Mahasiswa Bidikmisi UM Sabet Penghargaan Gubernur Jatim di APW 2019

Formadiksi UM News – Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang merupakan mahasiswa yang senantiasa menorehkan prestasi di berbagai bidang. Tidak berkutat pada penelitian dan cipta karya ilmiah atau aplikasi seni saja, Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang juga mampu terjun dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi. Ade Setyawan Pratama (Ekonomi Pembangunan angkatan 2015) dan Ifana Fitri Tazkia (Geografi angkatan 2016) baru saja menyabet Penghargaan Gubernur Jawa Timur kategori Infografis dalam kompetisi Anugerah Pewarta Warga (APW) Award 2019 yang penganugerahannya dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Rabu lalu (31/7/2019).

Nah, bagaimana cerita Ade dan Ifana hingga diundang ke Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk menghadiri penganugerahan tersebut? Yuk, check it out!

Ade merupakan mahasiswa yang proaktif terhadap isu-isu kebijakan publik

“Saya tahu informasi lomba itu ya karena keseringan mengikuti media sosial beliau, apalagi ini topiknya tentang 99 hari kerja Bu Khofifah dan Pak Emil, terus ngajak lah teman-teman buat ikut lomba itu. Bu Khofifah itu sosok sederhana tetapi namanya selalu dipertimbangkan di kancah nasional, pengalamannya banyak, eksekutif maupun legislatif mulai dari anggota DPR, MPR, sampai menteri. Beliau itu juga punya kecerdasan intelektual dan spiritual yang seimbang, nasionalis religius, itu yang buat saya kagum. Dan alasan mengikuti kegiatan ini adalah karena saya tertarik dengan tema yang ditentukan, bagaimana kita bisa mengeksplorasi Program 99 Hari Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih (Jawa Timur).”

Isu kebencanaan di Indonesia dan program kerja Siap Siaga Bencana dari Ibu Khofifah disatupadukan menjadi latar belakang pengangkatan tema infografis

“Tema yang diangkat ialah local wisdom of disaster mitigation (mitigasi bencana berbasis budaya lokal). Alasannya karena Indonesia tidak terlepas dari isu kebencanaan. Masyarakat mau tak mau harus selalu siap dan tanggap dalam menghadapi segala ancaman bencana yang ada. Program Ibu Khofifah ini mengoptimalkan budaya lokal setempat dalam upaya siaga bencana. Dengan terciptanya masyarakat yang sadar bencana, dapat meminimalisir terjadinya bencana atau mengatasi dampak yang terjadi. Selain itu, kebetulan jurusan saya adalah geografi, jadi tema ini sangat menarik untuk diangkat,” jelas Ifana.

“Kebetulan biasanya kalau ikut lomba menulis saya juga mengangkat tema ini, yaitu tentang kebencanaan. Sebagai negeri yang dikenal gemah ripah loh jinawi dengan keindahan alam dan tanah yang subur, hal tersebut merupakan sebuah anugerah Tuhan. Namun di sisi lain dari waktu ke waktu bencana terus mengancam. Dan perlu diketahui, bahwa setiap bencana alam itu resiko menyebabkan kemiskinan mencapai 80 persen, artinya bahwa ini akan menimbulkan permasalahan sosial baru, selain masalah mitigasi bencana itu sendiri. Nah kami angkatlah salah satu program Bu Gubernur, yaitu GEMADAYA dimana program ini mengoptimalkan budaya lokal setempat dalam upaya membangun kesiapsiagaan bencana,” tambah Ade.

Dalam proses penyusunan infografis, Ifana dan Ade juga mempertimbangkan menarik tidaknya desain dan kekomunikatifan konten

“Untuk konsepnya, pertama dari latar belakang mengapa masalah ini penting untuk diangkat. Kemudian isi dari program ini (seperti apa), kemudian tanggapan/opini dari stakeholder setempat. (Dan) yang terpenting desain dan layout yang menarik, sehingga masyarakat mudah memahami isi informasi yang disampaikan.”

Suatu hal yang di luar dugaan bisa menjadi salah satu pemenang APW Jatim 2019

Ade sangat bersyukur dapat menyabet Juara 2 kategori Infografis APW 2019 ini. Begitu pula Ifana yang juga mengungkapkan perasaannya atas perolehan juara yang di luar dugaan.

“Pertama tidak menyangka bakal juara karena memang bikinnya dadakan. Kami mengirimkan dua karya dan semuanya masuk nominasi pemenang, namun hanya satu karya yang berhasil lolos menjadi juara. Perasaan saya tentu sangat senang mengingat acara ini diselenggarakan oleh Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi) dan dihadiri langsung oleh Ibu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur. Sangat tersanjung dapat menerima penghargaan gubernur,” ungkap Ifana.

Pesan Ade dan Ifana untuk Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang

Usaha sedikit walaupun sulit. Yang kami maksud adalah meskipun kita sibuk, namun bila kita bisa sedikit meluangkan waktu untuk sesuatu yang diinginkan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Itu yang saya rasakan di saat mengerjakan karya tersebut disela-sela KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan skripsi, begitu pula Mas Ade yang dalam tahap akhir pengerjaan skripsi. Ambil peluang tersebut selagi ada. (Dan) yang terpenting adalah berdoa setelah melakukan yang terbaik.

Selama ada keinginan kuat untuk mengambil peluang, maka berusaha untuk meraihnya adalah suatu langkah yang terbaik. Menghempas kemalasan dan keraguan dibarengi semangat kegigihan untuk menghasilkan karya, menjadi kunci sukses tercapainya cita-cita di balik panjatan doa pada Yang Maha Kuasa. Jika Ade dan Ifana bisa, maka kita semua pasti bisa! Tetap semangat berinovasi, torehkan prestasi, dan banggakan negeri ini!

Bidikmisi, Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter          : Nadya Erawati dan Nanda Ayu

Editor              : Rindiani Sholikatun

One thought on “Mahasiswa Bidikmisi UM Sabet Penghargaan Gubernur Jatim di APW 2019”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *