Lalui Pekan Kedua Pelatihan, Intip Keseruan Pelatihan KTI dan Esai!

Formadiksi UM News –Paper Coaching Clinic (PCC) merupakan salah satu program kerja Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) yang dinaungi oleh Divisi Keilmuan dan Pengabdian (KP). Diselenggarakan dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi dan Keterampilan Ilmiah Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM Guna Mewujudkan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif”, PCC Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Esai diharapkan dapat meningkatkan potensi mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM dalam bidang kepenulisan ilmiah. Kegiatan Pelatihan KTI dan Esai dilaksanakan sekali dalam seminggu secara daring melalui Google Meet sejak Selasa (4/5/2021) hingga akhir Mei 2021.

Untuk mengetahui keseruan-keseruan di balik Pelatihan KTI dan Esai tahun 2021 yang telah memasuki minggu kedua pelatihan, pada Sabtu (22/5/2021), Reporter Formadiksi UM News melakukan wawancara kepada Ketua Pelaksana PCC tahun 2021, Amayla Yuan Anggara serta dua peserta kegiatan PCC tahun 2021, yakni Fadhilah Anggraeni Pamungkas, peserta Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) angkatan 2019, dan Dinda Putri Abadi, peserta Pelatihan Esai angkatan 2020. Yuk, simak liputannya!

Meluapnya antusias peserta dari awal hingga pekan kedua pelatihan

“Dari yang saya lihat, antusias peserta sangat besar. Kami menetapkan target awal sebanyak 90 peserta untuk kedua jenis pelatihan ini. Ternyata peserta yang mendaftar melebihi dari target. Oleh karena itu, kami sangat merasa senang atas besarnya partisipasi peserta untuk mengikuti Pelatihan KTI dan Esai tahun ini,” ungkap Amayla.

“Saya amati antusias peserta saat pelaksanaan pelatihan juga cukup besar. Hal ini dibuktikan saat sesi tanya jawab berlangsung. Peserta nampak sangat aktif sehingga menandakan bahwa peserta menyimak materi yang disampaikan dengan sangat baik. Selain itu, progres karya peserta yang dinilai cukup baik oleh tentor membuat antusias peserta semakin baik dan semakin bagus memasuki pekan kedua pelatihan,” tambah Amayla.

Kesan pesan peserta pada pekan kedua pelatihan

“Selama dua minggu mengikuti Pelatihan KTI menurut saya kegiatan ini sangat berkesan, seru, menyenangkan, dan membekas di hati saya yang membuat semakin tidak sabar untuk mengikuti pelatihan di minggu berikutnya. Panitianya juga friendly jadi jika ada kebingungan tidak sungkan untuk bertanya. Begitu pula untuk tentornya juga asik jadi selama mengikuti pelatihan itu tidak membosankan. Untuk materi yang disampaikan mudah dipahami sehingga menambah semangat untuk meneruskan menulis KTI,” tutur Fadhilah.

“Kesan saya pada panitia dan tentor baik sekali, tentor memberikan beberapa inspirasi kecil berdasarkan pengalamannya di sela-sela menerangkan. Inspirasi kecil itulah yang terkadang membuat saya menjadi termotivasi. Untuk panitia, menurut saya juga sangat aktif untuk selalu mengingatkan dan menginformasikan kepada kita para peserta mengenai apa saja yang berhubungan dengan pelatihan, namun ada baiknya agar bisa saling on camera. Untuk penyelenggaraan kegiatan, menurut saya memberikan kesan yang sangat menarik. Dengan adanya penyelenggaraan PCC ini saya belajar banyak hal seputar kepenulisan esai dengan teman-teman dari berbagai program studi dan itu sangat menarik bagi saya,” ungkap Dinda.

Manfaat yang dirasakan peserta

“Saya dapat banyak hal dari Pelatihan KTI ini. Pada awalnya penulisan KTI yang saya pahami selama ini hanya sebatas kritik pada penyimpangan tertentu tanpa ada solusi. Lewat pelatihan ini saya mengerti bahwa KTI itu berangkat dari masalah dan butuh solusi yang inovatif. Bahkan saya sendiri sempat mengganti judul dan mengumpulkan abstrak yang baru lagi. Saya juga lebih memahami penulisan KTI yang tepat dan mengetahui cara berpikir untuk lebih peka mencari masalah dan menyelesaikan penulisan,” ungkap Fadhilah.

“Saya mengetahui bagaimana seharusnya saya membuat judul yang menarik dan berbobot yakni ada unsur tujuan dan kebermanfaatan, sehingga apabila dilihat dari judulnya saja akan mampu menarik untuk diketahui. Selain itu, saya juga dapat mengetahui bagaimana sistematika penulisan Esai. Bahwasannya dalam penulisan Esai kita perlu menekankan bukti yang ada dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya melalui jurnal, artikel, dan lain-lain,” jelas Dinda. 

Harapan peserta setelah mengikuti Pelatihan KTI dan Esai

“Harapannya setelah mengikuti Pelatihan KTI ini saya bisa berani ikut Lomba Karya Tulis Ilmiah karena sudah mendapat ilmu melalui Pelatihan KTI yang diselenggarakan oleh Formadiksi UM ini. Harapan terbesar juga bisa menang di Lomba Karya Tulis Ilmiah tersebut,” tutur Fadhilah.

“Harapan saya ke depannya setelah mengikuti Pelatihan Esai ini, saya dapat sering ikut lomba-lomba, dapat terus mengembangkan kemampuan saya sehingga nantinya dapat menjuarai perlombaan. Untuk penyelenggaraan kegiatan, saya harap akan semakin baik lagi ke depannya,” ungkap Dinda.

Tak hanya harapan dari peserta saja, harapan dari Ketua Pelaksana juga disampaikan kepada Reporter Formadiksi UM News.

“Semoga ilmu-ilmu yang diberikan oleh tentor dapat membawa kebermanfaatan bagi peserta dalam pembuatan KTI dan Esai. Saya berharap juga pelatihan ini bukanlah sebagai tempat untuk mengisi waktu luang peserta saja, tetapi juga sebagai wadah mereka untuk bertukar pikiran baik sesama peserta atau kepada tentor mengenai bidang kepenulisan dalam KTI dan Esai,” tutup Amayla.

Nah, itu tadi hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News dengan Amayla selaku Ketua Pelaksana, serta Fadhilah dan Dinda selaku perwakilan dari peserta Pelatihan KTI dan Esai PCC Tahun 2021. Semoga dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat memberi kebermanfaatan bagi semua pihak untuk ke depannya.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

KIP Kuliah! Generasi Muda, Semangat Berprestasi!

Reporter          : Lisa Julkarnain Putri

Editor              : Elsa Fatmasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *