Kabar Prestasi: Juara 1 dan 2 Lomba Cerpen se-Malang Raya

Kabar Prestasi: Juara 1 dan 2 Lomba Cerpen se-Malang Raya

Formadiksi UM News — Masa pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini tidak menyurutkan semangat berprestasi di kalangan mahasiswa. Berbagai perlombaan diselenggarakan dalam jaringan (daring) sehingga dapat memudahkan peserta ketika mengikuti lomba di mana saja dan kapan saja. Salah satunya adalah Lomba Cerpen Universitas se-Malang Raya dengan tema “Belajar Bahagia dari Diri Sendiri sebagai Bentuk Apresiasi dalam Menumbuhkan Semangat Berprestasi” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia “Oksigen” 2020 Universitas Negeri Malang (UM).

 

Kali ini, giliran Laila Badriyatul Habibah, Mahasiswa Jurusan Biologi sekaligus mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2018 dan Aliffia Himma Amaliyah, Mahasiswa Jurusan Kimia sekaligus mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah angkatan 2020. Keduanya berasal dari fakultas yang sama yaitu Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM. Keduanya secara berturut-turut berhasil meraih juara 1 dan juara 2 pada Lomba Cerpen Universitas se-Malang Raya yang diselenggarakan oleh HMJ Kimia “Oksigen” 2020 UM tersebut.

 

Pada Kamis (12/11/2020), Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Laila dan Aliffia. Keduanya berkenan membagikan kisahnya dalam mengikuti lomba. Bagaimana ceritanya? Yuk, simak bersama liputannya!

 

“Pada dasarnya, saya memang hobi menulis. Jadi, ketika ada pengumuman lomba cerpen yang diselenggarakan oleh HMJ Kimia “Oksigen”, saya langsung tertarik untuk mengikutinya. Tujuan utama keikutsertaan saya adalah ingin mengetahui sejauh mana kemampuan saya, khususnya dalam hal menulis dan tentunya menambah pengalaman serta relasi dari kampus-kampus lain,” tutur Laila.

 

Kegemaran Laila dalam menulis mendorongnya mampu menghasilkan karya sastra yang menarik. Salah satunya adalah cerpen karyanya yang berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Cerpen Universitas se-Malang Raya. Lalu, dari manakah Laila mendapatkan inspirasi untuk menulis karyanya?

 

“Cerpen saya yang berhasil meraih juara 1 berjudul “Unit 97” dengan total poin sebanyak 194. Terkhusus pada cerpen tersebut, pastinya inspirasi utama saya adalah kedua orang tua karena tanpa kedua orang tua, saya tidak akan memiliki keberanian untuk merealisasikan mimpi saya. Kebetulan, lomba cerpen tersebut juga memiliki dua subtema yakni “Aku dan Harapanku” serta “Aku dan Mimpiku”. Nah, harapan dan mimpi saya adalah tentunya membanggakan kedua orang tua,” jelas Mahasiswa Jurusan Biologi tersebut.

 

Sementara itu, Aliffia yang merupakan mahasiswa baru (maba) juga berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Cerpen Universitas se-Malang Raya. Cerpennya yang berjudul “Temukan Duniamu” memperoleh total nilai sebanyak 192 poin.

 

“Dari awal mengikuti lomba, saya ingin mengasah kemampuan saya, terutama dalam hal menulis cerita fiksi. (Karena) sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), saya gemar membaca novel dan menulis cerita fiksi. Menulis apa pun yang ingin saya tulis sangatlah menyenangkan. Tidak ada batasan terkait dunia seperti apa yang ingin saya ciptakan dan ceritakan dalam tulisan saya. Jadi, ketika mengikuti lomba saya tidak terlalu memikirkan soal persaingan. Menurut saya, menang atau kalah itu wajar, yang terpenting adalah saya sudah berusaha menuliskan apa yang ingin saya tulis. Itu sudah merupakan suatu kebahagiaan bagi saya,” papar Aliffia.

 

Serupa dengan Laila yang menjadikan kedua orang tua sebagai sumber inspirasinya dalam menulis cerpen, Aliffia juga mengungkapkan sumber motivasinya dalam menulis cerpen dan menghasilkan prestasi di bidang kepenulisan.

 

“Mama saya pernah berkata kepada saya, Pasti dikasih jalan kalau berusaha, Mama doakan semoga bisa. Belajar yang rajin!’. Sejak itu saya berpikir, pasti ada jalan untuk siapa pun yang mau berusaha. Tidak peduli apa latar belakang orang itu. Ketika kita memiliki motivasi yang kuat maka akan ada jalan untuk kita dalam meraih cita-cita. Oleh karena itu, cerpen yang saya tulis kali ini bercerita tentang tokoh Nira yang berasal dari keluarga tidak mampu, di mana pada akhirnya ia berhasil menjadi seorang peneliti lingkungan,” ungkap Aliffia.

 

Mengukir prestasi menjadi salah satu keinginan banyak orang, tak terkecuali mahasiswa. Oleh karena itu, di akhir wawancara Laila dan Aliffia juga memberikan pesan mereka untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM agar terus berprestasi.

 

“Jangan pernah menyerah dan tetap semangat dalam mengukir prestasi. Ingat, jika kalian merasa lelah dan ingin menyerah, istirahatlah sejenak tetapi jangan sampai meninggalkan mimpi dan semua yang telah kalian mulai di sini (UM). Ingat, masih ada kedua orang tua yang harus kalian banggakan. Ada keluarga yang harus kalian bahagiakan, dan tentunya ada diri kalian sendiri yang harus berbahagia. Jadi, jangan berhenti untuk menjadi mahasiswa (penerima) KIP Kuliah dan mahasiswa (penerima) Bidikmisi yang berprestasi tiada henti! Tuhan bersama kalian karena itu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semangat!” tutur Laila.

 

“Mungkin saya lebih ke arah memotivasi ya. Selagi ada pemerintah yang membiayai kuliah kita, hendaknya jangan menyia-nyiakan hal tersebut. Ini merupakan kesempatan besar bagi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Buatlah banyak kenangan baik, belajar yang giat, terus berprestasi, dan capailah keinginan! Karena kalau tidak sekarang, mungkin tidak ada kesempatan kedua bukan?” tutup Aliffia.

 

Pesan yang sangat bermanfaat dari Laila dan Aliffia bukan? Semoga hasil liputan Reporter Formadiksi UM News bersama kedua narasumber dapat memotivasi dan menginspirasi teman-teman untuk semakin bersemangat dalam mengukir prestasi.

 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter: Syani Yemima Syahrul

Editor: Chantika Putri Ana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *