Kisah Inspiratif Mahasiswa Penerima Bidikmisi UNJ, Sukses Terbitkan Dua Buku

Formadiksi UM News — Menghasilkan sebuah karya dalam bentuk tulisan tentu menjadi sebuah pencapaian tersendiri bagi seseorang, terlebih ketika karya tersebut dapat diterbitkan dalam bentuk buku dan dinikmati oleh orang lain (pembaca). Namun, di balik terbitnya sebuah buku tentu ada banyak kisah dari sang penulis yang menyertainya. Salah satu contohnya adalah kisah dari Khaerun Nisa.

Khaerun Nisa adalah seorang mahasiswa penerima Bidikmisi Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2018. Walaupun masih berstatus sebagai mahasiswa, tahun ini dua karya puisi milik Nisa telah diterbitkan dalam bentuk buku antologi puisi. Buku pertama berjudul Serumpun Puisi “Kasih Sayang” yang berisi kumpulan puisi karya Nisa bersama para penulis lain dan buku kedua merupakan hasil karya pribadinya yang berjudul Renjana. Bagaimana kisah lengkap sang penulis? Simak hasil liputan Reporter Formadiksi UM News berikut ini!

Mengenal Dunia Kepenulisan

Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), saya sudah menyukai berbagai jenis karya sastra, mulai dari karangan bebas seperti cerita pendek (cerpen), puisi seperti pantun, dan juga dongeng. Bukan tanpa alasan, saya menyukai semua itu karena mama saya yang memperkenalkannya. Selain jenis-jenis karya sastra, mama juga memperkenalkan para penyair dan sastrawan hebat seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail, dan W.S. Rendra dengan karya-karya mereka yang tak lekang oleh waktu. Kesukaan saya terhadap sastra dan dunia kepenulisan semakin bertambah ketika menulis sederhana menjadi salah satu tuntutan dalam proses belajar di sekolah. Semasa sekolah, saya juga senang menulis cerpen dan puisi serta mencoba mengikuti beberapa lomba terkait kepenulisan.

Sang Motivator

(Yang) menjadi motivasi saya dalam menulis adalah mama. Saya ingin menjadi seperti mama yang pandai mengolah berbagai kata dan kalimat sehingga menjadi narasi yang indah. Kami pun memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi seorang penulis. Namun, sampai saat ini mama hanya menyimpan karyanya untuk koleksi pribadi, sedangkan saya mencoba melanjutkan cita-cita tersebut, sedikit demi sedikit.

Buku dan Tantangan

Serumpun Puisi “Kasih Sayang” merupakan buku antologi puisi berisi lima puluh puisi terpilih yang diterbitkan oleh Penerbit Pena Pedia. Berbagai karya yang dimuat berelasi dengan kasih sayang dan uraian rasa dari jiwa-jiwa yang mencinta, sedangkan Renjana adalah buku yang berisi lima puluh satu puisi karya saya pribadi tentang kepingan-kepingan rasa yang membekas dalam dada, tentang pencarian makna hidup, tentang patah yang harus tumbuh, dan tentang resah yang harus sudah.

Bukan tanpa halangan, proses pembuatan dan penerbitan kedua buku tersebut diwarnai oleh banyaknya tantangan yang harus saya hadapi. Di antaranya kesibukan saya sebagai mahasiswa seperti berkuliah, berorganisasi, dan mengikuti kepanitiaan dalam acara yang diselenggarakan oleh pihak fakultas. Selain itu, menuangkan ide ke dalam diksi-diksi yang membentuk bait puisi, menjadi hal yang tidak mudah. Semua kembali lagi kepada diri kita pribadi. Kita harus menemukan cara yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul. Saya pribadi memiliki empat cara utama untuk mengatasi tantangan yang ada yaitu manajemen waktu, konsisten dalam menulis, istirahat yang cukup, dan banyak berliterasi.

Pesan untuk Mahasiswa Penerima Bidikmisi

Jangan menjadikan kesuksesan milik orang lain sebagai pembanding untuk menilai kesuksesan kita sendiri karena pada umumnya, hal tersebut hanya akan menimbulkan perasaan negatif seperti rasa insecure. Fokuslah terhadap apapun yang kita sukai dan tekuni itu. (Karena) menjadi seorang yang bermanfaat adalah sebuah keharusan.

Berikut salah satu kutipan yang selalu saya ingat:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (HR. Ahmad Ath-Thabrani ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami no:3289)”

Berkarya sama dengan berinvestasi. Berinvestasi dalam hal kebaikan itu banyak caranya. Tentu dapat kita lakukan dengan menggunakan cara kita masing-masing. Saya percaya, mahasiswa penerima Bidikmisi adalah orang-orang terpilih yang dapat menginspirasi dan memberikan manfaat lebih untuk sekitarnya.

Reporter          : Syani Yemima Syahrul

Editor              : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *