Hari Pertama BSCB 2019: Perluas Wawasan Mahasiswa Baru Bidikmisi UM

MALANG, Formadiksi UM News – Hari pertama BSCB 2019 pada Sabtu (19/10/2019) dilaksanakan penyampaian berbagai materi untuk mahasiswa baru penerima Bidikmisi UM. Materi-materi tersebut antara lain kebidikmisian (disampaikan oleh Rosmalita, S.Sos., M.Si.), pendidikan karakter di era reformasi (oleh Prof. Dr. Sukowiyono, S.H., M.Hum.), keformadiksian (oleh Nadia Risky Putri Auliya Mustofa), dan materi tentang kewirausahaan (oleh Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn.). Adapun rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Bersama Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (GKB FIP UM).

Materi Pertama: Kebidikmisian oleh Rosmalita, S.Sos., M.Si.

Diawali dengan materi pertama yang disampaikan Rosmalita, S.Sos., M.Si., salah satu Tim Bidikmisi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). disampaikan materi oleh Ibu Rosmalita terkait Kebidikmisian. Beliau mengungkapkan bahwa Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan untuk calon mahasiswa kurang mampu yang memiliki prestasi. Bidikmisi menjadi salah satu akses untuk calon mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Beliau juga mengungkapkan bahwa BSCB adalah pijakan utama untuk terikat, terhubung, dan membangun relasi yang kuat dengan program Bidikmisi.

Menurut Ibu Rosmalita, Mahasiswa Bidikmisi adalah duta bangsa dalam program pengentasan kemiskinan di Indonesia, sesuai dengan tagline Bidikmisi yaitu memutus mata rantai kemiskinan.

“Bidikmisi diberikan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Untuk menambah wawasan para penerima program tersebut, sejatinya kemiskinan yang paling hakiki adalah miskin ilmu bukan miskin harta,” ungkap Ibu Rosmalita.

“Program pengentasan kemiskinan adalah dengan menyekolahkan kalian, karena kalian adalah investasi negeri ini. Sesuai dengan tagline yang diusung pemerintah dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 yaitu ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’,” imbuh beliau.

Ibu Rosmalita juga menjelaskan bahwa Tim Bidikmisi Kemenristekdikti RI memiliki penggawa-penggawa Bidikmisi di perguruan tinggi yang bertugas menjadi border terakhir untuk memastikan para calon penerima Bidikmisi layak mendapatkan bantuan ini. Kemiskinan bukan menjadi hambatan untuk berprestasi, Bidikmisi seharusnya menjadi jembatan untuk mewujudkannya. Pemerintah melalui Bidikmisi hanya sebagai fasilitator, dan rezeki yang sebenarnya adalah Allah yang mengatur.

Materi Kedua: Pendidikan Karakter di Era Reformasi oleh Prof. Dr. Sukowiyono, S.H., M.Hum.

Prof. Dr. Sukowiyono, S.H., M.Hum. atau kerap disapa Prof. Suko memberikan materi kedua yang bertema ‘Pendidikan Karakter di Era Reformasi’. Prof. Suko mengungkapkan bahwa Bhineka Tunggal Ika penting dan harus dijaga.

”Ideologi Pancasila tidak bisa mati. Ideologi akan mengalami kemunculan, kemunduran, dan kebangkitan kembali,” tegas Prof. Suko.

Tuntutan dari reformasi antara lain demokratisasi, supremasi hukum, penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), penegakan keadilan, dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Oleh sebab itu, Mahasiswa Bidikmisi harus mengupas tuntas Sumber Daya Manusia (SDM) tak berkualitas. Bidikmisi ada untuk kita berkarya untuk mencapai generasi yang jaya. Mahasiswa Bidikmisi harus senantiasa mengamalkan Pancasila dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Ketiga: Keformadiksian oleh Wakil Ketua Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) tahun 2019, Nadia Risky Putri Auliya Mustofa

Dilanjutkan materi yang disampaikan oleh Nadia Risky Putri Auliya Mustofa yang menjelaskan seputar Formadiksi UM. Formadiksi UM memiliki beberapa divisi dan program kerja yang akan memudahkan Mahasiswa Bidikmisi untuk mencari info-info mengenai Bidikmisi, info mengenai pencairan living cost, mewadahi Mahasiswa Bidikmisi dalam bidang sesuai minat dan bakatnya, serta pelatihan-pelatihan, dan kegiatan lainnya. Salah satu program kerja yang disampaikan dan wajib diketahui oleh mahasiswa baru Bidikmisi UM adalah Donasi 1%.

“Donasi 1% adalah dana dari Mahasiswa Bidikmisi UM yang akan dikelola oleh Formadiksi UM dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan Mahasiswa Bidikmisi UM. Donasi yang dikumpulkan sebesar 1% dari dana living cost, yang nantinya akan digunakan murni untuk kegiatan-kegiatan yang melibatkan Mahasiswa Bidikmisi UM.”

Materi Keempat: Kewirausahaan oleh Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn.  

Materi terakhir disampaikan oleh Andreas Syah Pahlevi, S.Sn., M.Sn. selaku Ketua Tim Pengembangan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Negeri Malang. Beliau menyampaikan materi tentang kewirausahaan. Wirausaha adalah proses pengembangan diri dari kurang menjadi lebih. Bapak Andreas mengungkapkan bahwa orang yang berani mandiri dengan usahanya akan selalu berkembang menjadi yang lebih. Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang kuliah dari keadaan yang tidak tahu menjadi memiliki wawasan yang luas itu juga disebut wirausaha.

“Wirausaha selalu berhubungan dengan passion, problem solving, dan profit oriented,” ungkap beliau dalam penyampaian materinya. Beliau juga melanjutkan, bahwa profit oriented bukan hanya sekadar mencari untung, tapi bagaimana ke depan bisa mandiri untuk seterusnya.

 

Reporter          : Nur Oktaviana

Editor              : Chiti Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *