Lomba Cipta Puisi dan Opini Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang: Masih Ragu untuk Menulis Opini? Ini Dia Tips Juara Cipta Opini Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ekonomi UM

Penutupan Lomba Cipta Puisi dan Opini Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang tinggal 20 hari lagi. Sampai di mana persiapan dan kematangan karya yang akan kalian ikutkan? Ayo, segera daftar dan kirimkan karya kalian! Bagi teman-teman yang ingin mengikuti lomba kepenulisan pada bidang cipta puisi tapi masih belum yakin, kalian dapat membaca artikel ulasan pengalaman mahasiswa Bidikmisi UM yang berprestasi di bidang kepenulisan puisi pada unggahan sebelumnya, lho! Nah, bagi teman-teman yang ingin ikut pada bidang cipta opini, inilah saatnya kalian fokus membaca tips juara lomba cipta opini yang narasumbernya juga berasal dari mahasiswa Bidikmisi UM. Siapa ya kira-kira? Penasaran? Yuk, simak ulasannya.

Jika pada unggahan sebelumnya mahasiswi Bidikmisi UM Jurusan HKN angkatan 2015 –Riska Musfaiyah–  telah memaparkan rahasia jitunya dalam berkompetisi di bidang cipta puisi, kali ini Reporter Kegiatan berkesempatan untuk mengulas pengalaman salah satu mahasiswa Bidikmisi UM yang berasal dari program studi S1 Ekonomi dan Studi Pembangunan angkatan 2015 yang berhasil menorehkan prestasi pada bidang cipta opini. Siapakah dia?

Yups!

Narasumber utama kita kali ini adalah Ketua Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM), lho! Ade Setyawan Pratama, atau yang kerap disapa Ade. Selain memiliki jiwa organisatoris yang tinggi terutama dalam menjalankan amanahnya menjadi seorang pemimpin, mahasiswa Fakultas Ekonomi ini juga memiliki prestasi yang patut diapresiasi khususnya di bidang kepenulisan opini.

Dalam dua tahun berturut-turut yakni 2017, dan 2016, ia berhasil mendapatkan Juara Harapan 2, Juara Harapan 1, dan Juara 2 Kompetisi Penulisan Rubrik Majalah Komunikasi Universitas Negeri Malang kategori Opini.

“Sebenarnya sama saja ya sistem penulisan opini itu. Tapi memang setiap orang punya cara tersendiri, mau lebih ditekankan pada bagian mana. Ide pun tidak harus brilliant, yang penting realistis,” jelas Ade ketika ditanyai tentang tips menulis opini.

“Biasanya kalau saya, saya uraikan satu per satu masalah dan dipertemukan dengan kondisi saat ini, seperti ini, maka di sinilah urgensinya. Dan untuk mengatasi masalah dalam opini itu jangan terkesan memaksakan ide kita, tapi bagaimana kita mengajak pembaca bahwa masalah ini masalah kita bersama lho, harus ada optimisme atas usaha bersama,” tambahnya.

Di luar prestasinya dalam kepenulisan opini tersebut, Ade juga menjadi salah satu penyumbang pertanyaan pada Debat Publik Ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, 23 Juni 2018 lalu. Tiga dari empat pertanyaan yang ia ajukan dipilih oleh tim panelis untuk kemudian ditanyakan pada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Dalam hal ini dibutuhkan pengetahuan luas terutama mengenai topik pemerintahan serta opini kuat dengan disertai pemikiran yang kritis. Ia menuturkan bahwa selain memiliki unsur menarik, opini juga harus faktual dan dapat dipertanggungjawabkan

“Kita harus tahu betul permasalahannya, sehingga ketika kita bertanya atau beropini itu berbobot, dan tidak hanya asal saja. Selain itu, beropini ataupun menulis opini berarti memberikan wawasan maupun hasil olah data kepada orang lain, yang di mana selain harus menarik juga harus faktual dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Di lain kesempatan, Muhammad Yunan Helmi, Koordinator Divisi Jurnalistik Formadiksi UM menyampaikan harapan atas terselenggaranya lomba kepenulisan bagi mahasiswa Bidikmisi UM ini.

“Harapan Formadiksi UM dan saya selaku Koordinator Divisi (Kodiv) Jurnalistik, dengan adanya lomba ini mahasiswa Bidikmisi UM memiliki wadah untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki. Dengan lomba ini mahasiswa Bidikmisi UM diharapkan pula dapat termotivasi untuk mengikuti lomba-lomba yang lain.”

“Tidak perlu ragu, semua orang berhak beropini. Sebagai latihan mengasah otak dan menajamkan pemikiran. Saya percaya teman-teman mahasiswa Bidikmisi pasti bisa,” tambah Ade di penghujung wawancara.

Setelah menyimak pemaparan di atas, sudah punya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *