Ikuti Konferensi Ilmiah Internasional, Khoirunnisa Raih 3rd Best Poster Presentation

Ikuti Konferensi Ilmiah Internasional, Khoirunnisa Raih 3rd Best Poster Presentation, Prestasi, Bidikmisi, Mahasiswa, Formadiksi, UM, Universitas Negeri Malang

Formadiksi UM News — International Conference on Life Sciences and Technology (ICoLiST) merupakan salah satu konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) bersama Himpunan Biologi Indonesia, Konsorsium Biologi Indonesia, dan Konsorsium Universitas (co-host). Meskipun masih masa pandemi, ICoLiST 2020 tetap dapat dilaksanakan secara virtual melalui Zoom. Bertema “Recent Trends in Life Sciences for Local Resource Development”, ICoLiST diikuti oleh lebih dari 170 partisipan dari berbagai universitas. Keseruan dari rangkaian acara ditutup dengan pengumuman Best Presenter dan Best Poster. Pada Rabu (30/9/2020), Reporter Formadiksi UM News telah mewawancarai Siti Khoirunnisa, mahasiswa penerima Bidikmisi Jurusan Kimia, FMIPA UM angkatan 2017 yang berhasil menjadi peraih award 3rd Best Poster Presentation dalam ICoLiST yang dilaksanakan pada 29 September 2020 lalu.

Bagaimana kisahnya? Simak liputannya berikut ini!

“Tujuan diselenggarakannya ICoLiST adalah untuk menyediakan platform bagi para peneliti, ahli, dan praktisi, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga industri serta lembaga penelitian demi bertemu dan berbagi kemajuan mutakhir di bidang sains dan teknologi. Konferensi ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman partisipan tentang hubungan antara pengetahuan dan penelitian yang berkaitan dengan ilmu sains dan teknologi,” ungkap Siti Khoirunnisa.

“Untuk tujuan tersebutlah saya membuat poster dengan judul Pengaplikasian Ekstrak Lignin dari Limbah Serabut Siwalan (Borassus flabellifer L) sebagai Green Inhibitor Korosi Baja Karbon Rendah Menuju Cost-effective Indonesia Infrastructure 2030,” tambahnya.

Terkait desain poster, mahasiswi yang akrab dipanggil Nisa ini mengaku baru mempelajari dunia desain digital ketika mulai berkuliah. Ia juga mengikuti beberapa organisasi dan bertukar pengalaman dengan teman-temannya yang lebih ahli dalam bidang tersebut. Saat ini, mendesain sudah menjadi bagian dari hobinya.

Lalu, apa motivasi Siti Khoirunnisa dalam mengikuti ICoLiST?

“Motivasi saya dalam mengikuti konferensi ilmiah internasional ini adalah untuk memenuhi luaran penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sekaligus menambah pengalaman. Ketika karya PKM kelompok saya di-review oleh dosen pembimbing, beliau menyarankan agar abstrak dari kelompok PKM saya didaftarkan ke konferensi tersebut (ICoLiST). Jadi, ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti konferensi ilmiah internasional sekaligus mendapat award,” tuturnya.

Walaupun berhasil meraih award dalam kategori Best Poster, Nisa tak memungkiri adanya tantangan dan hambatan yang harus ia atasi.

“Saat itu, tantangan muncul karena rasa insecure saya di mana partisipan yang mempresentasikan karya mereka adalah beliau-beliau yang merupakan para dosen hebat dari berbagai universitas dengan judul penelitian yang super keren. Selain itu, ada jugak kakak-kakak tingkat yang berasal dari program S2 dan pascasarjana. Jika dibandingkan dengan mereka, saya hanyalah sebutir debu,” jawab Siti Khoirunnisa.

“Di samping itu, memang agak sulit dalam membagi waktu, saya pribadi sempat keteteran. Namun, cobalah untuk membuat skala prioritas terlebih dahulu dan kerjakan itu dengan hati yang ikhlas maka pekerjaan yang tadinya membutuhkan waktu lama bahkan terasa berat, akan menjadi ringan dan cepat selesai,” lanjutnya.

Tak lupa, Nisa memberikan sedikit tips kepada mahasiswa penerima Bidikmisi dalam melawan rasa malas demi melangkah meraih prestasi.

“Ketika rasa malas datang, saya pribadi akan memaklumi hal tersebut. Menurut saya, sesekali tidak apa-apa untuk merasa malas karena hal itu wajar. Selain itu, cobalah untuk membuat suatu target (wajib ditulis, kalau perlu dipasang dekat tempat tidur) agar saat rasa malas datang, kita bisa dengan mudah melihat target yang masih mengantre untuk dikerjakan. Insya Allah, pasti kita akan merasa terpacu untuk segera menyelesaikan semuanya itu dan tentunya demi tujuan untuk membanggakan kedua orang tua,” tutur Siti Khoirunnisa.

“Di sela-sela waktu tersebut, coba pula untuk memberi ruang dan penghargaan kepada diri sendiri (self reward) setelah lelah menempuh perjuangan yang panjang dalam menyelesaikan target. Hal itu akan sangat membantu dalam mengatasi rasa malas dan mengembalikan semangat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan,” tutupnya.

Bidikmisi, Berprestasi tiada henti!

Reporter      : Syani Yemima Syahrul

Editor          : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *