Kabar Emas: Mahasiswa Penerima Bidikmisi Raih Juara Pertama LKTI se-Indonesia

Formadiksi UM News – Mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) kembali menyabet juara dalam Pekan Matematika Kreatif (PAMER) season  XIV se-Indonesia. Event ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Halu Oleo (UHO). Amanatul Haqqil Ibad beserta tim, Chantika Putri Ana (Program Studi S1 Matematika  angkatan 2018) dan Vira Ridho Hidayati (Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2018), yang juga merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi berhasil mendapat juara pertama dalam ajang tersebut.

Pada Minggu (28/3/2021), Reporter Formadiksi UM News telah mewawancarai ketua tim yakni Amanatul Haqqil Ibad, mahasiswa penerima Bidikmisi Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM angkatan 2017. Mari simak liputannya berikut ini!

Perjalanan dimulai dengan membentuk tim yang solid

Demi kebaikan kinerja dan kesehatan mental setiap anggota maka perlu tim yang solid. Solid bagi saya pribadi berarti bisa ada chemistry, mau mengerti, dan tahu tanggung jawab diri. Pertama, saya menemukan Chantika yang mempunyai keahlian dalam bidang natural mathematics. Kemudian kami menghubungi Vira  dengan kemampuan dalam teknik informatika yang sangat baik. Setelah itu, kami meminta bimbingan dari Bapak Mohammad Agung, Dosen Jurusan Matematika. Beliau siap sedia membantu kami bak menyingkirkan batu kerikil yang bisa saja mencederai perjalanan kami.

Tentunya, semua itu atas bantuan dari banyak pihak, termasuk adik-adik kami yang berkenan menjadi subjek penelitian kami. Selain itu, meskipun dua anggota saya memiliki kesibukan dan organisasi masing-masing, tetapi mereka tetap bisa komitmen dengan kompetisi ini hingga akhir. Begitulah perjalanan kami dan pastinya semua ini tidak lepas dari doa keluarga, ibu-ayah, dan pihak-pihak lainnya.

V-Trip, aplikasi pembelajaran matematika untuk mengatasi kendala belajar anak

Dalam kompetisi ini, karya yang kami angkat tentang media pembelajaran matematika berupa aplikasi dengan tujuan meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa, khususnya untuk kelas lima Sekolah Dasar. Judul karya kami yaitu, V-Trip (Virtual Trip): Aplikasi Pembelajaran Matematika berbasis Virtual Field Trip dengan Pendekatan Etnomatematika Rumah Adat untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Bangun Ruang Sisi Datar pada Anak.

Karya terinspirasi dari kendala adik

Ide karya kami berawal dari permasalahan adik saya dan tim, entah itu adik kandung maupun anak bimbingan les. Mereka duduk di kelas lima sekolah dasar dan merasa kesulitan memahami materi bangun ruang dan kurang minat untuk mengerjakan tugas matematika. Akhirnya, kami menyambungkan hal tersebut dengan beberapa teori belajar dan perkembangan kognitif yang sudah pernah didapat. Semua itu pastilah dengan berpacu pada peningkatan minat belajar anak. (Dan) tentunya dengan tetap memperhatikan clue pada tema perlombaan yang diselenggarakan.

Limpahan syukur saat dinyatakan sebagai juara

Alhamdulillah, perasaannya sangat senang dan lega. (Karena) pengumumannya tidak langsung setelah presentasi final. Jadi ada perasaan kepo selama masa menuju pengumuman hasil akhirnya. Setelah tahu pengumuman dan itu menang, juara 1, alhamdulillah, bersyukur sekali.

Sebenarnya saya dan tim tidak mempunyai ambisi untuk menang. Saya hanya mencoba untuk menerapkan saran dari teman sejurusan yang dulu pernah mengajak saya mengikuti lomba juga (Sayyidati Fatimah) untuk benar-benar merealisasikan ide yang kita usung ke kompetisi. Jadi, agar terbukti tujuannya berhasil atau tidak. Pada intinya, bismillah, kami fokus merealisasikan karya dulu tanpa berpikir mendapat juara atau tidak. Melakukan hal-hal yang sekiranya dilakukan seorang juara dalam kompetisi, tetapi tidak berpikir bahwa harus menjuarai kompetisi itu.

Saling percaya dan tanggung jawab sebagai kunci kerja tim

Kendala itu mungkin ada ya, biasanya pasti ada, tetapi tergantung kitanya dalam menyikapinya. Dalam satu tim bisa saling menguatkan untuk menghadapi atau tidak, sehingga meskipun kendala itu ada maka tidak akan terasa. Dalam tim ini pun insyaallah tidak ada kendala yang berarti karena semua anggota saling memahami dan saling percaya. Prinsip kami, kerja itu pasti, tapi kesehatan mental juga perlu diantisipasi. Kalau sudah ke-pressing dengan tagihan tugas lomba malah akan tidak baik juga untuk tugas-tugas lainnya. Jadi, let it flow dan saling percaya, alhamdulillah belum kami temui kendala yang berarti.

Proyek ke depannya agar kebermanfaatan meluas

Kalau masih ada kesempatan untuk lanjut ke prosiding atau mungkin jurnal, kami ingin melanjutkan. Namun, juga tergantung dari waktu karena saya juga sudah semester akhir juga. Kalaupun saya sudah lulus dan adik-adik tim ingin melanjutkan, sangat monggo sekali, semoga kebermanfaatannya bisa lebih meluas. Amin.

Pesan untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM

Semangat untuk teman-teman, khususnya adik-adik penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM yang memiliki waktu masih jauh lebih panjang daripada saya dan saudara-saudara saya se-angkatan. Tanyakan pada diri, mengapa ada di sini, di kampus ini, di program studi (prodi) ini. Kalau sudah tahu alasannya, jadikanlah itu alasan untuk senantiasa berprestasi. (Dan) berprestasi bukan hanya tentang mengikuti kompetisi atau menjuarai event LKTI. Tentukan definisi berprestasi itu sendiri bagi diri teman-teman dan adik-adik. Kalau alasan ada di prodi, saat ini tidak bisa menjadi pijakan tujuan untuk memacu prestasi. Cari dan tentukan tujuan itu sekarang juga. Bagi saya, seorang sarjana pendidikan tidak harus menjadi pendidik. Jika memang ada jiwa untuk berwirausaha, mengapa tidak dicoba, seperti itu contohnya, tetapi jangan pernah lupa kewajiban utama kita adalah kuliah. Teman-teman mau jadi apa, ingin apa, dan memimpikan apa, break down ke aktivitas sehari-hari dan ciptakan prestasi teman-teman sendiri sesuai yang teman-teman mau, sesuai yang teman-teman mampu. (Dan) semoga, orang tua kita bangga dengan apa yang telah kita usahakan dan Allah senantiasa meridai sikap ikhtiar kita. Amin.

Nah, itulah hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News dengan Amanatul Haqqil Ibad. Semoga senantiasa bermanfaat dan memotivasi kita semua untuk terus produktif dan berprestasi meski di masa pandemi ini.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter          : Chaula Intan Charir

Editor              : Agnes Tiara

2 thoughts on “Kabar Emas: Mahasiswa Penerima Bidikmisi Raih Juara Pertama LKTI se-Indonesia”

  1. Huhuhuuww yaampunnnn asli dah ngena, nyetuh, dan nampar bangett.. semoga bisa nular yaa Allah.. Aamiin allahumma aamiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *