Hari Kedua BSCB 2019: Pupuk Semangat Berprestasi Mahasiswa Baru Bidikmisi

MALANG, Formadiksi UM News – Papermob menjadi pembuka dari serangkaian acara Bidikmisi Students’ Capacity Building (BSCB) 2019 pada hari kedua (20/10/2019). Papermob dilaksanakan di Lapangan Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) dengan persipan mulai pukul 05.30 WIB hingga berakhirnya kegiatan pada 08.30 WIB. Peserta kemudian kembali ke Gedung Kuliah Bersama Fakultas Ilmu Pendidikan (GKB FIP) UM, kegiatan BSCB dilanjutkan dengan penyampaian materi berturut-turut oleh oleh Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd. yang merupakan seorang motivator nasional dan Sopingi, S.Sos., M.Pd. selaku Tim Penalaran UM.

Penyampaian materi oleh Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd. sangat meriah dengan diselingi lagu dan suasana yang santai. Tak lupa Ibu Umi memotivasi Mahasiswa Bidikmisi agar menjadi orang yang berhasil, yaitu dengan memiliki sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, mandiri, dan menghormati orang lain serta menghargai diri sendiri.

Salah satu rekan Ibu Umi, yaitu Dian Hutami yang turut hadir di tengah-tengah pemberian motivasi berprestasi, mengatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan Mahasiswa Bidikmisi harus mengetahui apa keunikan yang dimiliki pribadi masing-masing.

“Dalam dunia kerja terdapat yang namanya personality branding, yaitu bagaimana kalian menjual dan meng-impress orang lain. Para penerima Bidikmisi harus memiliki keunikan dan juga value untuk mendapatkan personality branding. Cara mendapatkan personality branding, adalah mengikuti lomba-lomba atau kompetisi sebanyak-banyaknya, dan mencari pengalaman mumpung masih muda. Ketika kalian memiliki nilai jual, itu akan jadi poin lebih dalam dunia kerja,” ungkap Dian.

Sebagai Mahasiswa Bidikmisi, harus tahu hendak membawa diri seperti apa dan apa yang harus dilakukan, karena persaingan semakin sulit. Ketika sudah memiliki personality branding, akan selalu dikenal oleh orang lain. Maka dari itu Mahasiswa Bidikmisi harus mencari sebanyak-banyaknya apa keunikan yang bisa dijual kepada orang lain.

Acara BSCB 2019 hari kedua ini ditutup dengan materi mengenai “Kiat Sukses Penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)” yang disampaikan oleh Sopingi, S.Sos., M.Pd.

“PKM mencari mahasiswa yang memiliki ide kreatif untuk menciptakan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. PKM adalah produk yang bisa menyelesaikan masalah,” ungkap Bapak Sopingi.

Beliau menjelaskan bahwa dalam pembuatan PKM terdapat “terlip nalar”, yaitu pencarian ide kreatif. Terlip nalar ini bisa diperoleh dengan dua keadaan, yaitu pada saat kondisi tertekan atau didorong dan pada saat kondisi tidak tertekan. Ide kreatif sendiri dapat diperoleh dari literatur dan gagasan, jadi pada saat mendapatkan gagasan ide kreatif harus di-cross check lagi dengan literatur yang ada. Literatur dan gagasan yang diperoleh ini dapat dijadikan sebuah karya tulis yang inovatif dan kreatif. Sebagai Mahasiswa Bidikmisi harus mampu berkreasi untuk membuat PKM yang dapat memecahkan masalah-masalah yang ada.

Reporter          : Nur Oktaviana

Editor              : Chiti Rahayu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *