Perjuangan dari Awal Maba, Buahkan Hasil di Ajang MTQ Nasional

Formadiksi UM News – Mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) lagi-lagi menorehkan prestasi meski di tengah pandemi yang belum usai. Kabar baik datang dari tiga mahasiswa penerima Bidikmisi Jurusan Sastra Arab angkatan 2018, yakni Ainun Jariyah, Nurul Fitria, dan Wasiatur Rizqiyah. Ketiganya berhasil mendapatkan Juara III cabang lomba Musabaqoh Fahmil Quran (MFQ) dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Mahasiswa Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu–Minggu (3–4/4/2021).

 

Reporter Formadiksi UM News telah berhasil mewawancarai ketiga peraih juara tersebut pada Selasa (6/4/2021). Penasaran bagaimana kisah dan cerita perjuangan mereka hingga berhasil menyabet Juara III pada ajang MTQ Mahasiswa Nasional? Yuk, simak liputannya berikut ini!

 

“MTQ Mahasiswa Nasional ini merupakan event tahunan dari UNY. Tim kami mendaftar pada  23 Maret 2021 dan lombanya pada 3 April 2021, sehingga ada waktu kurang dari dua minggu untuk mempersiapkan lomba itu. Dengan waktu yang menurut saya singkat, tetapi harus belajar banyak maqro, membuat saya seperti sudahlah pasrah, belajar semampunya. Namun, alhamdulillah bi idznillah hasilnya memuaskan,” ucap Ainun pada awal sesi wawancara.

 

Dengan persiapan belajar yang cukup singkat selama kurang dari dua minggu, Ainun dan tim tetap mampu memberikan hasil yang terbaik hingga dinyatakan sebagai Juara III pada cabang Musabaqoh Fahmil Quran. Hal ini didukung dengan kuatnya chemistry dalam formasi tim yang ternyata telah terbentuk sejak mereka menjadi mahasiswa baru (maba). Kepada Reporter Formadiksi UM News, Wasiatur Rizqiyah menceritakan pengalamannya bagaimana terbentuknya tim ini.

 

“Awal mula bertemu dengan tim dan akhirnya membentuk tim ini, sebenarnya sudah dari awal maba dulu ketika event MTQ UM dan kebetulan kita se-tim satu Jurusan Sastra Arab. Ketika awal ikut MTQ UM dulu sempat ngga lolos penyisihan. Kemudian di tahun berikutnya naik satu tingkat lolos ke semifinal, tetapi gugur ketika menuju ke final. Sempat mengikuti event di luar kampus juga, tetapi tidak ada hasil. Kemarin sekitar awal Maret, kami tahu kalau ada lomba MFQ yang diadakan secara virtual, kami sangat antusias karena itu pertama kalinya kita tahu ada MFQ virtual. Kita langsung daftar karena memang tidak ada biaya pendaftaran juga,” jelas Wasiatur.

 

Tidak dapat dipungkiri, meskipun telah terbentuk sejak lama, ada beberapa kendala yang dialami oleh Wasiatur dan tim. Kendala yang dialami yakni kendala secara internal tim dikarenakan mereka yang sudah menginjak semester 6 dengan banyaknya tugas perkuliahan dan organisasi masing-masing anggota. Tidak hanya itu, mereka juga sempat mengalami kendala pada hari pelaksanaan lomba.

 

“Kendala ketika lomba yakni terkait mencari tempat untuk hari-H, yang kemudian kita putuskan untuk lomba di Masjid Ma’had Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki). Kemudian ada kendala lagi ketika azan magrib, yang mana di situ ada kegiatan dan menggunakan microphone. Jadi kita harus pindah cari tempat yang memiliki Wi-Fi, sedangkan saat itu adalah sesi kita maju. Kita pindah di bawah rektorat. Di situ gelap dan tidak ada colokan, tetapi akhirnya alhamdulillah bisa kita atasi dengan memberi senter,” ungkap Wasiatur.

 

Kendala yang dialami bukan menjadi penghalang bagi Ainun, Wasiatur, juga Nurul Fitria untuk mengerahkan segala usaha terbaik mereka dalam lomba MFQ ini. Semangat mereka ini didasari oleh motivasi dan niat mereka untuk belajar dan memuliakan Al-Qur’an. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota tim, yakni Nurul Fitria ketika ditanya mengenai motivasi terbesar mereka untuk mengikuti ajang MTQ Mahasiswa Nasional ini.

 

“Motivasinya lebih ke ingin belajar lagi, khususnya tentang Al-Qur’an, sekaligus memuliakan Al-Qur’an juga,” tutur Nurul Fitria.

 

Beberapa tips untuk mengatur waktu antara perkuliahan dan mengikuti perlombaan juga disampaikan oleh ketiga mahasiswa tersebut.

 

“Tips untuk ikut lomba itu kita menyempatkan waktu untuk belajar dan bertemu,” tutur Ainun.

 

“Sebelumnya kita atur bagian materi masing-masing anggota, lalu dibuat jadwal untuk kita bertemu dan latihan bersama. Untuk tugas kuliah bisa dicicil di malam hari, di luar jadwal kita bertemu dan latihan. Tips yang paling penting dari saya selalu libatkan Allah dalam semua hal, berdoa, dan dengan salat sunah seperti tahajud, hajat, dan lain-lain, karena hakikatnya kita bisa mengingat materi dan bisa lancar ketika di hari-H itu juga karena Allah semata. Percuma kalau kita belajar sekeras mungkin tanpa melibatkan Allah,” ujar Wasiatur.

 

“Untuk tipsnya bagaimana kita sadar sendiri, dibagi sebisanya. Karena lomba ini juga bukan tanggung jawab pribadi, tapi tanggung jawab tim, jadi sebisa mungkin tidak mengecewakan mereka,” jelas Nurul Fitria.

 

Sebagai penutup sesi wawancara, Ainun Jariyah, Wasiatur Rizqiyah, serta Nurul Fitria menyampaikan pesan mereka untuk seluruh mahasiswa penerima Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah UM agar bisa terus berprestasi.

 

“Ketika kita benar-benar melibatkan Allah dalam hal apapun pasti hasilnya terbaik, yang penting kita sudah berusaha maksimal, masalah hasil biar Allah yang mengatur. Tetap semangat. Selamat berjuang dan mengukir sejarah terbaik dalam jejak perjalanan hidup. Satu lagi, jangan lupakan rida Allah dan orang tua,” pesan Ainun Jariyah.

 

“Jangan patah semangat buat kalian yang masih gagal, walaupun sudah mengikuti beberapa lomba. Keberhasilan itu bukan untuk orang yang semangatnya rendah, tidak mau berjuang dan sabar. Kalau ingin berhasil dan enak, itu tidak ada, dan saya sendiri juga sudah ikut lomba lebih dari 10 kali semenjak kuliah di UM, namun Allah menakdirkan keberhasilan di tahun ketiga ini alhamdulillah. Mungkin karena Allah ingin melihat seberapa besar perjuangan kita dan seberapa sabar kita dengan semua kegagalan itu,” ujar Wasiatur Rizqiyah.

 

“Terus semangat, terutama untuk kuliahnya. Kalau ada kesempatan ikut lomba jangan disia-siakan, coba saja. Menang kalah itu biasa, itu semua tahap untuk kita menjadi lebih sabar dan berusaha lebih kuat untuk menang di esok hari,” tutup Nurul Fitria.

 

Reporter          : Della Fitriani

Editor              : Della Fitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *