Juarai Cover Song Nasional, Azyan: Berikan yang Terbaik

Formadiksi UM News — Bernyanyi bukanlah hal yang mudah. Keindahan bernyanyi tidak hanya dinilai dari aspek suara saja, tetapi penilaian juga meliputi teknik vokal, interpretasi lagu, penampilan, bahkan kostum dalam beberapa acara tertentu. Semua itu perlu dipersiapkan dengan matang, apalagi jika kita ingin mengikuti perlombaan menyanyi. Hal tersebut dirasakan betul oleh Azyan Qatrunnada Islam, mahasiswa penerima Bidikmisi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah 2019, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM).

 

Baru-baru ini Azyan berbagi kabar gembira tentang keberhasilannya meraih Juara Favorit dalam Lomba Cover Song Tingkat Nasional Tahun 2020 dengan lagu berjudul Kita Indonesia by Pekalongan Project feat Janur Kuning. Tentu saja Azyan tidak sendiri dalam meraih prestasi tersebut, melainkan telah berjuang sedari awal bersama Maroon Team, vocal group asal Provinsi Riau, tempat dirinya bergabung. Hal tersebut membuat Reporter Formadiksi UM tertarik untuk mengulik cerita Azyan bersama Maroon Team lebih jauh lagi. Bagaimana kisahnya? Simak liputannya berikut ini!

 

Awal Terbentuk

 

Memang bukan kebetulan semata bahwasanya saya dan Maroon Team dapat meraih Juara Favorit dalam Lomba Cover Song Tingkat Nasional Tahun 2020 dengan lagu berjudul Kita Indonesia by Pekalongan Project feat Janur Kuning ini. Kami pun sangat berbahagia karena dalam perlombaan ini, kami dapat mewakili Provinsi Riau. Semua berawal dari pesan WhatsApp yang saya terima dari kakak kelas saya sewaktu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dulu. Beliau mengutarakan maksudnya untuk mengajak saya ikut serta dalam lomba cover song tersebut. Berdasarkan konsep lomba cover song yang diusung, beliau sangat membutuhkan keterlibatan perempuan untuk menjadi partner-nya dalam meng-cover lagu berjudul Kita Indonesia. Audisi awal perlombaan diikuti oleh kakak kelas saya yang bersaing dengan 150 peserta lain dari seluruh Indonesia. Audisi yang bertujuan menyaring jumlah peserta tersebut dilaksanakan melalui Instagram. Hingga akhirnya, pada 13 Juni 2020 lalu ketika perlombaan masuk pada tahap babak final, kakak kelas saya dinyatakan lolos bersama 29 peserta lainnya. Nah, dari situ kakak kelas saya memelopori terbentuknya vocal group ini yang atas kesepakatan bersama diberi nama Maroon Team.

 

Tantangan yang Muncul

 

Setiap kompetisi pasti memiliki tantangannya masing-masing. Kali ini, perlombaan yang saya ikuti bersama Maroon Team diselenggarakan di lingkup nasional sehingga persaingan yang ketat antarpeserta tentu menjadi tantangan yang utama. Selain itu, tantangan juga muncul dari mulai penyusunan konsep, pencarian nada yang tepat dalam mengaransemen lagu, dan waktu latihan yang hanya sekitar satu pekan. Berkumpul menjadi momen yang cukup sulit untuk dilakukan, apalagi di tengah masa pandemi seperti ini. Perubahan konsep di bagian klimaks sempat terjadi beberapa kali dan membuat saya pribadi tertantang untuk mencapai nada falset yang cukup tinggi.

 

Di sisi lain, lagu yang wajib di-cover oleh para peserta menceritakan berbagai peristiwa terkait Corona Virus Disease (Covid-19), di mana makna yang terkandung dalam setiap liriknya pun benar-benar memberikan kesan yang mendalam sehingga perlu memahami lagunya dengan baik agar pesan yang dimaksud di dalam lagu bisa sampai kepada para pendengar. Menariknya, lagu berjudul Kita Indonesia yang dinyanyikan oleh grup band lokal yakni Pekalongan Project feat Janur Kuning ini juga telah berhasil mencuri perhatian publik lewat salah satu program siaran berita nasional (Liputan 6) yang meliputnya. Hal ini tentu menambah semangat saya bersama Maroon Team dalam mengikuti perlombaan ini.

 

Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil

 

Saya bersama Maroon Team selalu yakin dan percaya dengan semua perjuangan yang sudah kami lakukan sedari awal. Kami sadar, berbagai tantangan yang muncul dapat menjadi media untuk menguji kesungguhan kami dalam mengikuti lomba. Saya yakin, jika dihadapi bersama, semua tantangan tersebut dapat kami atasi dengan baik.

Benar adanya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itu pula yang saya dan Maroon Team percayai. Usaha kami berbuah manis lewat juara yang kami peroleh dalam lomba kali ini. Bahkan, music video yang kami upload di YouTube sebagai salah satu persyaratan mengikuti lomba, mendapat respon yang baik dari para viewers dan telah ditonton sebanyak lebih dari 20.000 kali. Walaupun sempat merasa kecewa di awal karena suatu hal, saya pribadi tetap teguh memegang prinsip saya bahwa segala ketetapan yang telah ditetapkan untukku, takkan pernah melewatkanku. Begitu juga sebaliknya, segala hal yang melewatkanku, berarti bukanlah ketetapan untukku. Kata-kata motivasi tersebut selalu berhasil membuat kami kembali bangkit untuk memperjuangkan apa yang harus terus kami perjuangkan.

 

Hal yang saya petik dari perlombaan kali ini adalah jangan takut untuk berjuang! Cobalah untuk mengasah kemampuan dan menambah kapasitas diri dengan berpartisipasi dalam berbagai ajang kompetisi. Menang atau kalah, itu soal nanti. Sebab kekalahan bukanlah sebuah akhir, dan kemenangan bukanlah segalanya. Berusahalah untuk selalu memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik tanpa menganggap bahwa kitalah yang terbaik. Tetap semangat dan teruslah berprestasi!

 

Nah, itu tadi hasil wawancara Reporter Formadiksi UM dengan Azyan. Azyan bersama Maroon Team sudah mencoba membuktikan kemampuan diri dan menunjukkan bakat mereka dalam bidang nonakademik yaitu dengan mengikuti perlombaan menyanyi. Pasti banyak pula bakat terpendam dari mahasiswa penerima Bidikmisi UM yang masih tersembunyi di luar sana, mungkin kamu salah satunya. Ingat, jangan takut! Sekaranglah saatnya teman-teman menunjukkan kemampuan teman-teman dan berprestasi lewat berbagai bakat yang teman-teman miliki.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter         : Syani Yemima Syahrul

Editor             : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *