Pudar

                                                 Oleh : Nisfa Lailatul Azizah

 

Sayup ku dengar langkah kaki mendekat dan kian mendekat

Terlihat sosok mungil dengan langkah gontai menghampiri

Tak kuasa, ku lihat pakaian lusuhnya tercabik-cabik

Namun di wajahnya terukir senyum ikhlas tak terbebani

 

Sosok mungil itu menghampiri tiap orang yang ia temui

Membunyikan benda yang entah apa namanya

Sembari melantunkan lagu yang ia bisa

Di wajahnya terukir harapan mendapat belas kasih seseorang

 

Tak ada kata lelah, tak ada kata menyerah

Selagi kaki masih dapat melangkah, takkan sekalipun lengah

Tak peduli mentari yang kian menyengat tubuhnya

Wajah riang tetap ia tunjukkan pada dunia

 

Di tengah perjalanannya,  tangan kekar itu menghampirinya

Merebut apa yang seharusnya miliknya

Pudar, senyuman itu kian memudar, wajah riangnya menjadi lesu

Menyiratkan luka, luka, dan luka yang kian merambah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *