Keragaman Ada Dari Kita dan Untuk Kita

Ketika seseorang ingin mencari suatu barang yang terdapat di sebuah supermarket dengan beragam barang pilihan, misalnya orang itu akan membeli sebuah merek sabun cair mandi. Orang akan cenderung memilih bagian kemasan yang menarik, praktis dengan harga yang lebih murah. Untuk orang yang awam, mungkin dia akan menempatkan pilihan pada barang yang menurut dia wangi dengan kemasan menarik. Untuk para ibu-ibu, tentu saja akan memilih merek yang mereka selalu gunakan. Dari gambaran itu kita dapat melihat bahwa memilih suatu barang ternyata berawal dari seperti apa rupanya atau bagian luarnya. Sama halnya dengan sebuah organisasi.

Organisasi sendiri merupakan suatu kelompok atau perkumpulan yang memiliki satu tujuan dan visi bersama. Orang-orang mungkin hanya tau bahwa organisasi itu tujuannya untuk mewujudkan visi dan misi dalam lingkaran tersebut yang rata-rata organisasi satu sama lain hampir sama. Akan tetapi, bila melihat lebih luas lagi organisasi bukan hanya sebuah perkumpulan. Organisasi mampu menjadi sebuah wadah untuk mewujudkan pundi-pundi rupiah. Seperti sedikit cuplikan sabun di atas. Kita ibaratkan organisasi yang begitu banyak sama dengan ragam pilihan sabun ada Lifeboy, Lux, Detol, Giv, dan masih banyak lainnya. Mereka semua adalah sabun untuk membersihkan badan. Sama dengan organisasi mereka adalah perkumpulan. Lantas, apa yang membedakan di antara mereka semua?

Lifeboy terkenal dengan misinya sebagai sabun anti bakteri nomor 1 di dunia, sementara sabun Lux yang terkenal akan kemewahannya. Manakah yang penjualannya paling tinggi? Tentu saja keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga seseorang pun saat memutuskan membeli akan membeli sesuai kebutuhan mereka. Ingin yang wangi atau yang mengandung anti bakteri lebih tinggi. Hal itu pula yang terjadi dalam sebuah organisasi. Misalnya, antara organisasi Formadiksi UM atau Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang dengan visi Terwujudnya suatu organisasi kekeluargaan sebagai wadah mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang yang berintelektual, bermoral, inovatif, dan kontributif. Sementara itu Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Jember dengan visinya sendiri. Tentu saja keduanya memiliki persamaan sama-sama organisasi yang menampung mahasiswa penerima Bidikmisi. Akan tetapi, keduanya memiliki karakteristik sendiri, terutama dalam hal pelayanan.

Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang ini ada selalu diperkenalkan ketika menjadi mahasiswa baru. Berbicara mengenai karakteristik yang melekat serta kelebihan dibanding dengan forum mahasiswa Bidikmisi dari universitas lainnya, Formadiksi UM memiliki eksistensi dan esensi tersendiri dalam progam yang dibuat.

Eksistensi merupakan keberadaan yang diakui. Jika melihat dari segi eksistensi ini sendiri Formadiksi UM memang selalu muncul mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga kelulusan. Bagaimana tidak ketika penerimaan mahasiswa baru dengan jalur Bidikmisi secara tidak langsung Formadiksi UM harus sigap dan siap dalam berkontribusi melayani para calon mahasiswa baru. Bahkan setelah menjadi mahasiswa pun para penerima Bidikmisi akan terus diawasi oleh Formadiksi UM agar tidak keluar dari apa yang telah dipersyaratkan di awal saat menerima Bidikmisi. Formadiksi UM sendiri tidak hanya sebagai pengawas, tetapi penyalur informasi, baik informasi prestasi, lomba, sejarah, maupun keunggulan untuk seluruh mahasiswa yang selalu aktif. Selama ini tidak sedikit mahasiswa penerima Bidikmisi yang selalu menorehkan prestasi, sehingga Formadiksi UM ini sangatlah penting agar prestasi yang telah ada dapat dikembangkan dan diakui dengan lebih baik lagi di universitas. Sehingga eksistensi dari sebuah Formadiksi UM ini sangatlah penting, karena seseorang akan percaya untuk memasuki organisasi atau menerima informasi yang dihaturkan dari forum tersebut apabila forum tersebut mendapatkan legalitas, atau perizinan dari tempat di mana dia berada. Pentingnya keberadaan atau eksistensi itu tak hanya dari dari segi legalitas, tetapi karya, sosial media, prestasi nonakademik, dan akademik akan selalu menjadi inspirasi dan pandangan bagi mahasiswa lainnya. Bahkan eksistensi Formadiksi UM akan menjadikan organisasi yang lebih dikenal, sehingga dalam melakukan segala kegiatan akan lebih mudah baik dalam melakukan kerja sama atau permintaan lainnya.

Esensi menurut Wikipedia merupakan apanya kenyataan, yang berarti ada sebuah konsep yang disajikan. Konsep dari Formadiksi UM sangatlah penting mengingat kebanyakan orang tidak suka membaca banyak tulisan, tetapi lebih suka melihat hal-hal yang efisien, efektif, dan mudah dipahami, serta lebih berwarna. Sama halnya dengan sabun di atas memiliki wadah yang berbeda dengan cover yang berbeda pula. Formadiksi UM jika melihat langsung pada website lebih komunikatif dan interaktif, orang akan mudah mencari informasi yang mereka butuhkan dengan mencari di dialogue search. Pada konsepan Website pun juga lebih ditekankan pada kisah inspiratif, prestasi, dan karya dari mahasiswa penerima Bidikmisi sendiri. Agar seseorang yang nantinya membaca atau melihat akan termotivasi. Tidak hanya dari segi isi, dari penggunaan warna, tulisan pun harus terkonsep. Dan itulah yang dilakukan Formadiksi UM, sehingga orang akan merasa nyaman saat membaca dengan kata lain tidak membuat mata sakit akibat kontras warna. Web, IG, Twitter, Facebook, dan sosial media lainnya juga sangat penting dalam sebuah esensi, karena dengan begitu tujuan dari penggunaan sosial media, serta tujuan organisasi sendiri akan tersampaikan dengan tepat.

Memaknai pentingnya eksistensi dan esensi Formadiksi UM bagi Mahasiswa Bidikmisi UM adalah menggunakan secara tepat segala bentuk apa yang telah disajikan organisasi tersebut, baik dalam hal informasi pencairan, informasi pelaksanaan kegiatan, dan lainnya. Keberadaan Formadiksi UM begitu penting bagi seluruh mahasiswa utamanya penerima Bidikmisi, agar tidak tertinggal dalam menerima informasi. Sebagai warga Universitas Negeri Malang hendaknya menghargai serta mempercayai informasi yang telah disajikan oleh Formadiksi UM di sosial media, seperti kita memilih sabun mandi yang sudah sering kita gunakan, karena kita percaya itu yang paling bagus untuk kita. Begitupun Formadiksi UM ada dari kita, dan juga untuk kita. Meskipun bukan bagian dari organisasi tersebut, tetapi kita semua adalah keluarga yang wajib berkontribusi mengisi karya dan prestasi untuk Formadiksi UM.

Dimas Putri Mega Pratesa

FE/Manajemen 2017

(Juara 2 Lomba Cipta Opini Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang 2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *