Raih Gelar Wisudawan Terbaik UM, Sendy: Terapkan Disiplin Manajemen Waktu

Formadiksi UM News  –  Wisuda adalah impian setiap mahasiswa. Namun, kita perlu berjuang semester demi semester untuk mewujudkannya. Kerja keras yang tak kenal lelah akhirnya berbuah pada sebuah pencapaian. Kali ini Sendy Hanggarawan, mahasiswa penerima Bidikmisi Fakultas Teknik (FT) angkatan 2016 dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik tingkat universitas pada Wisuda Universitas Negeri Malang (UM) ke-106 yang digelar pada hari Sabtu, 26 Juni 2021. Sendy Hanggarawan, S.Pd. mendapat gelar Wisudawan Terbaik Bidang Non Akademik, bersama Fitriana Mulyaningsih, S.Pd. mahasiswa penerima Bidikmisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2017 yang juga mendapat gelar Wisudawan Terbaik Bidang Akademik.

Reporter Formadiksi UM News pada tanggal 30 Juni 2021 berhasil mewawancarai salah satu Wisudawan Terbaik UM, yakni Sendy Hanggarawan, untuk berbagi pengalaman dan kisahnya hingga berhasil menyabet gelar tersebut. Penasaran? Yuk, simak liputannya!

Senang dan tidak mengira sebelumnya

Alhamdulillah, saya merasa senang sekali. Tidak saya kira sebelumnya bisa menjadi Wisudawan Terbaik Bidang Non Akademik Universitas Negeri Malang (UM). Karena saya rasa masih banyak dari fakultas lain yang memiliki mahasiswa berprestasi lebih banyak dari saya. Tidak lupa tentunya juga berkat doa kedua orang tua, keluarga, bapak/ibu dosen, dan teman-teman semua yang mendukung saya dari proses memupuk sejak mahasiswa baru (maba) hingga ujung pemberian gelar ini.

Motivasi terbesar untuk berprestasi

Hal yang selalu menjadikan saya untuk menorehkan prestasi, yaitu pertama, prestasi saya tujukan untuk membanggakan kedua orang tua dan keluarga di rumah karena mengingat kuliah yang saya tempuh jauh dari rumah. Oleh sebab itu, memang harus ada niat untuk “Berangkat selamat, pulang membawa berkat (hadiah)”. Intinya, saya pantang pulang kalau belum membawa oleh-oleh untuk orang tua dan keluarga di rumah. Kedua, saya juga tidak mau waktu saya mubazir untuk hal-hal yang tidak bermanfaat saat kuliah. Jadi, selepas dari jam kuliah saya menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan ekstra, organisasi, maupun freelance yang sebidang dengan jurusan yang saya ambil. Model ini sudah saya terapkan sejak masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) dan efeknya buat saya sangat besar. Jadi, saya terapkan kembali ke bangku kuliah dan alhamdulillah cukup sukses. Terakhir, kalau di luar sana banyak yang bisa berprestasi dan dapat dijadikan contoh, kenapa kita tidak bisa? Karena, pada dasarnya Allah memberikan kita hak yang sama. Apa itu? Akal untuk berpikir.

Tetapkan plan unggul dalam tiga bidang tiap satu semester sebagai strategi berprestasi

Tips dan strategi yang saya gunakan sudah saya rencanakan sejak menjadi mahasiswa baru. Planningyang saya buat yaitu dalam satu semester minimal saya harus mengusahakan untuk unggul dalam tiga bidang. Bidang pertama, kuliah saya tidak boleh hancur. Maksudnya, dengan kerasnya kehidupan kuliah di Teknik Sipil mengharuskan saya untuk selalu berhati-hati dalam menjalani kuliah. Hal ini dirasa sangat berat, karena dalam Jurusan Teknik Sipil praktik sangat mendominasi sehingga fisik dan psikis cukup terkuras. Bidang kedua, perkembangan minat dan bakat saya tidak boleh terisolasi. Artinya, setiap manusia sebenarnya dilahirkan untuk memiliki kebiasaan. Tinggal kita yang mau memunculkannya atau tidak. Kalau saya pribadi mengembangkan minat dan bakat melalui lomba dan ekstra dalam bidang seni musik dan gerak tradisi. (Dan) untuk bidang ketiga, hal ini yang saya rasa cukup penting untuk keberlanjutan saat lulus dari kuliah. Saya menyebutnya dengan prakerja. Model yang saya gunakan dalam prakerja selama kuliah adalah dengan mengambil pekerjaan freelance menggambar dan merencanakan bangunan gedung. Di mana pekerjaan tersebut sangat relevan dengan bidang kuliah yang saya geluti. Pekerjaan yang saya geluti sejak kuliah ini membantu saya saat melamar pekerjaan dengan alasan pernah bekerja karena dalam dunia teknik sipil berpengalaman adalah kesuksesan yang utama. Namun, selepas dari ketiga hal tersebut adalah kekuatan doa dan dedikasi dari kita sendiri. Di mana kita harus menerapkan yang namanya disiplin manajemen waktu.

Penyemangat yang dijadikan sebagai kekuatan selama kuliah

Kata yang selalu saya ingat untuk selalu bergerak aktif dan berkualitas adalah “Anak muda belajar pintar, karena pintar itu mahal harganya”. Artinya, kalau ingin kualitas Anda dibayar mahal (dihargai) oleh orang lain kuncinya cuma satu, yaitu ada kemauan untuk belajar. Belajar untuk pintar (pintar dalam agama, ilmu, dan etika). Karena pintar itu adalah orang yang bisa menempatkan diri di lingkup mana saja.

Pesan untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP Kuliah UM

Pesan saya untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah adalah “Malulah pada hakmu, jangan mubazirkan hakmu, pergunakanlah hakmu untuk kebermanfaatanmu. Pergunakanlah kebermanfaatan orang lain, almamater, dan negaramu dengan jalan dan caramu masing-masing.” – Sendy. H.

Demikian liputan Reporter Formadiksi UM News bersama Wisudawan Terbaik Universitas Negeri Malang ke-106. Belajar memang tidak lantas membuat kita langsung sukses. Namun, kebanyakan orang sukses adalah penimba ilmu sejati. Semoga bermanfaat dan memotivasi kita semua untuk terus berkarya dan berprestasi, ya!

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Reporter          : Rosidatul Avivah

Editor              : Della Fitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *