Materi I Sarasehan Kebudiluhuran

Membentuk Pribadi Cerdas dan Unggul Melalui Pendidikan Multikultural untuk Membangun Keutuhan NKRI

Pendidikan multikultural menjadi sangat penting di era sekarang ini karena bangsa Indonesia pada 10 tahun ke depan ada di tangan kalian, sehingga pendidikan multikultural harus ditanamkan ke dalam diri para penerus bangsa. Pendidikan multikultural memberikan terobosan baru pembelajaran yang mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka mahasiswa sehingga tercipta warga negara antarbudaya yang mampu menyelesaikan konflik dengan tanpa kekerasan (conflict resolution nonviolent). Pendidikan multikultural memiliki kandungan afeksi yang kuat dengan mengedepankan komunikasi lintas budaya. Pendidikan multikultural juga memfasilitasi guru terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk.

Tujuan pendidikan multikultural yaitu memfungsikan perguruan tinggi dalam memandang keberadaan mahasiswa yang beraneka ragam; membantu mahasiswa dalam membangun perlakuan yang positif terhadap perbedaan kultural, ras, etnik, serta kelompok keagamaan; mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan dan keterampilan sosialnya; dan membantu mahasiswa agar memiliki ketergantungan lintas budaya dan sikap positif kepada mereka mengenai perbedaan kelompok.

Abad ke-21 merupakan revolusi digital yang menuntut penggunaan komputer di berbagai hal termasuk dengan otomatisasi pencataan di segala bidang yang memberikan kemudahan serta meminimalisir kesalahan. Karakteristik abad ke-21 atau revolusi industri 4.0 yaitu pengaplikasian kecerdasan buatan (artificial intellegence) contohnya robot untuk menggantikan tugas manusia. Hal yang harus disiapkan untuk menghadapinya yaitu keterampilan abad ke-21 yang meliputi kualitas karakter mahasiswa yang berdasarkan Pancasila, integritas, gotong royong, toleransi, inisiatif, kegigihan, kemampuan adaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial, dan budaya.

Tiga literasi penting revolusi industri 4.0, yaitu literasi digital (membaca, menganalis, dan menggunakan informasi di dunia digital), litersi teknologi (memberi pemahaman tentang cara kerja mesin dan aplikasi teknologi), dan literasi manusia (peningkatan kemampuan berkomunikasi dan penguasaan ilmu desain).

Cara kerja pengetahuan abad ke-21 yaitu kemampuan berkolaborasi dalam tim dengan lokasi berbeda dan dengan alat berbeda, penguatan alat berpikir (kemampuan menggunakan teknologi, alat digital, dan layanan), dan gaya hidup digital (kemampuan menggunakan dan menyesuaian dengan era digital).

Hirally Clinton berkata, “Apa yang perlu kita lakukan adalah menemukan jalan untuk merayakan keberagaman kita dan memperdebatkan perbedaan kita tanpa memecah belah masyarakat.”

Gus Dur berkata, “Makin cerdas seseorang, makin besar pula rasa empatinya untuk menolerir perbedaan.”

Kh. Ahmad Dahlan berkata, “Islam selalu mengajarkan kasih sayang dan toleransi, itulah yang seharusnya diamalkan dalam di setiap perilaku pengikutnya saat ini.”

Ibu Sri Untari berkata, “Mahasiswa yang cerdas dan unggul berwawasan multikultural adalah mahasiswa yang mampu merajut perbedaan menjadi kekuatan membangun Indonesia Raya. Pretasi tiada henti tidak hanya yel-yel tapi kita wujudkan dalam kerja nyata.”

Pemateri          : Dr. Sri Untari, M. Si

Penulis             : Nadya Erawati

Editor              : Chiti Rahayu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *