Semangat Mencari Ilmu Kepenulisan melalui Pelatihan KTI dan Esai

Semangat Mencari Ilmu Kepenulisan melalui Pelatihan KTI dan Esai

Formadiksi UM NewsCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) bukan lagi penghalang bagi Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) untuk tetap menjadi tempat mengasah ilmu bagi mahasiswa penerima Bidikmisi UM. Ditandai dengan digelarnya Meet Up Paper Coaching Clinic (PCC) pada hari Jumat (28/8/2020) secara online via Google Meet, mahasiswa penerima Bidikmisi UM yang mendaftar sebagai peserta PCC resmi dan siap untuk mengikuti pelatihan hingga 4 pekan berikutnya.

PCC hari pertama dimulai dengan Pelatihan Esai pada tanggal 3 September 2020 via WhatsApp dan juga Google Meet. Secara rutin, Pelatihan KTI maupun Esai dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan panitia berdasarkan Kartu Rencana Studi (KRS) dan aktivitas peserta yang telah didata sebelumnya. Pelatihan dilakukan satu kali dalam satu pekan untuk setiap kelompok. Adapun setiap pelatihan terbagi atas dua kelompok, yaitu Pelatihan KTI kelompok A dan B serta Pelatihan Esai kelompok A dan B. Pelatihan ini telah dikonsep dan dipersiapkan sematang mungkin tentunya dikondisikan dan disesuaikan dengan pelaksanaan secara online.

“Untuk gambaran pelaksanaan pelatihan dilaksanakan melalui 2 media, yaitu WhatsApp dan Google Meet. WhatsApp digunakan untuk berkenalan, membagikan berbagai informasi terkait pelatihan, membagikan link Google Meet untuk pelatihan, dan juga digunakan sebagai media pendistribusian progress karya peserta dan review dari tentor atas karya-karya tersebut. Sedangkan Google Meet digunakan untuk sarana penyampaian materi pelatihan dan tanya jawab,” tutur Nisfi Febrianti selaku Koordinator Sie Acara kepada Reporter Formadiksi UM News saat diwawancarai pada hari Senin (7/9//2020).

Tentu tidak mudah bagi panitia untuk mengondisikan peserta pelatihan secara online. Namun, panitia sudah mengonsep dan mempersiapkan rangkaian acara secara matang.

“Sebagai sie acara tentu kita berusaha mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam rangkaian kegiatan Pelatihan KTI dan Esai. Mulai dari meet up, mentoring, hingga simulasi lomba yang akan diadakan di akhir pelatihan. Persiapannya sendiri secara garis besar meliputi pembuatan konsep setiap acara, yang mana kita  membuat konsep yang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Nisfi Febrianti

Meskipun membutuhkan persiapan yang matang hal itu sebanding dengan antusias peserta.

“Walaupun dilakukan secara daring, antusias peserta cukup baik. Mulai dari acara meet up, sudah terlihat banyak peserta yang mau bertanya, baik bertanya mengenai teknis pelatihan kepada panitia maupun bertanya mengenai dunia kepenulisan KTI dan esai kepada tentor. Jika dilihat dari pelatihan yang sudah dilaksanakan, antusias peserta masih terlihat baik, peserta banyak yang antusias bertanya mengenai materi pelatihan kepada tentor,” tambah Nisfi.

Hal ini juga dijelaskan oleh Ketua Pelaksana PCC Tahun 2020 kepada Reporter Formadiksi UM News saat diwawancarai pada hari Minggu (13/9//2020).

“Sejauh yang saya amati, peserta terbilang cukup aktif dan antusias bertanya kepada tentor terkait hal-hal yang belum dipahami. Sebagian besar peserta juga aktif dalam mengerjakan progress karya yang harus dicapai sesuai target yang sudah ditentukan. Bahkan, mereka juga melakukan konsultasi secara pribadi kepada tentor melalui PC WA (personal chat WhatsApp). Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi pandemic bukanlah alasan untuk tidak produktif atau mengikuti pelatihan. Karena hal tersebut dapat di-cover dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” jelas Syifak Ayu Hariyono selaku Ketua Pelaksana PCC.

Kegiatan pelatihan ini tidak akan sukses tanpa adanya peserta yang antusias mengikuti pelatihan ini. (Dan) tak lupa berkat jerih payah panitia tentu banyak manfaat yang dapat dituai para peserta dari Pelatihan KTI dan Esai. Seperti yang disampaikan salah satu peserta Pelatihan KTI kepada Reporter Formadiksi UM News.

“Manfaat mengikuti Pelatihan KTI ini adalah saya bisa belajar dan paham tentang sistematika penulisan KTI yang awalnya sudah merasa benar sekarang lebih paham terkait di mana letak kesalahan dalam penulisan sistematika KTI. Saya juga menjadi lebih inovatif dan kreatif dalam menyalurkan ide pada pembuatan KTI dan tentunya saya juga mendapat tips dalam mengikuti lomba KTI ala tentor serta bonus utama dalam mengikuti pelatihan ini yaitu saya bisa menambah relasi dengan teman-teman yang mengikuti Pelatihan KTI,” ungkap Riska Dewi Prasasti, salah satu peserta Pelatihan KTI yang juga merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi Teknik Sipil UM angkatan 2018.

Walaupun dengan keadaan seperti sekarang ini yang mengharuskan untuk lebih banyak diam di rumah, tetapi tidak menyurutkan semangat para peserta PCC dalam mengikuti pelatihan dan tidak mengurangi kebermanfaatan dari tujuan pelaksanaan pelatihan itu sendiri.

“Semoga semangat dan antusias peserta bisa bertahan dan terus meningkat hingga akhir kegiatan,” tutup Nisfi Febrianti.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter          : Alvi Nanda Choirina

Editor              : Dewangga Andhika Yuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *