SECUIL MIMPI

SECUIL MIMPI

Karya: Kholifah Falupi

 

Kusapa setibanya Januarius bak seruan singgahnya permulaan tahun

Ku goreskan dengan lentur pena beruncing dan berbelah di muka secarik kertas

Mengamanatkan secuil mimpi yang merekat di bilik samping kiri

Secuil mimpi adalah pemicunya

 

Namun, tak jarang kiranya dada ini terikat akan sebuah belenggu

Yang tak memperkenankan paru riang menari bebas dengan oksigen

Secuil mimpi adalah pemicunya

 

Kian keras jeritan waktu ku rasakan

Di mana sebagian mereka berjalan kencang tuk raih mimpinya

Kian keras jeritan waktu ku rasakan

Di mana sebagian mereka bergerak tawa saat telah gapai mimpinya

Kian keras jeritan waktu ku rasakan

Di mana hanya aku bak sebuah batu yang tak mampu bergerak ke mana

Sudah ku mencoba, namun hasil berucap lain

Hati bergejolak untuk menyerah atau tetap berjuang

Menumbuhkan pilu yang menggerogoti akal pikiran

Secuil mimpi adalah pemicunya

 

Berbutir air yang terjun melalui kedua pipi silih berganti namun lama tuk henti

Meratapi secuil mimpi

Yang ku takutkan jika mimpi bagaikan

Sebatas tinta pena hanya tergores di badan kertas

Setelah sekian lama kesudahannya luntur dan menghilang tanpa sedikit pun jejak

Menjadikan penggubah pena hilang akan arah

Lagi-lagi, secuil mimpi adalah pemicunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *