan materi apapun, dengan kegiatan inilah wujud aksi kecil untuk negeri dari mahasiswa penerima Bidikmisi UM terealisasikan dalam bidang pengabdian masyarakat. Saya mahasiswa Bidikmisi! Saya bangga untuk selalu mengabdi dan menginspirasi anak bangsa,” tutup Maslakhatu.

 

Reporter          : Widya Dewi Siti Fatimah

Editor              : Chantika Putri Ana

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *