Rapat Besar Kedua: Percakapan Tak Melulu Soal Program Kerja, Ciptakan Rasa Peduli Antar Pengurus

Malang—Tepat sehari setelah perayaan ulang tahun Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) yang ketujuh, agenda rapat besar kedua pun dilaksanakan pada hari Jumat (1/6). Walaupun rapat besar diadakan di tengah-tengah libur akhir semester, antusiasme dari pengurus tak surut. Sebagian besar pengurus rela meluangkan waktunya untuk kembali dari kampung halaman menuju Malang demi suksesnya program kerja yang dimiliki oleh Formadiksi UM.

Ada yang berbeda dalam rapat besar kedua kali ini. Jika di rapat besar pertama pengurus masih mendapatkan beberapa koreksi, lain pula saat rapat besar kedua tempo hari. Pengurus dirasa telah berhasil memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun demikian, pengurus tidak boleh gampang terlena dan tetap meneguhkan diri untuk terus berbenah. Sama halnya yang diungkapkan oleh Himmatur Rosyidah selaku sekretaris Formadiksi UM, “Dalam rapat besar kali ini memiliki nuansa yang berbeda daripada rapat besar pertama, di mana anggota sudah lebih berbenah diri dan kekeluargaan yang terjalin antar pengurus semakin kentara.”

Zulfatus Sholikah selaku Dewan Pertimbangan pun menuturkan bahwa di bulan ke empat kepengurusan Formadiksi UM saat ini ialah masih dalam tahap awalan. Zulfa pun mencoba mengilustrasikannya, “Untuk bulan ke empat ini, bisa dibilang layaknya motor yang baru dinyalakan (starter).”

Di hari yang sama pula, penobatan pengurus teraktif dan terdisiplin pun diumumkan. Penobatan ini berdasarkan penilaian dari Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), koordinator setiap divisi, dan tentunya melibatkan pengurus inti pula. Tiga nama yang terpilih menjadi nominasi pengurus teraktif ialah Siti Khoirunnisa (Divisi Informasi dan Komunikasi), Siska Amalia (Divisi Hubungan Internal Mahasiswa), dan Naili Kharirotul Afiana (Divisi Dana dan Usaha). Sedangkan nominasi untuk pengurus terdisiplin antara lain Nanda Defi Aprilianto (Divisi Minat dan Bakat), Amanatul Haqqil Ibad (Divisi Jurnalistik), dan Muhamad Fiqran Nurfan Pamungkas (Divisi Dana dan Usaha). Dari nama-nama yang telah disebutkan, Naili berhasil mendapatkan predikat sebagai pengurus teraktif dan Fiqran sebagai pengurus terdisiplin.

Naili yang juga seorang santriwati di sebuah pondok pesantren di Kota Malang awalnya tak menyangka bahwa dirinya masuk nominasi dan terpilih menjadi pengurus teraktif, “Rasanya itu macam-macam. Antara senang, kaget, dan tidak percaya. Tapi dengan begini berarti saya telah diberi kepercayaan dan amanah bagaimana agar saya bisa menularkan sisi keaktifan ini ke pengurus lain agar bisa lebih baik dan lebih aktif lagi.”

Naili juga berpesan untuk semua pengurus Formadiksi UM agar selalu menjalin komunikasi dengan baik sama halnya dengan yang dituturkan oleh anggota Divisi PSDM, Chiti Rahayu. “Yang perlu ditingkatkan adalah tetap menjaga komunikasi baik perihal organisasi maupun sebatas basa-basi untuk menjaga tali kekeluargaan yang sudah terjalin.” (Lucky M.D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *