Materi II Sarasehan Kebudiluhuran

Wawasan Kebangsaan dan Mahasiswa

Materi ini penting bagi kita dalam rangka mengokohkan kebhinekaan persatuan dan keutuhan NKRI. Karena situasi yang sekarang salah satunya dalam dinamika dan perkembangan demokrasi kita sudah mengalami ujian dalam pemilu kemarin. Tantangan yang lain yaitu seiringan dengan revolusi 4.0 perkembangan teknologi yang luar biasa menjadikan tidak ada sekat-sekat yang jelas serta informasi berkembang secara pesat, fakta dan hoax bahkan tidak dapat dibedakan. Seyogyanya mengecek fakta sesungguhnya yang ada baru dipublikasikan.

Mengapa wawasan kebangsaan dan Pentingnya wawasan kebangsaan ? Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya secara kolektif yang pasti bisa terealisasikan secara individu yang secara realistis bisa menyatukan pemikiran persatuan dan kesatuan yang menyatukan seluruh bangsa Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bela negara adalah di mana kita berupaya untuk mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat menganggu kelangsungan hidup bermasyarakat berdasarkan atas cinta tanah air.

Unsur wawasan kebangsaan yaitu amanat bangsa (mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, dan keselamatan bangsa), patriotisme (memberi tempat pada patriotisme, salah satu aspek untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, terutama untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang dahulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan), Bhinneka Tunggal Ika (wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia dengan berasas Bhinneka Tunggal Ika), dan NKRI (NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil-makmur, bertekad mewujudkan bangsa yang mandiri, sejahtera lahir batin, dan sejajar dengan bangsa lain).

Dari ke semua unsur-unsur tersebut merupakan sebagai wadah, isi, dan tata laku yang harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sebagai wujud wawasan kebangsaan. Wadah mencakup seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya dan dirangkum dalam organisasi berbentuk negara. Isi merupakan merupakan aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional. Hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan kebangsaan yaitu tingkah laku.

Hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan kebangsaan yaitu berbentuk tata laku lahiriah (tercermin dalam perbuatan, tindakan dan perilaku dari bangsa Indonesia) dan tata laku batiniah (mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia). Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas kepribadian atau jati diri bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempunyai rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air.

Tidak akan ada kemerdekaan jika tidak ada 1908 (kebangkitan nasional proses terjadinya Bhinneka Tunggal Ika). Pada 20 tahun kemudian disatukan kembali keberbedaan yang ada pada 1928 sehingga memunculkan Sumpah Pemuda, akhirnya tersadarkan bahwa persatuan itu penting bangsa kita yaitu bangsa Indonesia. Tonggaknya wawasan kebangsaan kita pada 1945 yaitu dengan terbentuknya Pancasila, UUD RI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pada era reformasi 1998 menginginkan pemerintahan demokratis yang secara tegas menerapkan kedaulatan rakyat dala memilih pemimpin negara.

Poin fungsi dalam wawasan kebangsaan yaitu sadar bahwa dirinya adalah warga negara dari suatu negara-bangsa yang memiliki hak dan kewajiban sesuai UUD RI Tahun 1945 yang bedasarkan Pancasila, serta mampu mengimplementasikannya dalam berbagai segi kehidupan sehari-hari; sadar bahwa negara-bangsa Indonesia bersifat pluralistik ditinjau dari berbagai  aspek; sadar bahwa Indonesia sebagai suatu negara-bangsa sewajarnya memiliki keunggulan dan kekurangan; sadar bahwa negara-bangsanya adalah tanah air yang menjadi tempatnya mengembangkan diri dan kehidupannya.

Sosok mahasiswa juga patut mencerminkan sifat nasionalisme, yaitu Bhineka Tunggal Ika, jiwa luhur Pancasila, harkat martabat berperikemanusiaan, solidaritas budaya, religi, martabat kehidupan, menghormati perbedaan, dan komunikasi heteroginitas bangsa. Fungsi mahasiswa itu sendiri yaitu sebagai ujung tombak gerakan bangsa dan agem perubahan. Langkah-langkah implementasinya yaitu membiasakan belajar disiplin, kerjasama dalam solidaritas,  tanggung jawab, dan membentuk karakter.

Pemateri         : Ngesti Dwi Prasetya, S.H., M.Hum.

Penulis             : Nadya Erawati

Editor              : Chiti Rahayu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *