Kiprah Mahasiswa Bidikmisi Dalam IAW 2018, Bidikmisi Berprestasi Tiada Henti

Yogyakarta – Untuk kesekian kalinya mahasiswa Bidikmisi UM kembali mengharumkan nama Universitas Negeri Malang dengan prestasinya. Devi Wahyu Irawan (S1 Akuntansi 2015) beserta timnya, Eka Nurrizeki Amaliya (S1 Akuntansi 2015) dan Eka Rofida (S1 Akuntansi 2015) berhasil meraih juara 1 dalam ajang International Accounting Week (IAW) 2018, Sabtu lalu (3/3). IAW merupakan kompetisi dalam bidang akuntansi antar mahasiswa aktif S1 (PTN/PTS) se-Indonesia.

Kompetisi ini terdiri dari babak penyisihan yang dilaksanakan secara online, kemudian dilanjutkan babak semifinal dan final yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dari seluruh tahapan tersebut, tahapan yang dirasa paling berat oleh Devi beserta tim adalah ketika memasuki babak final.

“Babak penyisihan adalah babak pertama di IAW ini. Seminggu setelah babak penyisihan, diumumkan peserta yang masuk semifinal. Setelah melewati babak semifinal dan dinyatakan lolos, kami memasuki babak final. Babak final adalah yang terberat, karena di sini kami melawan tim dari kampus-kampus besar di Nusantara yang turut berpartisipasi dalam ajang IAW.” tegasnya.

“Awalnya sih tidak yakin bisa lolos final apalagi bisa menjadi juara 1 karena lawan-lawan yang kami hadapi berasal dari berbagai universitas besar seperti UGM, UB, dan UNAIR.” tutur Devi.

Perasaan tidak yakin itu muncul dikarenakan Devi beserta tim tidak melakukan persiapan khusus sebelumnya. Devi beserta tim, belajar dan mencari referensi-referensi materi yang dibutuhkan secara mandiri. Mereka memiliki sebuah motivasi besar ketika mengikuti ajang IAW ini, yaitu kedepannya mereka bisa terpacu untuk lebih serius dan bersemangat dalam belajar.

“Tidak ada persiapan khusus sebenarnya karena memang kami bertiga mahasiswa akuntasi dan lomba ini adalah lomba dalam bidang akuntansi. Dulu juga sempat ikut lomba yang serupa dengan anggota tim yang sama. Jadi memang kami tidak membuat satu persiapan khusus agar tim kami bisa juara 1.” terang Devi.

Banyak manfaat yang mereka peroleh dari kompetisi ini. Mereka mendapatkan pengalaman berkompetisi yang cukup menantang mengingat lomba ini merupakan kompetisi tingkat nasional. Mereka juga mendapatkan jaringan yang luas dengan peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Selain itu, Devi dan tim mendapatkan satu pelajaran berharga bahwa dalam mengikuti kompetisi apapun, tidak bisa hanya dipersiapkan sehari sebelum lomba dilaksanakan. Persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari dengan niat dan tekad yang bulat.

Di akhir wawancara, Devi memberikan motivasi agar mahasiswa Bidikmisi UM tidak pernah berhenti untuk menciptakan prestasi.

“Mahasiswa Bidikmisi UM tidak boleh berhenti mencetak prestasi karena mahasiswa Bidikmisi dikenal dengan prestasi. Prestasi bisa dicetak di mana saja, sebab prestasi hanya perlu semangat dan percaya diri.” (khusnul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *