LKMO FORMADIKSI 2017, SEDERHANA NAMUN PENUH MAKNA

Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) Formadiksi UM kembali diadakan. LKMO ini merupakan program kerja yang setiap tahun dilaksanakan. Di tahun 2017 merupakan LKMO ke-4. Kegiatan yang berlangsung pada 3-5 Maret 2017 bertempat di Desa Tlekung, Kec. Junrejo, Batu. Perbedaan dengan tahun lalu yang diadakan di Gedung D9 Teknik Sipil. Inovasi ini dimaksudkan agar kegiatan ini tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Selain itu kegiatannya tidak hanya berada didalam ruangan, namun juga ada yang di luar ruangan, tujuannya adalah agar peserta LKMO terhindar dari rasa jenuh dan bosan saat menerima materi. Perbedaan lain dari tahun yang sebelumnya adalah kegiatan tahun ini dikemas dengan sederhana namun penuh dengan makna dan rasa kekeluargaan yang erat.

Tema yang dipakai untuk kegiatan LKMO tahun 2017 adalah “Membangun Kekeluargaan dan Jiwa Kepemimpinan Guna Mewujudkan Pengurus Formadiksi UM Yang Berdedikasi dan Berprestasi”. Mempunyai jiwa kepemimpin sangat penting dalam berorganisasi, karena dalam berorganisasi seseorang tersebut akan bertemu dengan banyak orang dengan pemikiran yang berbeda. Mampu memimpin diri sendiri menjadi prioritas dalam artian mampu mengendalikan diri saat harus berhadapan dengan banyak orang yang bisa jadi pendapatnya bertolak belakang dengan pendapat diri sendiri. Selain jiwa kepemimpinan yang dibentuk, tema tersebut juga mencerminkan asas dari Formadiksi UM, yaitu kekeluargaan. Ketua Pelaksana LKMO 2017, Anton Agus Setiawan menuturkan alasan dibalik pemilihan tema tersebut, yaitu “panitia ingin menanamkan rasa kekeluargaan yang erat diantara semua pengurus Formadiksi UM 2017 dalam menjalankan roda kepengurusan organisasi dan juga berharap agar pengurus Formadiksi UM 2017 tidak hanya mahir dalam berprestasi namun juga mahir dan menginspirasi dalam hal prestasi”.

Persiapan dari panitia cukup singkat, sekitar 3 minggu, namun tetap saja panitia berusaha dengan keras untuk mengemas kegiatan tersebut agar berkesan dan menyenangkan dengan balutan kesederhanaan serta tidak lupa kekeluargaan. Kegiatan diawali pemberangkatan peserta juga panitia. Semuanya berkumpul di depan Gerbang Semarang, ada yang naik angkot yang memang sudah disewa, ada pula yang naik sepeda motor. Sesampainya di villa, peserta dan juga panitia bergegas meletakkan barang di kamar masing-masing. Berhubung waktu sempat molor saat pemberangkatan, beberapa susunan acara diubah, tapi tidak menjadi hambatan dalam berlangsungnya kegiatan.

Usai sholat maghrib, semua peserta juga panitia diarahkan untuk berkumpul di aula untuk makan malam bersama. Untuk mempererat rasa kekeluargaan, peserta dan panitia tidak makan sendiri-sendiri, namun dalam wadah yang sama, dimana makanan dijajar memanjang dan saat makan akan berhadapan satu sama lain. Selepas makan malam, semua kembali ke kamar masing-masing untuk melaksanakan sholat isya dan segera kembali ke aula untuk acara pembukaan LKMO. Pada saat upacara pembukaan, semua mengenakan jas almamater UM. Pembukaan dimulai dengan Bismillah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Formadiksi. Tidak luput sambutan dari ketua pelaksana dan ketua Formadiksi UM yang sekaligus membuka LKMO Formadiksi UM 2017 secara resmi. Pembukaan diakhiri dengan doa. Kegiatan selanjutnya adalah materi tentang kebidikmisian yang disampaikan oleh ketua Formadiksi 2017, Zulfatus S. peserta  LKMO menyimak dengan baik, materi berlangsung dengan santai namun juga serius. Diakhir materi banyak sekali pertanyaan yang diajukan sehingga membuat wawasan anggota baru semakin bertambah. Sekitar pukul 22.00 WIB, materi berakhir. Namun, semua tidak bergegas untuk tidur, semua berkumpul menurut divisi untuk mendiskusikan pensi yang akan ditampilkan di hari kedua.

Memasuki hari kedua LKMO, kegiatan pertama yang dijalani adalah senam pagi, semua peserta juga panitia begitu bersemangat mengikuti. Sesuai senam pagi, seluruh peserta juga panitia bergegas untuk sarapan. Seteah sarapan, semua bersiap untuk pensi. Pensi diawali dengan pengambilan nomor urut. Untuk nomor urut yang pertama ada dari divisi keilmuan dan pengabdian dan selanjutnya menyusul divisi-divisi lain, ditambah dari pengurus inti dan alumni yang bergabung dengan DPO. Dalam pensi ini, banyak menampilkan bakat-bakat terpendam dari masing-masing divisinya, ada yang bernyanyi, menari, drama dll. Walaupun pensi hanya sederhana namun sungguh meriah bagi peserta juga panitia LKMO, aksi-aksi yang mungkin memicu gelak tawa dari semuanya begitu menyiratkan bahwa disini kami adalah keluarga. Pensi sudah berakhir kemudian dianjutkan dengan materi Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh M. Khoirul Anam yang tidak lain adalah Ketua Formadiski 2016. Dalam materi kali ini, pemateri menyampaikan bahwa organisasi itu ibarat rumah dimana pondasinya adalah anggota-anggotanya, tiang menggambarkan visi dan misinya, dindingnya merupakan kebersamaan, atapnya adalah rasa memiliki, perabotnya cerminan dari kegiatannya, dan yang terkahir catnya merupakan keinginan dari hati para pemiliknya. Pemateri, M. Khoirul Anam juga mengajak peserta juga panitia untuk menggambarkan rumah yang diinginkannya. Sebelum materi diakhiri, ada sebuah permainan dimana peserta diarahkan untuk berkelompok dan harus menyusun kertas menjadi menara setinggi-tinginya. Hingga diakhir materi, semua kelompok melebur menjadi satu dan menyusun menara dari kertas.

Materi berkakhir, semua bergegas untuk ishoma. Selepas ishoma, sekitar pukul 14.15, peserta kembali ke aula untuk materi bedah AD/ART yang disampaikan oleh Defri Eko Widyantoro. Penjelasan cukup singkat namun tepat, mengingat waktu yang diberikan hanya 1 jam. Materi selanjutnya adalah tentang Keformadiksian, materi ini mengupas tuntas tentang formadiksi dari perjuangan awalterbentuknya formadiksi hingga sekarang. Pematerinya tidak lain adalah ketua formadiksi yang pertama, Sahrul Romadhon, S.Pd. pemateri dengan luwes menyampaikan sejarah formadiksi, mulai dari penggagasnya hingga akhirnya terbentuk formadiksi. Tidak luput pula perjalanan terjal yang harus dihadapi. Materi yang cukup menarik dan penting, mengingat bahwasana anggota baru memang harus mengetahui bagaimana formadiksi itu terbentuk. Ada materi tambahan yang diberikan, yaitu tentang beasiswa LPDP, tentu saja semua begitu antusias dan menyimak dengan baik. Usai materi keformadiksian, ada satu maetri lagi sebelum menginjak ke ishoma, yaitu Motivasi Berprestasi yang disampaikan oleh Mei Wahyudi. Materi cukup singkat, namun tetap saja berkualitas, dimana pemateri menyampaikan bahwa anak bidikmisi itu bisa apa saja, terutama bisa berprestasi.

Malam hari kedua, setelah ishoma dan makan, sembari menunggu Pendamping Teknis Formadiksi, Bapak Subur Hariono, anggota baru formadiksi sharing dengan alumni formadiksi. Tidak lama kemudian, Bapak Subur sudah dating, semuanya langsung bersiap untuk pelantikan. Pelantikan dimuai dengan serah terima jabatan antara ketua formadiksi tahun 2016 dengan ketua formadiksi tahun 2017. Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang didikuti oleh pengurus formadiksi 2017. Acara berlangsung khidmat, setelah pembacaan ikrar, pengurus formadiksi 2017 telah resmi. Usai pelantikan, Bapak Subur mengisi materi(). Disela-sela materi Bapak Subur juga menceritakn kisah hidupnya, yang diharapkan mampu menginspirasi pengurus formadiksi 2017. Materi diakhiri dengan foto bersama dengan Bapak Subur.

Hari terakhir LKMO, setelah sarapan, semua berkumpul di aula untuk mendapat materi leadership, cukup singkat karena memang akan segera dilanjutkan dengan outbond. Untuk leadership dan outbond, pematerinya sama yaitu Linur Huda, S.Pd.. Dalam materi leadership, pemateri menyampaikan bahwa seorang pemimpin itu harus Sehat, Bahagia, dan Energik. Dan mempunyai 4 kewajiban, yaitu komunikasi, pendingin, trias politika, dan perbanyak link. Setelah materi yang singkat, semua bergegas berkumpul diluar bersiap untuk outbond. Outbond sendiri dilaksanakan di suatu taman, dimana letaknya tidak jauh dari basecamp peserta LKMO 2017. Kegiatan outbond diawali dengan melakukan instruksi dari instruktur yaitu Linur Huda, S.Pd. untuk mengambil air yang kemudian diletakkan di dalam sebuah plastik yang sudah disediakan. Setelah semuanya siap selanjutnya peserta outbond diarahkan untuk menuju taman tempat diadakannya outbond.

Ada 3 jenis outbond yang dimainkan saat itu, yang pertama adalah outbond yang ditujukan atau dimainkan adalah outbond dimana pesertanya diwajibkan untuk memberikan sebuah bola kepada anggota lain dari angkatan yang berbeda, setiap memberikan atau mendapatkan bola, peserta harus menyebutkan peserta lain yang menyerahkan bola tersebut padanya atau menyebutkan nama dan jurusan peserta lain yang akan diberikan bola. Tujuan dari dilakukannya outbond pertama ini adalah agar, setiap anggota formadiksi dapat mengenal anggota lainnya dengan baik.

Setelah itu dilakukan outbond yang kedua, yaitu outbond memindahkan bola pingpong ke atas solatip menggunakan rafia dan karet, dimana bola pingpong diletakkan di atas karet yang terikat tali rafia. Untuk games yang satu ini, seluruh peserta dibagi menjafi 3 kelompok yang kemudian mendapatkan misi untuk memindahkan bola pingpong tersebut ke atas solatip. Permainan ini membutuhkan kerja kelompok atau team work yang bagus supaya bola bisa diletakkan ke atas solatip tanpa terjatuh. Dari games yang kedua ini menggambarkan bahwa, dalam berorganisasi memerlukan team work yang baik untuk mencapai visi misi suatu organisasi.

Game terakhir diberi nama “war”, terdengar menyeramkan namun sebenarnya games ini memiki banyak makna dibalik namanya yang menyeramkan. Games ini menggambarkan bentuk gotong royong dalam menjaga keutuhan suatu organisasi yang diimplementasikan di dalam games yaitu peserta outbond menjaga lilin yang dipegang supaya tetap menyala walaupun banyak sekali faktor dari luar yang ingin memadamkannya.

Dari keterangan diatas bisa disimpulkan bahwa sesungguhnya games games yang ada pada acara outbond tersebut tidak hanya sekedar games yang memberikan rasa senang pada pemainnya, namun juga sarat akan makna yang dikandungnya yaitu diantaranya, bagaimana kita harus saling mengenal satu sama lain antar anggota dalam suatu organisasi, agar tercipta suatu keharmonisan yang kemudian akan menciptakan jiwa kebersaamaan dan juga rasa saling gotong royong untuk mempertahankan amanah organisasi yang diberikan pada setiap anggota formadiksi.

Setelah outbond, peserta digiring untuk kembali ke basecamp untuk istirahat dan membersihkan diri. Sebelum itu, perlu diketahui bahwasannya acara outbond merupakan penutup rangkaian acara dari kegiatan LKMO atau Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi 2017. Setelah anggota dipersilahkan beristirahat dan membersihkan diri, sebagai acara penutup kegiatan ini, dilakukan acara bincang-bincang ringan yang dilanjutkan dengan acara makan siang sebagai penutup acara yang mengisyaratkan kesuksesan rangkaian acara yang telah dilaksanakan. Disitu terlihat keeratan dan kekompakan antar anggota yang semakin terbentuk, tidak ada rasa canggung dan malu malu lagi untuk saling berbincang dan mengeluarkan pendapat. Dari itu diharapkan bahwa dengan adanya keterikatan anggota satu sama lain akan mempererat persaudaraan yang ada di dalam formadiksi yang kemudian menjadikan formadiksi sebagai organisasi yang kokoh.

Dalam penutupan, Ketua Formadiksi UM, Zulfatus Sholikah menyampaikan pesan bahwa “jangan melupakan esensi dari LKMO 2017,InsyaAllah bermanfaat, saya tunggu di mustafodium 4, karena dari ini kita keluarga, buktikan amanat yang telah diucap pasti bisa”. Usai penutupan, semua bergegas untuk pulang.

Bidikmisi…..Berperestasi tiada henti!!!

FORMADIKSI UM …. Sukses!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *