Merintis Kejayaan Maritim Indonesia Dengan Tercapainya Negeri “Poros Maritim Dunia”

Khusnul Khotimah

Indonesia adalah suatu negara yang memiliki banyak ciri khas untuk dikenal oleh bangsa lain. Ciri khas yang mampu membedakan negera ini dengan negara lain bisa dilihat dari keanekaragaman budaya lokal yang menghiasi, keindahan alam yang asri, ribuan pulau yang mendiami, dan lautan luas yang menghubungkan Pulau Sabang sampai Merauke hingga disebut sebagai satu negeri, yaitu Indonesia. Dari ciri khas yang ada dapat kita ketahui jika 2/3 wilayah negeri ini berupa lautan. Hamparan laut yang luas ini mampu membawa Indonesia masuk ke dalam salah satu negara maritim termashyur di dunia. Lalu apakah hakikat sebenarnya dari negara maritim ini? Hakikat dari negara maritim adalah suatu negara yang mempunyai banyak pulau dengan laut yang sangat luas yang di dalamnya tersimpan kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Oleh karena itu mayoritas penduduk bumi beranggapan jika maritim sangat identik dengan pelayaran dan perdagangan yang dilakukan di laut. Jati diri bangsa ini sebagai Negara Maritim telah berhasil dikuatkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui programnya, yakni Nawa Cita. Nawa Cita memiliki visi untuk mengembalikan kejayaan maritim di Indonesia yang pernah diraih pada waktu lampau saat Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit masih berdiri dengan kokoh.
Guna mengelola lautan Indonesia yang luas ini, Presiden Joko Widodo bercita-cita untuk menjadikan negeri ini sebagai “Poros Maritim Dunia”. Negeri poros maritim dunia diharapkan Presiden Joko Widodo mampu menjadi ciri khas yang baru lagi untuk Indonesia. Dengan menonjolkan maritimnya, pemerintah berharap Indonesia akan kembali merebut kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dahulu yang telah direnggut oleh bangsa asing. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomaritim) akan mengoptimalkan sumber daya alam utamanya lautan di negeri ini hingga Indonesia disebut sebagai negeri “Poros Maritim Dunia”. Kepemimpinan sosok Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Maritim (Menko Maritim) mampu membuat maritim dari negeri ini lebih maju dan modern lagi. Semua program kerja telah dicanangkan oleh Kemenkomaritim pasti akan dilaksanakan dan direalisasikan namun setiap program kerja memiliki proses yang berbeda. Ada yang untuk saat ini masih dalam tahap rencana, tahap proses atau bahkan telah selesai dikerjakan. Sebut saja terkait manajemen kualitas air di DAS Citarum yang saat ini dalam tahap pendiskusian oleh Menko Maritim dengan Wakil Menteri Lingkungan Jepang Mr. Takebe, mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dan banyaknya pelatihan yang dilakukan Kemenkomaritim untuk mecegah tindak kejahatan yang akan dilakukan terhadap laut.
Dari program kerja yang telah dicanangkan untuk direalisasikan oleh Kemenkomaritim, seharusnya kita sebagai warganegara sadar bahwa upaya pemerintah untuk menjadikan negeri ini sebagai poros maritim dunia tidak pernah main-main. Dengan begitu sudah menjadi kewajiban kita untuk terus mendukung dan membantu terlaksananya harapan dari Presiden Joko Widodo ini. Sebenarnya banyak hal yang harus dimulai untuk membantu terwujudnya negeri poros maritim dunia. Tidak perlu berpikir apa yang bisa orang lain lakukan, hal yang bisa kita lakukan terlebih dahulu adalah yang berasal dari diri kita sendiri. Perilaku yang baik harus kita tunjukkan kepada orang lain agar cita-cita yang diinginkan oleh negeri ini bisa dicapai dengan segera dengan usaha yang keras dan perjuangan kita bersama.
Sikap seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak dibuang di sungai mampu mengurangi pencemaran yang terjadi di sungai. Perlu kita ingat, muara dari sebuah sungai itu adalah laut. Jadi jika sungai saja sudah tercemar bagaimana dengan laut kita? Bagaimana kita bisa disebut dengan Indonesia sebagai poros maritim dunia jika lautnya saja tercemar. Laut yang tercemar akan membuat biota di dalamnya habis dikarenakan memakan sampah yang berasal dari sungai tadi dan membuatnya mati. Sehingga jika hasil-hasil lautnya saja sudah tidak ada bagaimana Indonesia bisa menarik kapal-kapal asing dari negeri jiran berkeinginan datang ke Indonesia. Bagimana nelayan bisa menghidupi keluarganya? kalau sudah seperti ini, bagaimana Indonesia bisa dikatakan sebagai pusat maritim dunia kalau warganegaranya saja tidak sejahtera dan kapal-kapal besar tak berkeinginan untuk singgah di negeri ini. Jadi, mulailah dari sekarang untuk tidak membuang sampah di sungai dengan harapan Indonesia akan segera menjadi sebagai negeri poros maritim dunia.
Kebiasaan baik yang perlu dilakukan sebagai warganegara yang teladan adalah menjaga alam Indonesia yang sudah asri. Sangat mudah sekali hal ini untuk kita lakukan, seperti tidak membuang sampah plastik ke laut apabila kita berlibur ke pantai, tidak merusak fasilitas yang telah diberikan pemerintah untuk keyamanan wisatawan dan selalu menjaga tangan agar tidak jahil ketika menemukan tumbuhan yang langka di pantai. Hal yang enteng seperti diatas terkadang sangat sulit dilakukan oleh sebagian besar penduduk pribumi maupun wisatawan asing walaupun sewajarnya kita sebagai penduduk pribumi harus memberi contoh yang baik kepada wisatawan asing ketika berkunjung ke pantai. Dengan melakukan hal-hal kecil seperti itu tidak akan mengurangi apapun dalam diri kita. Jika pantai bersih dan fasilitas yang ada disana kondisinya baik maka wisatawan mana yang tidak tertarik untuk mengunjunginya? pasti mereka akan berbondong-bondong berlibur kesana. Banyaknya wisatawan asing yang datang ke Indonesia akan membuat secara tidak langsung Indonesia telah menjadi poros maritim dunia karena mampu menarik sebagian besar penduduk bumi untuk datang kesini.
Fasilitas terkait maritim, terkait laut tidak hanya di lokasi pantai saja yang telah dibangun oleh pemerintah. Pemerintah juga membangun fasilitas untuk memudahkan akses menuju lokasi wisata maritim. Saat ini pemerintah telah berhasil membangun tol laut, pelabuhan laut dan pariwisata maritim. Lalu apa tindak lanjut yang bisa kita lakukan? Kita bisa berpartisipasi dalam menyebarluaskan hal ini agar banyak orang yang tahu jika akses menuju lokasi pariwisata maritim saat ini sudah sangat layak untuk dilalui. Dengan tangan kita, kita juga bisa merawat fasilitas ini agar selalu dalam kondisi yang baik. Sebenarnya perilaku yang enteng ini perlu niat yang kuat, kesadaran diri dan hati yang tangguh untuk melakukannya. Jika saja warganegara ini semua sudah melakukan perilaku baik tersebut, pemerintah tak perlu khawatir karena fasilitas yang telah dibangunnya dijaga dengan baik oleh setiap warga pribumi yang menggunakannya. Akan tetapi, dalam keadaan yang sesungguhnya hal ini sangat berbeda jauh dengan kenyataannya karena hanya segelintir orang saja yang telah membantu pemerintah dalam menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Wisatawan yang berwisata tak pernah mau tahu kondisi fasilitas yang telah digunakannya. Mereka berkunjung hanya memiliki satu tujuan yaitu untuk melihat tol laut, pelabuhan laut ataupun pariwisata maritim untuk dijadikan objek wisata saja, untuk diambil fotonya saja tanpa berpikir dengan dirinya kesana hal apa yang bisa dilakukan untuk itu. Bahkan ada beberapa wisatawan justru mengejek fasilitas yang ada dan merusaknya perlahan dengan perbuatan yang mereka lakukan, sungguh tragis memang karena mereka tidak berpikir jika untuk mendirikan sebuah bangunan, pemerintah mengeluarkan sebagian besar dana. Apabila dana yang akan digunakan tidak cukup bahkan pemerintah rela berhutang ke negera lain dengan harapan megahnya fasilitas yang ada mampu memberikan pemasukan yang lebih. Jadi sebagai warganegara yang baik jangan pernah untuk berpikir akan melakukan perbuatan buruk ini, mengejek bangunan yang belum jadi atau merusak fasilitas yang sudah ada. Tunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara maju lainnya, fasilitas “kelautan” di Indonesia jauh lebih baik dan sangat layak untuk digunakan menuju alam Indonesia yang mempersona, menggoda dan sangat menggiurkan untuk dinikmati.
Sungai, alam dan fasilitas menuju akses lokasi ataupun diperjalanan akses lokasi adalah semua hal yang berhubungan dengan laut. Semua hal yang berhubungan dengan laut dapat dikatakan sebagai maritim Indonesia. Maritim di era modern ini bukan hanya menjadi tempat pemberhentian kapal-kapal besar dari negara lain saja namun juga sudah dikaitkan dengan pariwisata alam Indonesia ini. Tepat pada hari ini, 21 Agustus dengan mengorbankan jiwa dan raganya Tentara Angkatan Laut Republik Indonesia berhasil merebut lautan dari militer laut Jepang. Persenjataan yang seadanya tidak menciutkan niat para tentara untuk menyerang Jepang saat itu. Para tentara hanya bermodalkan tekad yang kuat dan peralatan yang sederhana saja. Mereka tidak takut jika jiwanya direnggut oleh Sang Pencipta di kala itu dengan perantara senjata canggih yang dipergunakan oleh militer Jepang. Di hari sama inilah Tentara Angkatan Laut Republik Indonesia berhasil menguasai lautan Indonesia. Oleh karena itu hari ini kita peringati sebagai Hari Maritim Nasional.
Hari Maritim Nasional adalah hari dimana kita harus mendoakan para tentara yang telah menghadap Sang Pencipta dikala itu, kita harus ingat jika 75 persen wilayah Indonesia adalah lautan dan kita harus refleksi diri hal apa saja yang harus kita lakukan agar lautan Indonesia tidak direbut kembali oleh bangsa lain. Pada jaman sekarang memang sudah tidak dibenarkan jika merebut lautan dengan senjata namun kita harus ingat bangsa lain bisa saja mengambil hasil laut dari negeri ini dengan mudahnya untuk memperkaya negaranya sementara negara Indonesia yang memiliki sumber daya alam itu sendiri tak kuasa untuk mengelolanya. Mari kita turunkan tangan kita untuk Negara Republik Indonesia demi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Indonesia adalah pusat lautan dari segala penjuru laut yang ada di negara lain. Mari kita tunjukkan aksi-aksi nyata yang bisa kita lakukan untuk menjadikan negara ini sebagai tujuan dari kapal-kapal besar untuk singgah dan wisatawan asing untuk berlibur di negeri ini.
Selamat Hari Maritim Nasional yang ke-73 tahun, wujudkan aksi nyata untuk merintis negara Indonesia menjadi negeri poros maritim dunia di masa yang mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

_________.2018.Kota Malang. (Daring)
(http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/INDONESIA-RAYAKAN-HARI-MARITIM-NASIONAL-TAHUN-2017) diakses pada 18 Agustus 2018
_________.2018.Kota Malang. (Daring)
(Situs resmi http://kbbi.web.id) diakses pada 19 Agustus 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *