Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Borong 3 Juara di ISEF 2020

Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Borong 3 Juara di ISEF 2020

Formadiksi UM News – Lagi-lagi mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) memborong juara. Kali ini 3 mahasiswa penerima Bidikmisi UM menjuarai 2 kategori yang berbeda dalam ajang Islamic Sains and Technology Fair (ISEF) 2020 Tingkat Nasional yang diadakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga secara virtual.

Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancari ketiga mahasiswa penerima Bidikmisi tersebut, pada Selasa (27/10/2020). Siapa saja dan apa saja kategori yang diikuti oleh mereka? Mari kita simak dalam uraian berikut!

  • Muhammad Sainul Fadlan, mahasiswa penerima Bidikmisi UM, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, angkatan 2018 sebagai ketua tim bersama Rount Maulero Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, angkatan 2019 peraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIA).
  • Amang Darmawan, mahasiswa penerima Bidikmisi UM, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, angkatan 2018 sebagai ketua tim bersama anggotanya Ikhwan Faidlur Ruhman, Mahasiswa Jurusan Sastra Arab, Fakultas Sastra, angkatan 2019 dan Ahmad Febry Maulana, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, angkatan 2019, peraih Juara 1 Lomba Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ).
  • Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah mahasiswi penerima Bidikmisi UM, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, angkatan 2019 bersama Lina Fahmatun Nisa’i Kamila, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra UM, angkatan 2019 sebagai ketua tim dan Okta Fariha, mahasiswi Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, angkatan 2019, UM peraih Juara 3 Lomba Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ).

Islamic Sains and Technology Fair (ISEF) 2020 merupakan ajang tingkat Nasional yang diadakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Generasi Milenial yang Siap secara Spiritual dan Intelektual untuk Menuju Lahat Madani”. Pastinya kegiatan ini mempunyai keterkaitan dengan Kitab Suci Al-Qur’an. Seperti dalam KTIA terdapat kaitannya dengan Al-Qur’an, yang berbeda dengan KTI.

“Perbedaannya tidak jauh antara KTIA dan KTI, hanya saja pada KTIA ini ada landasan Al-Qur’an dan hadisnya. Jadi, untuk mendapatkan sebuah solusi, dan penyelesaian dari suatu masalah, itu didasarkan pada landasan Al-Qur’an dan hadis. Kalau KTI kita dapat masalah di lapangan dan kita mencarikan solusi secara ilmiahnya sebelumnya terlebih dahulu kita membuat landasan yang mengacu pada Al-Qur’an dan hadis. Dalam penyusunan KTIA ini tentu saja banyak tantangannya. Kita harus menyesuaikan antara kondisi di lapangan dengan kandungan yang ada di Al-Qur’an. Tidak sembarang ayat Al-Qur’an dapat dimasukkan ke dalam karya ilmiah karena kita belum menyortir. Kita perlu menyamakan dan memadukan apakah fakta dan permasalahan yang di lapangan berdasarkan dengan kandungan ayat Al-Qur’an dan hadis. Tantangannya ya kita harus banyak baca tentang kajian tafsir Al-Qur’an,” jelas Fadlan.

Perasaan kaget karena mendapatkan juara 3 pada Lomba MSQ ini dirasakan oleh Putri dan timnya. Akan tetapi, usaha memang tidak akan pernah mengkhianati hasil.

“Awalnya sangat tidak menyangka, karena saya dan tim saya (Lina Fahmatun Nisa’i Kamila dan Okta Fariha) adalah salah satu tim yang terbentuk baru dan masih awam akan ajang MSQ ini. Perlu banyak latihan dan adaptasi agar bisa menyesuaikan baik dari suara, gerakan, dan lainnya. Tentunya juga sangat bersyukur bisa mendapat Juara 3 MSQ se-Nasional ini. Karena saya yakin hal ini tidak terlepas dari Allah SWT., doa orang tua, keluarga, guru, pembina, dan teman-teman semuanya. Berharap semoga tetap diberikan rasa rendah hati dan menjadi berkah segalanya,” ungkap Putri.

Tekad kuat dengan terus berusaha atau berikhtiar merupakan kunci agar suatu keberhasilan dapat tercapai, seperti dengan apa yang telah dilakukan dan diraskan oleh tim jawara ketiga dalam Lomba MSQ ini.

“Kuncinya yaitu ikhitiar (usaha dan doa) dan tawakal (menyerahkan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Esa). Memang tampaknya 2 hal yang sepele. Tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yakin, pasti akan selalu ada jalan dan hasil yang baik. Kemudian, menata niat dengan baik dan selalu bersyukur. Segala perlombaan yang diikuti adalah sebuah proses membentuk diri menjadi lebih baik. Contohnya, pada MSQ ini adalah sebuah ajang dakwah atau mensyiarkan agama dan kebaikan. Masalah juara, dan lainnya adalah bonus dari kerja keras kita. (Dan) yang terakhir, berusaha untuk selalu memberi hadiah kepada orang tua. Contohnya yakni prestasi. Meski kebaikan orang tua tidak bisa dibalas semua. Setidaknya, membahagiakan dengan prestasi adalah salah satu yang membuat orang tua bangga,” tegas Mahasiswi Progam Studi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut.

Tidak lupa kali ini narasumber kita yaitu ketua tim yang berhasil meraih Juara 1 MSQ akan membagikan tips dan trik untuk teman-teman mahasiswa yang juga ingin berprestasi, meskipun di tengah masa pandemi seperti sekarang ini.

“Proses dan pengorbanan itu perlu untuk menjadi sebuah hasil. Jadi jangan khawatir jika sudah mencoba tapi belum ada hasil. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dan pelajari selama pandemi seperti sekarang ini. Salah satunya yaitu mengikuti lomba, karena dengan begitu kita dapat menjadi lebih semangat untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Lomba dalam bidang Al-Qur’an itu sangat berbeda dengan lomba pada umumnya. Niat, usaha dhohir dan batin, serta ikhlas melakukan itu adalah kuncinya. Banyak sekali gaya musabaqah yang kita jumpai, tetapi menjadi yang berbeda itu lebih baik dan akan menjadi ciri khas kita. So, ayo berprestasi dengan cara masing-masing! Oh iya, jangan lupakan syarat mencari ilmu yaitu memiliki kemampuan berpikir, mempunyai semangat, berlaku sabar, mempunyai bekal, ada yang mengajari, dan waktu yang lama,” tutur Amang.

Nah, demikianlah pemaparan dari para jawara kita pada kesempatan kali ini. Semoga menambah motivasi dan semangat kita, khususnya mahasiswa penerima Bidikmisi untuk berprestasi dan terus memborong keberhasilan tersebut.

Bidikmisi, Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter          : Syani Yemima, Ayu Anggraeni

Editor              : Chantika Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *