Sabet Perunggu, Syaiful: Semoga Pulang Bawa Trofi Lagi Untuk Berikutnya

Formadiksi UM News – Sabtu (13/4/2019), Universitas Negeri Malang keluar sebagai penyabet 5 medali dalam kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung, Mathematics Analysis and Geometric Days (MaG-D). Kompetisi ini merupakan sejenis olimpiade matematika yang diperuntukkan bagi mahasiswa pada tingkat nasional. MaG-D merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan tiap tahun oleh ITB. Kebergengsian ini ditunjukkan dengan banyaknya tim yang berkompetisi, yakni sebanyak 104 tim atau sebanyak 208 mahasiswa berkompetisi langsung di Bandung dengan beberapa tahapan lomba. Dari 208 mahasiswa tersebut, hanya 60 yang berhak mendapatkan medali.

Reporter Formadiksi UM News berkesempatan melakukan wawancara pada salah satu penyabet medali yang juga merupakan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang, yakni Muchamad Syaiful Faristyan. Berikut liputannya.

Universitas Negeri Malang membawa pulang 5 medali dalam kompetisi MaG-D 2019.

Lima medali yang berhasil diboyong Universitas Negeri Malang, antara lain 1 medali perak atas nama Rofiud Darojad (Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika 2017) dan 4 medali perunggu atas nama Muhammad Nur Alamsyah (Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika 2017), Ridho Rafif Adri Prasetyo (Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika 2017), Muchamad Syaiful Faristyan (Mahasiswa Bidikmisi S1 Pendidikan Matematika 2017), dan Abdul Mu’in (Mahasiswa Bidikmisi S1 Pendidikan Matematika 2015).

“Kalau saya dapat medali perunggu dan itu sudah membuat saya bangga, karena ini merupakan debut pertama saya mengikuti kompetisi ini. Mungkin tahun depan akan ikut lagi,” ujar Syaiful pada kesempatan wawancara oleh Reporter Formadiksi UM News, Minggu (14/4/2019).

Persaingan yang sulit terasa pada kompetisi MaG-D.

“MaG-D itu dimulai dari penyisihan yang dilaksanakan dengan tes tulis seperti biasa pada 12 April. Dilaksanakan dengan sistem tim. Meskipun tim, untuk penentuan medali dilihat berdasarkan individu. Untuk semifinal dan final dilaksanakan tanggal 13 April 2019,” jelas mahasiswa asli Malang tersebut.

“Oleh karena itu, sulitnya bersaing diajang itu dilihat karena adanya 104 tim. Banyak kan ya? Apalagi kalau dirangking individu berarti 208 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi,” tambahnya.  

Perolehan medali bagi para peserta ditentukan oleh rangking individu.

Pada MaG-D, perolehan medali ditentukan oleh masing-masing capaian rangking per individu.

“Untuk medali emas diambil 10 besar, untuk peringkat 11-30 mendapat medali perak, 31-60 mendapat medali perunggu, dan sisanya hanya mendapatkan sertifikat,” jelas Syaiful.

Di akhir wawancara, Syaiful berharap dapat membawa pulang trofi kembali dalam kompetisi matematika berikutnya “Mission” yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November.

Harapane sih, habis ini ada kompetisi lagi tingkat mahasiswa, yaitu Mission dari ITS. Bisa ikut dan pulang bawa trofi sih harapane,” ujar Syaiful dengan logat malangannya.

Mahasiswa kelahiran 1999 yang telah menekuni bidang matematika sejak kelas 4 Sekolah Dasar ini berharap agar Mahasiswa Bidikmisi juga bisa mendapatkan berbagai penghargaan baik di karya tulis maupun olimpiade.

“Kalau saya sih mulai kelas 4 sudah suka matematika dan sampai diikutkan ke OSN (Olimpiade Siswa Nasional) dan sampai juara di regional. Mulai hal itu saya mulai menekuni hal ini (matematika). Karena ini bisa menjadi cara untuk saya membanggakan orang tua. Semoga (mahasiswa) Bidikmisi UM banyak mendapat penghargaan di kompetisi manapun, baik LKTI maupun olimpiade,” terangnya.

Reporter          : Amanatul Haqqil Ibad

Editor              : Nanda Ayu Luthfi Khofifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *