Resmi Ditutup, DTP Lahirkan Bibit Baru

Malang – Setelah melakukan pelatihan Debate Training Progamme (DTP) Formadiksi UM 2018 selama 2 bulan sejak 31 Agustus 2018, Sabtu (3/11/2018), di Sekretariat Formadiksi UM Gedung G1, dilaksanakan penutupan sekaligus evaluasi pelatihan.
Debate Training Programme (DTP) atau Program Pelatihan Debat merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan bersawala (debat) mahasiswa bidikmisi Universitas Negeri Malang. Disamping itu, Nanda Defi Aprilianto, Ketua Pelaksana DTP Formadiksi UM 2018, menjelaskan pelatihan ini juga menjadi sarana bagi Formadiksi UM untuk menjaring bakat serta mengembangkan kapasitas keahlian khususya berdebat mahasiswa bidikmisi, sehingga output akhirnya dapat menjadi delegasi dan mampu mengharumkan Universitas Negeri Malang di panggung kompetisi.
“DTP (debate training Programme) ini merupakan suatu pelatihan dimana itu melatih public speaking mahasiswa bidikmisi. Pelatihan ini juga sebagai sarana bagi Formadiksi UM dalam menjaring bakat berdebat untuk dijadikan delegasi dalam kompetisi debat.” Ujar Nanda yang juga merupakan Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Teknik ini.
Bersamaan dengan penutupan dan evaluasi, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penilaian terhadap peserta training. Penilaian dilakukan dengan melakukan simulasi debat antara pengurus Formadiksi UM dengan peserta pelatihan. Tiga peserta dengan penampilan terbaik nantinya berkesempatan menjadi delegasi Formadiksi UM dalam mengikuti Kompetisi Debat. Setelah melalui proses penilai terpilih Lilla Pranti Mulyani, Rinto Puji Rahayu, serta Elita Elidayanti, Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan angkatan 2018.
Pembimbing DTP 2018, Agelgara Kusumo Putro memberikan beberapa evaluasi terkait dengan proses pelatihan. Terdapat beberapa catatan terkait dengan peserta yang hadir pada setiap sesi latihan. Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas dari pelatihan itu sendiri. Dia menyatakan bahwa besar harapan peserta yang aktif dalam pelatihan ini dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah didapat dalam kompetisi-kompetisi debat dan bermafaat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Penguasaan (peserta yang aktif) terhadap aspek-aspek debat itu sangat baik sekali, saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa mengikuti event debat karena rugi jika skill yang dimiliki tidak terealisasikan (tersalurkan), at least keterampilan bertutur yang baik dapat digunakan, misal meyakinkan orang, serta bagaimana bertanggung jawab atas apa yang telah diucapkan.” (M. Yunan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *