Mahasiswa Bidikmisi UM Berjaya di UADC 2018

Yogyakarta – Senang dan penuh syukur. Demikianlah perasaan Rozy beserta timnya, Jumat (2/3) ketika berhasil mendapatkan juara dalam Unisi Arabic Debating Championship (UADC) UII Yogyakarta. Ajang bergengsi ini merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh UII Yogyakarta dengan menggunakan sistem kompetisi debat Bahasa Arab terbaik tingkat internasional, Qatar Debate. Pemenang terpilihnya pun akan diberikan kesempatan untuk mewakili Indonesia pada kompetisi Qatar Debate 2019 mendatang.

“Sebenarnya sempat ragu juga, antara ikut atau tidak. Apalagi UADC di tahun ini tidak hanya diikuti universitas-universitas di Indonesia. Kompetisinya memang tingkat nasional, tapi tahun ini UADC mendatangkan tim dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai suatu pengokohan dalam kompetisi UADC itu sendiri.” jelas Rozy.

Keragu-raguan memang sempat dirasakan tim yang beranggotakan Moh. Rozy Zamroni (S1 Pendidikan Bahasa Arab 2017), Fakhrur Rozi (S1 Pendidikan Bahasa Arab 2014), dan Nuriyatul Hidayah (S1 Pendidikan Bahasa Arab 2014) ini. Ketiga mahasiswa yang merupakan penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang tersebut, baru memutuskan untuk mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran. Persiapan yang mereka lakukan pun tergolong singkat, yakni kurang lebih satu minggu menuju hari H.

“Kita belajar setelah Duhur sampai pukul 1 siang, dilanjutkan setelah Ashar sampai menjelang Maghrib, kemudian dituntaskan setelah Isya sampai sekitar pukul 9 malam. Mungkin karena sudah dekat dengan hari H, jadi kita lebih semangat.” tangkas alumni Pondok Pesantren An-Nuqayyah, Madura itu.

Kompetisi ini terdiri dari beberapa babak, yakni penyisihan, perempat final, semi final, dan final. Pada babak penyisihan (28/2), tim Rozy dihadapkan dengan lima lawan berturut-turut dari IDIA Al-Amin Parendum Tim A, IDIA Al-Amin Parendum Tim B, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Badung, dan USIM. Saat tiga sesi pertama, tim Rozy berhasil mendapatkan skor 3-0. Sedangkan saat sesi keempat dan kelima, tim Rozy kalah 1-2 dari lawan. Meskipun mengalami kemunduran saat dua sesi terakhir, tim Rozy berhasil lolos ke babak perempat final dengan akumulasi skor penyisihan urutan ketiga dari 24 tim lainnya. Namun di luar dugaan, salah satu anggota tim Rozy jatuh sakit.

“Mas Fakhrur Rozi sakit waktu itu. Kita sempat down. Tapi Mas Rozi bilang, ‘Kita jangan pulang dengan hanya tangan kosong’. Akhirnya kita semua tetap berkompetisi meskipun keadaan Mas Rozi sudah tidak fit lagi.” tambah Rozy.

Babak perempat final pun dapat mereka lewati dengan sangat baik. Mereka menjadi salah satu dari 4 tim yang lolos untuk memperebutkan posisi juara ketiga pada semifinal, Kamis (1/3) malam. Keadaan Rozi makin tidak memungkinkan ketika debat berlangsung. Namun tidak dapat dipungkiri, usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil.

Meskipun sempat terjadi beberapa kendala dalam kompetisi, semuanya seakan kandas saat mendengar posisi juara ketiga telah di tangan mereka. Selain mendapatkan juara ketiga tersebut, Rozi yang tengah sakit saat itu berhasil meraih predikat Pembicara Terbaik ke-1 di ajang kompetisi UADC 2018.

“Alhamdulillah. Mulai awal kami memang tidak mencari kemenangan. Kami hanya berbekal niat untuk mencari pengalaman. Kami juga tidak berambisi untuk bisa maju ke babak semi final apalagi final mengingat kondisi Mas Rozi yang sedang sakit. Dapat juara 3 dan predikat Pembicara Terbaik untuk Mas Rozi, sudah sangat melegakan bagi kami.” jelas Rozy.

Telah banyak pengalaman yang didapatkan Rozy beserta timnya pada kompetisi tahun ini. Keterbatasan waktu dan keadaan dapat mereka patahkan untuk tetap bisa mengharumkan nama baik kampus dan Bidikmisi Universitas Negeri Malang.

“Sebagai anak Bidikmisi, jangan hanya bergantung pada uang saku yang kita dapat. Di mana pun dan kapan pun kita menginjakkan kaki, di situlah kita harus bisa meletakkan nama. Membuat bangga orang tua, kampus, dan menunjukkan bahwa mahasiswa Bidikmisi itu mampu berkarya.” tandas Rozy di akhir wawancara. (amana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *