Pantaskah aku ?

Oleh Chiti Rahayu Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Lara hadir di setiap tetes tangismu yang kau balut dengan senyuman
Lara mengalir dalam keringatmu dan slalu kau sapu dengan gelak tawa
Lara slalu menemani di setiap langkahmu yang kau iringi dengan doa untuku
Lara slalu jadi sahabat baikmu berbeda denganku yang slalu memusuhimu

Setiap kau marah kau menyembunyikan cemas yang ku lipur dengan janji
Setiap tanyamu mengandung rindu yang hanya kubalas dengan janji
Setiap belai lembutmu membawa kasih suci yang ku peluk dengan janji
Janjiku bagai makanan yang setiap hari kucerna lalu ku buang sebagai kotoran

Masihkah ada waktu untuku memelukmu tiap engkau menangis?
Mengusap keringatmu tiap engkau letih,
Menemani langkah mu yang kian membungkuk, serta membasuh surgaku di telapak kakimu
Tuhan, bolehkah aku yang durhaka ini meminta umur ibuku lebih panjang ?

Pilu terasa hati ini tersayat sayat teringat perbuatanku padamu
Aku takut ibu, takut terlambat meminta maaf, takut terlambat melunasi janji
Masih pantaskah aku merengek dan memanggilmu “Ibu”?
Jangan Engkau sudahi waktu untukku menebus dosa, Tuhan

Tuhan, bolehkah aku yang durhaka ini meminta umur ibuku lebih panjang ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *