Harapan Pembeda

Oleh : Muhammad Ridwan Raul Hisyam

Sarjana,

Ngobrol sarjana bagaikan aksara tanpa makna.

Sarjana?

Katanya harapan, tapi tidak jelas harapan yang seperti apa.

Sarjana loh!

Tidak ada pembeda antara pandai atau bodoh.

Sarjana,

Semakin redup kandungan makna dalam baju indahnya.

Huru hara di negeri ini, bagai sebuah keruh dalam mata air. Seperti hilir yang sudah tak merindukan jernih. Lantas kepada siapa nusantara ini bercerita, cerita pedih dan sakit yang dirasa.

Banyak cerita yang mengatakan masa depan berada pada tangan sang penerus, apakah sarjana adalah penerus? Sarjana hanya sebuah gelar, penerus adalah mereka yang belajar. Penerus adalah mereka yang peduli dan kembali untuk membangun. Penerus adalah mereka yang bangga akan elok indah sang nusantara dan penerus adalah mereka yang tuntas dengan segala kebanggaannya dan memiliki rasa kasih kepada sang negeri.

Bunga-bunga bermekaran, dan air mata hujan turun dengan rindu sejuta rakyat. Tawa burung yang elok dari sisa bahagia negeri tercinta. Sekali lagi kawan, sarjana hanya gelar jika kita tidak menjadi pembeda. Sarjana hanya gelar, bukan sinar yang membawa negeri ini dari kegelapan situasi. Apakah tidak bisa berharap lebih? Sesungguhnya harapan terletak pada mereka, sang pembelajar, penyabar, dan penyadar negeri ini.

Segala hormat untuk sang nusantara kasih, tidak ada paku yang bisa menyakitimu. Karena kita berada di negeri sejuta doa, bukan negeri sejuta sarjana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *