Sejarah Formadiksi UM

SEJARAH FORUM MAHASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (FORMADIKSI UM)

Tahun 2010 merupakan tahun awal Program Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada tahun tersebut, Universitas Negeri Malang (UM) menerima mahasiswa Bidikmisi sebanyak ±450 mahasiswa. Dikarenakan Program Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi merupakan program baru, banyak mahasiswa penerimanya yang merasa kesulitan dalam mengakses informasi tentang Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi khususnya di lingkungan Universitas Negeri Malang. Simpangsiurnya pencairan dana Bidikmisi, mekanisme pencairan dana, nominal bantuan dana pendidikan, kewajiban sebagai mahasiswa Bidikmisi, penyebab hilangnya status sebagai mahasiswa Bidikmisi merupakan masalah–masalah umum yang dihadapi mahasiswa Bidikmisi. Di beberapa universitas lain ada yang telah membentuk komunitas mahasiswa penerima Bidikmisi untuk mengatasi permasalahan– permasalahan tersebut. Melalui latar belakang inilah beberapa mahasiswa Bidikmisi angkatan pertama yaitu 2010 mulai mencanangkan adanya komunitas. Berawal dari adanya grup facebook dengan nama Persatuan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang yang mulanya dipelopori oleh Hanip Wahyu Saputro (Fakultas MIPA), Dzatu Ulum Nafi’ah (Fakultas Sastra), dan Silfia Anggraeni (Fakultas Sastra), kemudian bertambah menjadi banyak anggota dari jurusan-jurusan lain di UM. Sehingga mereka mulai terfikir untuk melakukan pertemuan secara offline. Pertemuan pertama tersebut diadakan di Ruang Registrasi (RR) Gedung A3 UM. Pertemuan ini dihadiri oleh Hanip Wahyu Saputro (Fakultas MIPA), Dzatu Ulum Nafi’ah (Fakultas Sastra), Silfia Anggraeni (Fakultas Sastra), Sahrul Romadhon (Fakultas Sastra), Eko Prasstyo (Fakultas Teknik), Fitria Ningsih (Fakultas Sastra), Binti Mariatul Kiptiyah (Fakultas Sastra), Watik Murnimin (Fakultas Teknik), Anna Nur Fadhilah (Fakultas MIPA) dan beberapa lainnya yang kemudian berinisiatif untuk membentuk suatu komunitas agar dapat mewadahi dan berkoordinasi serta bersilaturrahmi dengan sesama mahasiswa Bidikmisi UM. Merekalah yang kemudian menjadi pelopor terbentuknya komunitas Bidikmisi di UM. Dari hasil pertemuan pertama tersebut diforumkan untuk dibicarakan lebih lanjut dengan beberapa mahasiswa Bidikmisi lainnya. Senin,23 Mei 2011, para pelopor beserta beberapa mahasiswa bidikmisi mengadakan pertemuan untuk merancang visi misi, membentuk kepengurusan, dan menentukan ketua. Ketua yang terpilih saat itu adalah Sahrul Romadhon, Mahasiswa Bidikmisi Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2010. Senin, 30 Mei 2011, disepakati sebagai tanggal terbentuknya komunitas ini dengan nama Komunitas Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Komadiksi UM).

Kepengurusan Komadiksi UM yang diketuai oleh Sahrul Romadhon berlangsung selama dua periode yaitu tahun 2011 dan 2012. Meskipun Komadiksi UM telah mendapatkan izin sebagai komunitas yang ada di lingkungan UM, namun belum sepenuhnya mendapat dukungan dan kepercayaan dari pihak kampus. Sehingga permasalahan-permasalahan seputar informasi kebidikmisian dan birokrasi masih sulit untuk didapatkan. Para pengurus saat itu pantang menyerah dalam menghadapi situasi yang cukup sulit tersebut. Mereka menyadari, itulah proses yang harus ditempuh sebagai komunitas yang baru terbentuk. Selama dua periode pertama kepengurusan Komadiksi UM inilah komunikasi dengan berbagai pihak terus dibangun, terutama dengan pihak kemahasiswaan dan mahasiswa Bidikmisi UM tentunya. Karena tidak serta-merta semua mahasiswa Bidikmisi UM langsung menerima keberadaan Komadiksi UM.

Perjuangan membangun komunikasi untuk mendapatkan kepercayaan dari pihak kemahasiswaan UM pun membuahkan hasil. Pihak Kemahasiswaan UM yang saat itu terlibat adalah Drs.H.Sucipto,M.S. selaku Wakil Rektor III (WR.III) UM, Drs.H.Imam Khotib, M.Ap. selaku Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan, Tri Setyowati, B.A. dan Wiwid Nurachmawati, S.P. selaku staf kemahasiswaan. Pihak kemahasiswaan UM mendukung dan memberikan informasi yang cukup seputar permasalahan kebidikmisian. Pengurus mulai mendapatkan kepercayaan untuk menyampaikan informasitentangpermasalahan Bidikmisi kepada mahasiswa Bidikmisi yang ada di UM. Selain itu, pengurus Komadiksi UM juga diundang dalam kegiatan–kegiatan Bidikmisi yang diselenggarakan oleh UM. Dan secara bersamaan, mahasiswa Bidikmisi UM mulai menerima keberadaan dan tujuan dari terbentuknya Komadiksi UM, meskipun masih ada beberapa mahasiswa yang belum mengetahui adanya komunitas ini. Dengan bertambahnya dukungan dari berbagai pihak, Komadiksi UM membuat sebuah program kerja yang melibatkan mahasiswa Bidikmisi UM yaitu Komadiksi UM Mengajar dengan ketua pelaksana yaitu Zainul Arif mahasiswa jurusan sejarah angkatan 2010.

Pencapaian yang diraih pada dua periode awal membuat Komadiksi UM semakin dikenal dilingkungan kampus UM. Tidak berhenti disitu, kepengurusan Komadiksi UM periode ketiga yang dipimpin oleh Nani Masrifah (Fakultas Teknik 2011) tetap berjuang untuk mendapatkan kelegalan untuk komunitas ini. Karena sebelumnya, keberadaan komunitas ini masih sebatas mendapatkan izin berdiri. Sehingga agar komunitas ini diakui secara resmi di lingkup UM, komunitas ini memerlukan akses legal. Beberapa kali pengurus periode tersebut berusaha bernegosiasi dan meyakinkan pihak kemahasiswaan bahwa komunitas ini akan berusaha untuk mewadahi aspirasi dari mahasiswa Bidikmisi UM untuk kemudian disampaikan pada pihak kemahasiswaan dan nantinya komunitas ini juga akan sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan kebidikmisian yang diselenggarakan oleh UM. Melalui berbagai pertimbangan, pihak kemahasiswaan UM akhirnya setuju untuk memberikan akses legal pada Komadiksi UM. Karena telah mendapatkan kelegalan, Drs. H. Sucipto M.S. selaku Wakil Rektor III UM mengajukan perubahan nama dari “komunitas”menjadi “forum” karena nama “forum” memiliki arti kata yang lebih resmi dari pada nama “komunitas”. Dari pihak Komadiksi UM kala itu, menyetujui perubahan nama tersebut. Sehingga secara resmi, nama Komunitas Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Komadiksi UM) berubah menjadi Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM). Kedudukan Formadiksi UM tidak setara dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun organisasi mahasiswa lainnya, Formadiksi UM berdiri sebagai organisasi independen yang dinaungi oleh Universitas Negeri Malang.