Ikut Juarai BPC HIPMI, Choirul: Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Formadiksi UM News – Perwakilan Universitas Negeri Malang kembali meraih prestasi membanggakan yakni berhasil menyabet Juara 1 Business Plan Competition (BPC) yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Andalas (HIPMI PT Unand). Lomba BPC ini dimulai dari pengumpulan proposal dan pengumuman lolos tahap proposal pada Sabtu (5/10/2019). Tahap selanjutnya yaitu presentasi seluruh finalis pada Kamis (24/10/2019) yang bertempat di Aula Seminar Gedung I Unand. Esok harinya, Jumat (25/10/2019) dilaksanakan kegiatan pitching product (expo produk), dan dilanjutkan field trip pada Sabtu (26/10/2019).
Peraih Juara 1 BPC HIPMI PT Unand yakni tim dari Universitas Negeri Malang dengan Sunsya Putri Cahyaning Gusti (Mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2016) sebagai ketua, yang beranggotakan Much. Choirul Rozikin (Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ekonomi angkatan 2016) dan Luqyana Dhiya Amira (Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2016). Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancarai Much. Choirul Rozikin, Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ekonomi angkatan 2016 yang menjadi salah satu anggota tim tersebut.
Yuk simak hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News berikut!
Tim Choirul cetuskan ide bisnis cookies untuk anak spektrum autis guna mengurangi tingkat hiperaktif anak.
“Ide produk yang kami usung adalah cookies untuk anak spektrum autis guna mengurangi tingkat hiperaktif anak. Cookies ini merupakan salah satu cara mengurangi tingkat hiperaktif anak, bisa dikatakan adalah diet Gluten Free Casein Free (GFCF),” ucap Choirul.
Choirul dan tim sempat ragu akan berhasil meraih juara.
Choirul menyampaikan pada Reporter Formadiksi UM News bahwa tim yang solid, sevisi, dan memiliki tujuan sama menggusur rasa ragu untuk juara.
“Alhamdulillah banyak sekali hambatannya, akan tetapi hambatan dan tantangan tersebut bisa kami lewati dengan kerjasama tim yang baik. Tim yang baik dimulai dari membangun kesolidan dari tim tersebut. Terdiri dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung satu sama lain sangat diperlukan. Tim kami solid, sevisi, dan memiliki tujuan yang sama. Sempat ada keraguan untuk tidak mendapatkan juara dikarenakan tim-tim lain sangat bagus ide bisnisnya,” tambahnya.
Banyak hambatan, tantangan, bahkan keraguan untuk bisa berangkat ke Padang.
“Sebelumnya saya ragu mau berangkat, karena masalah dana yang menggunakan dana pribadi. Selain itu ada hal lain yang terjadi di rumah H-2 pemberangkatan, paman meninggal dunia. Akan tetapi orang tua saya meyakinkan saya untuk tetap berangkat ke Padang dan tidak boleh balik ke rumah. Alhamdulillah karena doa orang tua, semangat tim kami, dan atas izin Allah kami bisa berangkat ke sana dan memperoleh hasil yang terbaik,” ungkap mahasiswa yang sering disapa Irul ini.
Awalnya ingin fokus ke organisasi saja, kini Choirul juga banyak mengikuti lomba karena baginya kesempatan tidak datang dua kali.
Pada wawancara ini, Senin (28/10/2019), Choirul mengungkapkan bahwa ia akan sering mendapatkan banyak tawaran untuk mengikuti lomba.
“Lomba ini sesuai dengan bidang kuliah, iya. Kalau suka relatif karena lomba sebelumnya saya lebih ke debat. Sebenarnya tahun ini niatnya vakum di lomba dan fokus di organisasi. Akan tetapi kesempatan tidak datang dua kali bukan? Oleh karena itu, saya menerima beberapa tawaran untuk lomba di beberapa event, PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa), dan penelitian,” ungkapnya.
“Alhamdulillah akan ada event BPC lagi di Universitas Mataram pada minggu pertama bulan November,” jelasnya.
Wujudkan impian, manfaatkan kesempatan, berpikir positif, optimis, dan nikmati perjuangan.
“Untuk Mahasiswa Bidikmisi UM, semangat untuk mewujudkan impian dan cita-citanya. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Berpikir positif dan optimis adalah kuncinya. Nikmatilah proses dari perjuangan, jatuh dan gagal adalah hal yang wajar. Akan tetapi di lain waktu, pencapaian tertinggi adalah bukti dari perjuangan tersebut. Jadilah inspiratif bukan provokatif,” pesan Choirul kepada seluruh Mahasiswa Bidikmisi UM.
Nah, sangat inspiratif kan kisah Choirul untuk selalu memanfaatkan kesempatan berprestasi selagi masih bisa dan mampu untuk berprestasi menciptakan sejarah baru bagi diri sendiri, lingkungan, kampus, bahkan negeri. Semoga kita semua senantiasa memiliki semangat dan motivasi untuk berprestasi di bidang kita masing-masing.
Bidikmisi, berprestasi tiada henti!

Reporter : Nadya Erawati
Editor : Amanatul Haqqil Ibad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *