Seleksi Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi : Universitas Negeri Malang Melibatkan Mahasiswa Sebagai Surveyor

Malang – Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2018 telah dilaksanakan. Pada jalur SNMPTN ini, Universitas Negeri Malang (UM) menerima sebanyak 329 mahasiswa calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM. Para calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM tersebut memang tidak serta merta dinyatakan sebagai penerima Bidikmisi. Terlebih dahulu dilaksanakan wawancara untuk calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM pada saat daftar ulang Selasa (8/5) lalu. Setelah wawancara, dilaksanakan visitasi ke tempat tinggal calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM guna mengetahui realita keluarga dan kehidupan mahasiswa bersangkutan. Hal ini dilaksanakan agar program Bidikmisi dapat benar-benar tepat sasaran.

Visitasi dilaksanakan mulai Kamis-Sabtu, 17 – 26 Mei 2018. Tim Surveyor Mahasiswa Baru Calon Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM Jalur SNMPTN 2018 ini adalah mahasiswa UM sendiri. Dengan dilibatkannya peran mahasiswa UM dalam pelaksanaan visitasi, Bagian Kemahasiswaan UM terlebih dahulu menyelenggarakan Pembekalan bagi Surveyor Mahasiswa Baru Calon Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM Jalur SNMPTN 2018 (11/5). Pembekalan ini tentunya bertujuan agar mahasiswa yang nantinya menjadi surveyor, memiliki gambaran dan informasi tentang apa saja yang dilakukan saat di lapangan.

“Pembekalannya terkait apa yang perlu dan tidak boleh kami lakukan saat kami bertugas menggali informasi terkait Mahasiswa Baru Calon Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM,” ujar Ade Setyawan, Ketua Forum Mahasiswa Bidikmsi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM).

Mahasiswa yang terlibat dalam visitasi ini antara lain Formadiksi UM, Badan Eksekutif Mahasiswa UM (BEM UM), Dewan Perwakilan Mahasiswa UM (DPM UM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa UM (UKM UM). Adapun daerah penugasan visitasi merupakan daerah asal dari mahasiswa surveyor yang bersangkutan.

“Saya mendapatkan tugas sesuai daerah asal saya yaitu Kabupaten Bojonegoro. Total maba calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM yang akan saya visitasi sebanyak 5 orang yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Ngraho, Tambakrejo, dan Kasiman,” ujar Agung, mahasiswa Bidikmisi Fakultas MIPA yang juga Penanggung Jawab Jurusan (PJJ) Biologi 2016 Formadiksi UM.

Mahasiswa yang menjadi surveyor merasa senang dan bangga karena bisa menambah pengalaman, salah satunya bisa bertemu keluarga Mahasiswa Baru Calon Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM yang memiliki berbagai latar belakang atau karakteristik.

“Saya merasa senang bisa ikut terlibat menjadi surveyor, karena bisa menambah pengalaman dan bisa bertemu berbagai macam keluarga dengan karakter yang berbeda-beda,” ungkap Anggyyansyah Yusuf Mustgahfirin, mahasiswa Jurusan Sejarah 2016, Sekretaris Komisi Pemerintahan DPM UM 2018.
Adakalanya para surveyor juga merasa iba ketika melakukan visitasi kepada Mahasiswa Baru Calon Penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM. Di balik pelaksanaan visitasi ini, tercuplik pula hikmah tersendiri bagi mereka.

“Dari beberapa mahasiswa baru calon penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi yang saya survei ini kondisinya bisa dibilang memprihatinkan, jadi ketika melakukan visitasi selalu muncul rasa iba dan kasihan,” jelas Nuril Shinta Rakhma Dewi, mahasiswa Fakultas MIPA angkatan 2015, Sekretaris Kabinet BEM UM.
“Dengan menjadi surveyor ini melatih saya untuk lebih mensyukuri kehidupan yang saya miliki sekarang,” lanjut Nuril.

Secara keseluruhan, pelibatan mahasiswa dalam visitasi mendapat sambutan baik dari para surveyor sendiri. Mereka merasa bahwa pelibatan mahasiswa ini merupakan salah satu ajang melatih diri untuk berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Dengan adanya kontribusi mahasiswa dalam kegiatan universitas termasuk visitasi Bidikmisi ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan dunia perkuliahan khususnya dalam bidang akademis saja, namun mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan sikap emosional seperti hubungan dengan masyarakat sekitar,” tandas Arum Meidy Lanti, Sekretaris Umum MPA Jonggring Salaka UM.
Hal senada pun diungkapkan oleh Ade Setyawan dengan harapan ke depan agar program Bidikmisi dapat selalu tepat sasaran.

“Selain untuk melatih mental mahasiswa dengan terjun langsung ke masyarakat, tentu ini juga untuk ikut mengawal program Bidikmisi agar tepat sasaran di awal proses penyeleksian dengan mengecek kondisi di lapangan,” tambah Ade.

Dengan adanya sambutan baik dan kesediaan mahasiswa untuk terjun langsung dalam proses visitasi ini, diharapkan penerima Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi UM yang terpilih memang benar-benar tepat sasaran. Selain itu, diharapkan pula mahasiswa UM yang berkesempatan menjadi surveyor dapat memiliki pengalaman baru sebagai bekal pembelajaran hidup di masyarakat ke depannya.
(Amanatul Haqqil Ibad dan Khusnul Khotimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *