Hobi dan Studi: Kawal Jawara Pekan Kebangsaan ke-IV Tingkat Nasional

MALANG, Formadiksi UM News – Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang kembali mengharumkan almamater di tingkat nasional. Dimas Saputra, Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2018 dan tim berhasil menyabet Juara 2 pada Lomba Dialog Interaktif, Pekan Kebangsaan ke-IV yang diselenggarakan oleh Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Tim yang diketuai Dimas tersebut beranggotakan Rika Safitri Nur Azizah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Nuriah Muyassaroh dari Fakultas Ekonomi yang keduanya juga angkatan 2018. Final Pekan Kebangsaan ke-IV ini diselenggarakan pada hari Jumat (25/10/2019) di Aula Ki Hajar Dewantara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.

Berikut hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News pada Sabtu (26/10/2019) dengan Dimas Saputra

Dimas dan tim mengikuti cabang lomba Dialog Interaktif dalam Pekan Kebangsaan ke-IV.

Dilansir dari Website Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, bahwa Pekan Kebangsaan ke-IV terdiri dari Trilomba Kebangsaan. Trilomba Kebangsaan tersebut antara lain, Dialog Interaktif, Seni Budaya Lokal, dan Projek Kewarganegaraan. Dari ketiga lomba tersebut, Dimas dan tim mengikuti cabang lomba Dialog Interaktif.

“Lomba yang saya ikuti bersama tim adalah (lomba) Dialog Interaktif tingkat Nasional Pekan Kebangsaan ke-IV yang diselenggarakan oleh Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Lomba yang kami ikuti bersifat tim. Tim terdiri dari saya sendiri Dimas Saputra (Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2018), Rika Safitri Nur Azizah (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial angkatan 2018), dan Nuriah Muyassaroh (Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2018),” ungkap Dimas.

Dimas dan tim telah melalui serangkaian tahapan lomba sebelum pelaksanaan final pada Jumat (25/10/2019).

“Ada beberapa tahapan dalam lomba yang kami ikuti ini, mulai dari pendaftaran, pengiriman paper, pengumuman finalis 5 besar, dan pelaksanaan lomba pada Jumat (25/10/2019),” tutur Dimas.

Pemaparan karya dan penyampaian tanggapan menjadi rangkaian final Dialog Interaktif.

“Jadi Lomba Dialog Interaktif ini kita memaparkan karya paper kita di hadapan peserta dan dewan juri, yang mana seluruh peserta finalis dapat menyampaikan gagasan atau tanggapannya terhadap paper yang kita presentasikan. Di sini esensi dari dialog interaktif itu sendiri, kita menyampaikan masukan, saran, dan kritik yang membangun,” jelas Dimas.

Cerita suka-duka di balik tersabetnya Juara 2 Dialog Interaktif Pekan Kebangsaan ke-IV.

“Sedikit cerita, duka yang kami hadapi dalam mengikuti lomba ini ialah kita mengerjakan paper hingga larut malam karena jangka waktu yang berdekatan antara pengumuman finalis dan pelaksanaan lombanya (final). Tim kami harus mempersiapkan diri untuk presentasi, baik itu mental, maupun pikiran selama satu hari full. Kalau sukanya, alhamdulillah, tim kami memperoleh juara 2. Ini adalah hal yang sebelumnya belum pernah terbayangkan di benak hati kami. Pelajaran yang bisa diambil, tetaplah berusaha dengan maksimal dan jangan lelah untuk berproses. Yakinlah bahwa apa yang kamu lakukan akan bermanfaat untuk kehidupanmu ke depan. (Dan) niatkan hati, jiwa, dan raga dengan mengharapkan ridho dari Allah Swt.,” ungkap Dimas.

Menyumbangkan pemikiran dan ide menjadi motivasi Dimas dan tim dalam mengikuti lomba.

“Motivasi kami dalam mengikuti lomba ini ialah berusaha untuk memberikan atau menyumbangkan pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang membangun dan melatih serta meningkatkan potensi diri,” ungkap Dimas.

Hal yang mendorong Dimas dan tim untuk mengikuti lomba.

“Sebenarnya bisa kedua-duanya (hobi dan bidang studi di perkuliahan), sangat sesuai dengan bidang kuliah dan kesukaan juga. Karena tim kami terbentuk karena adanya satu pemikiran bahwa apa yang kita dapatkan dari ilmu yang disampaikan oleh para dosen di kelas atau membaca berbagai literatur, dapat kita terapkan dan kembangkan sebaik mungkin.”

Berikutnya, Dimas dan tim akan mengikuti perlombaan lain guna memberikan terobosan-terobosan baru sekaligus meningkatkan kapasitas diri.

“Insya Allah, sasaran kami berikutnya dapat berpartisipasi di perlombaan atau kegiatan lain. Selain memberi ide-ide atau terobosan-terobosan baru, secara tidak langsung kapasitas diri juga akan meningkat.”

Pesan untuk Mahasiswa Bidikmisi

“Pesan yang dapat saya sampaikan untuk seluruh teman-teman Bidikmisi ialah tetap terus semangat dalam meningkatkan kapasitas atau potensi yang ada pada diri teman-teman. Jangan takut untuk berproses ke arah yang lebih baik, jangan takut kegagalan, dan berikanlah sesuatu hal atau hadiah yang terbaik untuk kedua orang tua,” tutur Dimas.

Tips manajemen waktu ala Dimas.

Sebagai Mahasiswa Bidikmisi yang telah menorehkan prestasi, Dimas juga aktif mengikuti organisasi. Organisasi yang Dimas ikuti antara lain Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang (Kopma UM) dan Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM). Di kesempatan wawancara bersama Dimas, Reporter Formadiksi UM News berhasil mengulik tips dari Dimas dalam membagi waktu antara organisasi, akademik, dan prestasi.

“Tips yang dapat saya berikan dalam membagi waktu antara organisasi, akademik, dan prestasi, yakni atur manajemen diri dan waktu dengan baik. Buatlah target pencapaian dari organisasi, akademik maupun prestasi, dan terakhir lakukan semuanya dengan ikhlas dan berserah diri kepada Sang Pencipta,” tutup Dimas.

Itulah perjalanan Dimas dan tim dalam Lomba Dialog Interaktif Pekan Kebangsaan ke IV. Semoga perjalanan mereka dapat memotivasi kita semua untuk senantiasa berkarya dan berprestasi.

Bidikmisi, berprestasi tiada henti!

 

Reporter          : Nadya Erawati dan Zainur Roziqin

Editor              : Amanatul Haqqil Ibad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *