Sabet Juara 1 MAPTION 2019, Ini Rahasianya

Formadiksi UM News – Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Mathematics Paper Competition (MAPTION) 2019 tingkat Nasional telah digelar pada Minggu (31/03/2019) di Universitas Islam Malang (Unisma). Dalam kompetisi ini, tim yang beranggotakan Sayyidati Fatimah Az Zahroh dari S1 Pendidikan Matematika angkatan 2017, Amanatul Haqqil Ibad dari S1 Pendidikan Matematika angkatan 2017 (Mahasiswa Bidikmisi UM), dan Andy Ihsan Putra dari S1 Pendidikan Matematika angkatan 2018 (Mahasiswa Bidikmisi UM), berhasil membawa nama baik Universitas Negeri Malang dengan menjadi juara 1 dalam MAPTION.

“Awal saya tau informasi ini sebenarnya saya ingin ikut. Karena saya merasa belum berkontribusi dengan baik di jurusan saya (matematika), mengingat lomba ini bertemakan juga tentang inovasi di bidang matematika. Akan tetapi saat sudah berjalan beberapa waktu, saya merasa pengerjaannya sudah terlalu mepet dan akhirnya saya memutuskan tidak ikut,” ujar Amana.

“Kemudian, saya ditawari kawan seangkatan saya untuk mengikuti LKTI. Waktu itu saya tidak tahu LKTI apa yang dimaksud, setelah saya tanya ternyata MAPTION. Akhirnya saya terima tawaran tersebut. Mengingat satu tim beranggotakan 3 orang, maka kawan saya tadi yang sekaligus jadi Ketua Tim saya (Sayyidati Fatimah Az Zahroh) meminta rekomendasi anggota tim. Karena saya kenal dengan Andy, dan spesifikasi kebutuhan adalah yang bisa desain, akhirnya saya mengajukan Andy,” lanjutnya.

Di sisi lain, Andy yang belum pernah mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah, awalnya mengaku tidak yakin. Akan tetapi, ia mengutamakan usaha dalam menumpas ketidakyakinannya itu,

“Diajak kakak tingkat mengikuti lomba ini, awalnya nggak yakin karena belum pernah ikut LKTI sama sekali. Lalu ya udah, yang penting usaha. Akhirnya usaha itu membuahkan hasil,” tambah Andy.

Persiapan khusus yang dilakukan tim mereka yaitu persiapan mental untuk belajar lebih memahami diri sendiri dan orang lain.

“Kalau ditanyakan persiapan, sebenarnya pasti sama dengan peserta lomba karya tulis pada umumnya meliputi pematangan judul, penyusunan proposal, penggarapan prototype atau bahkan medianya, analisis tentunya, dan juga persiapan serta simulasi presentasi. Akan tetapi, untuk persiapan khusus terpenting bagi saya pribadi adalah dimana kami khususnya saya belajar untuk persiapan mental untuk belajar lebih memahami, baik memahami diri saya pribadi untuk bisa menata diri dalam memprioritaskan agenda saya serta mencoba belajar memahami kepentingan satu tim. Karena lomba ini bekerja dalam tim, dan masing-masing individu dalam juga punya masing-masing kepentingan atau kesibukan. Masing-masing individu juga memiliki karakter sendiri, sehingga saling memahami adalah bekal khusus untuk mengawal segala persiapan teknis lomba bagi kami, khususnya saya yang masih belajar banyak dari ketua tim saya dan rekan saya lainnya,” jelas Amana.

MAPTION 2019 mengangkat tema “Matematika sebagai Peran Inovatif dalam Membangun Kreativitas Bangsa Berdaya Saing Global”. Tim mereka membuat Karya Tulis Ilmiah dengan judul “E-Math Game (Ethnomathematics Game): Media Pembelajaran Board Game Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Wawasan Etnomatematika serta Upaya Pelestarian Budaya Pada Anak”.

Amana juga berbagi tips untuk membagi waktu untuk terus berprestasi dan berinovasi.

“Kalau tentang membagi waktu, saya masih dalam proses mencari yang benar-benar tepat untuk saya. Saya masih sering ganti-ganti strategi untuk bagi waktu. Alhamdulillah, Ketua Tim saya seorang deadliner seperti saya, sehingga semua komponen lomba diatur bersama dengan baik. Akan tetapi sangat sering bahkan hampir setiap timeline untuk persiapan lomba ini berbentur dengan agenda yang telah saya buat setiap harinya. Di sini prioritas bukan jadi satu-satunya andalan saya, karena beberapa kali agenda untuk persiapan lomba yang kebetulan berentang waktu sedikit sekali tersebut berbenturnya juga dengan agenda lain yang juga penting bagi saya. Dari situ prioritas harus didampingi dengan pelibatan Allah dalam putusan kita. Jadi intinya, ya masih terus belajar mengatur waktu dengan tidak hanya mementingkan prioritas,” ungkap Amana.

Ia juga berpesan, “Ketika berlomba itu apalagi tim, kita harus siap memimpin utamanya memimpin diri kita sendiri dan juga harus siap untuk dipimpin. Sebagai Mahasiswa Bidikmisi yang telah terbiasa dengan hidup yang tak biasa bahkan luar biasa perjuangannya, maka sikap proaktif (tidak reaktif) sangat diperlukan dalam memanejemen diri khususnya dalam belajar membagi waktu.”

Semoga semangat beprestasi terus mengalir pada Mahasiswa Bidikmisi lainnya untuk membawa nama baik kampus melalui prestasi dan inovasi yang tiada henti.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Penulis : Nadya Erawati
Editor : Nadya Erawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *