Raih Honorable Mention UNODC, Laks Ingin Rintis Klub MUN di UM

Formadiksi UM News – Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan salah satu Mahasiswa Bidikmisi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Laksamana Fadian Zuhad Ramadhan. Laks, demikianlah sapaan akrabnya, berhasil meraih The Honorable Mention UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) dalam Parahyangan Model United Nations 2019. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh International Relationship Universitas Parahyangan (Unpar) bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) pada 28 Februari hingga 3 Maret lalu.  Kompetisi yang diikuti lebih dari 68 peserta ini bertempatkan di Hotel Arya Duta Bandung dengan mengangkat tema “Dismantling Human Security: Redefining War”.

Bagaimana pengalaman selengkapnya dari Laks? Apa pesan yang disampaikan Laks untuk Mahasiswa Bidikmisi UM? Dan apa keinginan Laks seusai berlaga di kompetisi ini? Simak liputan yang telah dirangkum oleh Reporter Formadiksi UM News, Senin (4/3/2019) berikut ini.

Laks menggarap position paper dan melihat tutorial Model United Nations (MUN) sebagai bagian dari persiapan dalam mengikuti kompetisi ini

Pertama, saya buat position paper. Saya agak pesimis karena dapat best, outstanding, honorable itu agak sulit. Setidaknya saya mikir dengan position paper yang bagus bisa dapat best paper. Pos pap (position paper) itu digarap dengan mencari referensi artikel dari negara yang kita wakili, saya dapat Bangladesh saat itu. Saya juga pakai data statistik di Bangladesh masalah prelevansi kecanduan marijuana, posisi kebijakannya gimana. Saya nonton tutorial MUN di YouTube karena banyak istilah teknis, banyak sekali. Kayak moderated causus contohnya. Apalagi kalau sudah buat draft resolusi yang Bahasa Inggrisnya tingkat tinggi biar diplomatis.

 

Parahyangan Model United Nations 2019 merupakan ajang bergengsi yang berhasil menarik lebih dari 4 negara di dunia

Parahyangan MUN bisa dibilang besar karena berhasil menarik lebih dari 4 negara kayak South Korea, Bangladesh, China, Japan, dan United Kingdom (UK) untuk ikut. Representatif UK berasal dari Nottingham High Schools. Representatif Koreanya institusi Woosong University, in Daejeon.

 

MUN mirip dengan debat Bahasa Inggris

MUN itu agak mirip dengan debat Bahasa Inggris. Bedanya kita merepresentasikan sebuah negara dengan membawa paper yang berisikan rekomendasi solusi dan stance untuk menghadapi masalah komite UNODC PBB (United Nations Office on Drugs and Crime, Perserikatan Bangsa-Bangsa). Nah, pas di acaranya, kita saling serang argumen masalah di paper kita. Biasanya yang paling aktif menyerang argumen lawan bisa membuat blok/aliansi negara-negara lebih besar. Kalau aliansi sudah besar, aliansi itu berpotensi memenangkan draft resolusi komite PBB.

 

MUN dilaksanakan selama empat hari dan terdapat agenda Diplomatic Dinner dalam rangkaian kompetisi tersebut

Hari pertama cuma technical meeting. Nah, bedanya sama lomba lain, di hari ke 1 itu ada diplomatic dinner untuk berkenalan dengan peserta lain agar mudah mencari aliansi.

Hari kedua ini sudah mulai debat. Cuma debatnya kurang panas karena tiap delegate (istilah panggilan peserta) belum membentuk aliansi untuk berbicara terhadap topik “Legalisation of Marijuana Across The World”. Kita gak bisa asal dukung atau menolak topik karena itu tergantung kebijakan nasional tiap negara yang kita wakili.

Hari ketiga, saya sudah mulai aktif saling menyerang argumen kebijakan aliansi/blok lain untuk memengaruhi delegates yang belum menentukan posisinya.

Hari keempat itu gala dinner dan penutupan serta penyerahan award (penghargaan).

 

Penganugerahan The Honorable Mention UNODC

Kategori penghargaan UNODC itu Best Paper, Outstanding Delegate, dan dua Honorable Mention. Honorable Mention itu mirip Juara 2 dan 3 setelah Outstanding Delegate. Nah, saya dapat posisi Honorable Mention/Juara 2.

 

Leadership dan solutif menjadi bagian penilaian Kategori Honorable Mention

Ada kriteria untuk mendapatkan Kategori Honorable Mention.

  1. Leadership untuk membawa member aliansi.
  2. Apakah memenangkan draft resolution.
  3. Kemampuan untuk memengaruhi delegate yang belum masuk aliansi.
  4. Argumen dan solusi pas di debat. Sesi debat itu namanya “Consultation of The Whole/Moderated Caucus”.

 

Laks berterima kasih pada Valiant UM atas debate skill yang diberikan

Saya dulu introvert. Di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) cuma kerja fisik. Di UM entah kenapa saya mulai mengembangkan soft skill debat saya bersama Valiant. Saya berterima kasih ke Valiant UM karena skill debate hampir bisa digunakan di segala lomba, terutama saat presentasi KTI (Karya Tulis Ilmiah), essay, dan MUN.

 

Laks ingin merintis Klub MUN di UM

Saya ingin merintis Klub MUN, karena UB (Universitas Brawijaya) kemarin kirim lima delegates, sedangkan UM hanya kirim satu karena mungkin banyak yang tertarik tapi tidak punya channel latihan.

 

Di akhir wawancara, Laks menyampaikan pesannya untuk Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang agar dapat menjadi tokoh perubah peradaban bangsa.

 

“Mari kita bayar kembali pajak masyarakat untuk Bidikmisi dengan mempersiapkan diri menjadi tokoh perubah peradaban bangsa,” pesannya.

 

Reporter          : Amanatul Haqqil Ibad dan Andy Ihsan Putra

Editor              : Nadya Erawati dan Nanda Ayu Luthfi Khofifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *